News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dinilai Lamban dan Lalai, Bupati Solok Jon Firman Pandu Dihardik Anggota DPR RI Asal Sijunjung

Dinilai Lamban dan Lalai, Bupati Solok Jon Firman Pandu Dihardik Anggota DPR RI Asal Sijunjung

Solok, PATRONNEWS.co.id - Di hadapan "rakyat"-nya sendiri, yakni masyarakat Nagari Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, dihardik oleh Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Andre Rosiade, SE. Hal itu terungkap saat Andre Rosiade yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, meninjau langsung pembangunan akses Jalan Nasional Alahan Panjang–Surian pada Jumat (23/1/2026) di Nagari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti. Politisi asal Kabupaten Sijunjung tersebut "taburansang" kepada Jon Firman Pandu, setelah menyaksikan bahwa tidak ada progress (kemajuan) yang dilakukan Pemkab Solok ke masyarakat. Terutama terkait dengan pembebasan lahan di sepanjang tepi jalan. 

"Saya sudah bawa program ratusan miliar untuk perbaikan jalan Aie Dingin ke Surian. Tidak mudah untuk membawa program nasional ke daerah. Penuh perjuangan. Tapi, setelah kami tinjau langsung, Pemkab Solok ternyata tak mengurusnya di bawah," ujar Andre dengan nada tinggi, seperti dilihat di live TikTok Kabar Nagari, Jumat (23/1/2026).

Kekecewaan Andre Rosiade terhadap Bupati Jon Firman Pandu dan OPD terkait di Pemkab Solok, dijawab Jon Firman Pandu bahwa dirinya berharap masyarakat dan perangkat nagari untuk segera melaksanakan. Namun, perkataan bupati yang baru saja mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Asean International University (AIU) Malaysia ini langsung dipotong Andre Rosiade.

"Jangan berharap-berharap juga lagi. Bupati harus turun ke masyarakat. Beri penjelasan ke masyarakat. Bukan banyak tidur-tiduran lagi. Saya bawa program nasional ini ke sini (Nagari Aie Dingin), karena saya merasa bagian dari nagari ini. Tapi ternyata Bupati Solok beserta jajaran, tidak mengurusnya di level masyarakat nagari," sergah Andre Rosiade, sambil mengatakan dirinya segera ke Payakumbuh dan tak mau lama-lama di lokasi pembangunan jalan tersebut.

Andre Rosiade mengultimatum Jon Firman Pandu dan jajaran Pemkab Solok untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut dalam waktu sebulan ke depan. Jika tidak juga beres, menurutnya ada kemungkinan program ini akan dipindahkan ke daerah lain.

"Saya beri waktu sebulan, atau menjelang Bulan Ramadhan nanti. Kuncinya hanya satu, Bupatinya turun ke masyarakat, bukan tidur-tiduran saja. Karena tidak mungkin masyarakat tidak mau kalau jalannya menjadi lebih baik, lebih lebar dan lebih mulus," ujarnya.

Bupati Solok yang sempat tercekat dan terdiam oleh sergahan Andre Rosiade, justru mengatakan bahwa gaya Andre Rosiade memang seperti itu. Namun menurutnya, yang penting Andre Rosiade membawa kue pembangunan ke Kabupaten Solok.

Kegiatan peninjauan Ruas Jalan Nasional Alahan Panjang–Surian oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade dan Bupati Jon Firman Pandu ini, turut dihadiri Asisten II Setda Kabupaten Solok Jefrizal, Kasatker PJN Wilayah II Sumbar Masudi, PPK 2.5 BPJN Sumbar Nofvandro, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok Effia Vivi Fortuna, Kasatpol PP dan Damkar Asril, Camat Lembah Gumanti Andi Syofiani, serta Wali Nagari Aie Dingin, serta masyarakat sekitar.

Dalam peninjauan tersebut, dibahas progres serta kendala pelaksanaan pembangunan jalan nasional yang kontraknya telah dimulai sejak 16 Desember 2025. Saat ini, pelaksanaan pembangunan masih menghadapi persoalan lahan akibat banyaknya permukiman masyarakat yang berada di sepanjang pinggir ruas jalan.

Diketahui, terdapat sebanyak 297 rumah warga yang berada di pinggiran jalan dan perlu direlokasi agar lebar ruas jalan dapat memenuhi standar jalan nasional.

Anggota DPR RI Andre Rosiade menyampaikan bahwa masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya pembangunan infrastruktur tersebut demi kepentingan bersama.

“Masyarakat pasti paham, karena dengan pembangunan jalan ini kampung dan halaman mereka akan menjadi lebih bagus. Intinya, komunikasi kita kepada masyarakat harus terus dilakukan,” ujar Andre Rosiade.

Sementara itu, Bupati Solok menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok akan menindaklanjuti persoalan tersebut secara intensif bersama seluruh pihak terkait.

“Ini akan kita tindak lanjuti secara intens bersama Dinas PUPR, Camat, dan jajaran lainnya. Insyaallah kita juga akan turun langsung menginformasikan kepada masyarakat,” jelas Bupati Solok.

Bupati  Jon Firman Pandu juga menjelaskan bahwa sebelumnya pemerintah daerah terkendala kondisi keuangan di akhir tahun 2025 yang belum memadai untuk melakukan ganti rugi lahan dan rumah masyarakat di kawasan pembangunan jalan nasional.

“Awal tahun 2026 ini, kondisi keuangan daerah sudah kembali membaik, dan insyaallah dalam satu bulan ke depan akan kita selesaikan,” tambahnya.

Bupati Solok berharap adanya dukungan penuh dari masyarakat demi kelancaran pembangunan jalan nasional tersebut.

“Pembangunan ini demi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang ruas jalan nasional yang akan kita bangun,” pungkasnya. (*/PN-001)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment