News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tiba di Kota Solok Pukul 01.00 WIB, Pasien Pertama Positif Covid-19 Langsung "Dievakuasi" ke RSUD Banda Pandung

Tiba di Kota Solok Pukul 01.00 WIB, Pasien Pertama Positif Covid-19 Langsung "Dievakuasi" ke RSUD Banda Pandung

Sampai di Kota Solok Pukul 01.00 WIB, Pasien Positif Covid-19 Kota Solok Langsung ke RSUD Banda Pandung. Istri dan Empat Anggota Keluarga Serumah juga Dites Swab.

SOLOK - Pasien perdana positif terjangkit virus corona (Covid-19) di Kota Solok, BAH (25), telah tiba di Kota Solok dari Kabupaten Dharmasraya, sekira pukul 01.00 WIB, Selasa (19/5/2020). Setibanya di Kota Beras Serambi Madinah, BAH langsung menuju ke RSUD Banda Pandung.

Evakuasi BAH ke Posko Utama Covid-19 Kota Solok tersebut turut didampingi oleh Camat Tanjung Harapan, Lurah Nan Balimo, RT/RW Nan Balimo, Babinsa Kodim 0309/Solok, Bhabin Kamtibmas Polres Solok Kota, Linmas Nan Balimo, dan Satgas Covid-19 Kelurahan Nan Balimo.

Selain BAH yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19, pemeriksaan juga dilakukan terhadap istrinya, FRY (23), serta empat anggota keluarga yang serumah. Yakni kakak-kakak pasien WD (30), AZ (40), AD (47), serta kakak iparnya BR (35). Seluruhnya juga dibawa ke RSUD Banda Pandung untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengambilan sampel swab.

Kronologis BAH positif Covid-19 berawal saat dirinya pulang dari Dharmasraya pada Selasa, 12 Mei 2020. Saat itu, BAH langsung melaksanakan tes swab di  RSUD Banda Pandung. Setelah itu, BAH pergi lagi ke Dharmasraya melakukan aktivitasnya sebagai kampaser (tukang kampas). Pada Selasa malam tanggal 18 Mei 2020, sekira pukul 20.00 WIB, hasil tes swab keluar dan dinyatakan positif. Selama satu minggu usai tes swab, BAH tinggal serumah dengan kakak dan berkumpul dengan keluarga di Kelurahan Nan Balimo.

Sebelumnya, pertahanan Kota Solok sebagai daerah yang berada di "zona hijau", atau tidak ada warga yang positif virus corona (Covid-19), akhirnya jebol. Satu warga asal Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, berusia 25 tahun dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Warga tersebut, diketahui bekerja sebagai kampaser (tukang kampas) dengan rute Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya. Dari tiga daerah tersebut, diduga kuat warga tersebut terpapar dari Dharmasraya. Sebab, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Sijunjung, hingga kini masih berstatus "zona hijau".

Walikota Solok Zul Elfian, SH, M.Si, Dt Tianso, menyatakan pihaknya sangat sedih adanya kasus pertama dari Kota Solok ini. Menurutnya, selama ini, Pemko Solok telah melakukan berbagai upaya mencegah adanya warga Kota Solok yang terjangkit Covid-19. Meski begitu, Zul Elfian menjanjikan bahwa pasien positif tersebut akan ditangani dengan maksimal di Kota Solok.

"Kami sangat sedih. Akhirnya pertahanan kita jebol juga. Meski warga tersebut bukan terjangkit karena transmisi lokal, tapi dari perjalanan luar daerah. Kita telah berupaya maksimal. Satu hal yang pasti, kita akan menangani warga tersebut dengan maksimal," tegasnya.

Zul Elfian juga menyatakan bahwa pasien positif tersebut akan ditangani di RSUD Banda Pandung Kota Solok, yang juga merupakan Posko Utama penanganan Covid-19 Kota Solok. Zul Elfian juga bersyukur, bahwa pasien tersebut masih berusia muda. Diaharapkannya, proses kesembuhan bisa berjalan lebih cepat.

"Pasien tersebut akan dirawat dan ditangani maksimal di RSUD Banda Pandung. Mudah-mudahan proses kesembuhannya berlangsung cepat. Di samping usia yang masih muda, kita akan mendukung penuh warga tersebut secara medis maupun secara moril," tegasnya.

Sebelumnya, Kota Solok berstatus sebagai "zona hijau", atau wilayah yang belum ditemukan adanya virus corona. Bersama Kota Sawahlunto dan Kabupaten Sijunjung.

Hasil satu positif ini, diyakini bukan kasus terakhir di Kota Solok. Sebab, saat ini, Gugus Tugas Covid-19 Kota Solok, sedang menunggu hasil swab 7 warga asal Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah. Yakni TM, SW, RM, MT, HN, SC, dan SL. Dari tujuh warga tersebut, 3 warga yakni TM, SW, dan HN dinyatakan positif hasil rapid test.

Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Kota Solok, dr. Ambun Kadri, menyatakan hasil swab 7 warga tersebut belum keluar. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok tersebut, pengumuman satu warga positif tersebut akan dilakukan oleh Walikota Solok, Zul Elfian, pada Selasa pagi (19/5/2020).

"Besok pagi, Pak Walikota akan mengumumkannya dalam konferensi pers," ujarnya singkat. (PN-001)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

1 comments: