News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Potret Pendidikan 3T: Volunteer Mahardika Muda Indonesia Dorong Peningkatan Motivasi Pendidikan di Nagari Ulang Aling, Pelosok Solok Selatan

Potret Pendidikan 3T: Volunteer Mahardika Muda Indonesia Dorong Peningkatan Motivasi Pendidikan di Nagari Ulang Aling, Pelosok Solok Selatan


Oleh: Nur Fithria Khaira

Solok Selatan – Volunteer Mahardika Muda Indonesia melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat di Jorong Batu Gajah, Nagari Ulang Aling Induk, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Kegiatan yang berlangsung pada 2–11 Januari 2026 ini membawa misi besar: menunaikan janji kemerdekaan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Meninggalkan hiruk pikuk kota, para volunteer batch 6 ini terjun langsung untuk memahami realitas sosial di daerah yang jauh dari akses fasilitas pendidikan memadai. Kedatangan mereka disambut hangat oleh masyarakat lokal yang memegang teguh adat persaudaraan.

“Kalau ada kurang, kabari Atuk ya. Batu Gajah ya seperti ini adanya. Di sini kita hidup bersama, mahasiswa volunteer datang disambut, pulang tentu Atuk lepas (dengan baik) pula,” ujar Atuk Darun, salah satu tokoh masyarakat setempat dengan bahasa daerah yang kental.

Selama sepuluh hari pengabdian, para relawan menemui realitas pendidikan yang kontras di SDN 13 Batu Gajah. SDN 13 Batu Gajah, salah satu sekolah jenjang SD yang berada Nagari Lubuk Ulang Aling induk, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Sekolah tersebut masih beralaskan tanah liat dengan fasilitas yang sangat minim, hanya terdiri dari ruang kelas dan satu unit sanitasi, tanpa perpustakaan maupun musala.

“Kami tidak ada koleksi buku bacaan seperti perpustakaan, bermodal LKS saja di sini rasanya sudah bersyukur,” ungkap salah satu tenaga pendidik. 

Kondisi ini diperberat dengan akses jalan yang buruk, yang diduga menjadi kendala distribusi program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut. Meski demikian, antusiasme siswa tidak surut. Relawan mencatat tingginya potensi anak-anak di kelas rendah hingga kelas tinggi, terutama dalam mata pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam serta sosial.

Salah satu tantangan krusial yang ditemukan adalah rendahnya motivasi melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan Perguruan Tinggi di kalangan siswa kelas 6. Berdasarkan observasi relawan, dari 6 siswa, hanya satu yang mantap melanjutkan kuliah, sementara sisanya masih mempertimbangkan untuk langsung bekerja di tambang rakyat. Keinginan untuk cepat mendapatkan penghasilan dari tambang rakyat menjadi daya tarik kuat bagi generasi muda setempat. 

"Mereka butuh figur sukses yang dapat memotivasi bahwa tujuan pendidikan bukan sekadar soal mencari uang, melainkan mengubah pola pikir dan cara pandang untuk meningkatkan kualitas hidup di masa depan," jelas salah satu volunteer. 

Menyikapi fenomena tersebut, relawan memperkenalkan beasiswa yang dapat diakses untuk menunjang pendidikan. Selain mengenalkan figur-figur sukses sebagai inspirasi, volunteer juga memperkenalkan literasi finansial sejak dini melalui pemanfaatan botol bekas menjadi tabungan kreatif. Langkah ini bertujuan membekali siswa dengan nilai investasi kecil dan keterampilan mengelola keuangan secara mandiri sehingga mereka memiliki perencanaan ekonomi yang lebih matang sejak usia dini.

Tak hanya di sektor formal pendidikan, relawan Mahardika Muda yang diketuai oleh Bagas Abdillah Rauf ini juga melakukan social mapping dan aksi nyata di tengah masyarakat. Pada Minggu (4/1), relawan membaur bersama warga melakukan aksi "Main Basamo" setelah sebelumnya bergotong-royong merembes rumput liar yang menutupi lapangan voli jorong. Lapangan yang semula mati, kini kembali hidup menjadi pusat interaksi anak-anak dan pemuda. 

Selain itu, volunteer turut membersamai kegiatan “mengaji di surau” di mushola Jorong Batu Gajah. Di luar jam formal, posko relawan senantiasa terbuka bagi anak-anak untuk bermain, berdiskusi dan mendapatkan edukasi tambahan. Fokus utama pendampingan ini adalah penanaman nilai sopan santun, berani bermimpi besar, serta edukasi kesehatan reproduksi (sex education) sejak dini. Langkah ini diambil sebagai upaya krusial untuk membentengi generasi muda dari berbagai risiko sosial di wilayah pelosok melalui penguatan karakter.

Sebagai agenda penutup pada Sabtu (10/1), relawan menyelenggarakan layanan Medical Check Up gratis bagi masyarakat umum. Dalam layanan kesehatan fisik, volunteer berkolaborasi dengan bidan setempat memberikan pemeriksaan kesehatan umum. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi generasi muda dalam mengatasi krisis pendidikan dan pelayanan medis di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Diva Beltris, selaku Penanggung Jawab kegiatan, menegaskan bahwa program ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral generasi muda terhadap janji kemerdekaan, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 

"Sungguh di sini kamilah yang belajar. Kami belajar memahami realitas sosial dan tindakan yang melatarbelakangi kondisi masyarakat. Sepuluh hari ini memberi kami pelajaran yang tidak ditemukan di tengah hiruk-pikuk kota," tutup salah satu anggota tim relawan. 

Melalui program ini, para relawan membuktikan bahwa pemuda bukan sekadar penonton, melainkan aktor aktif yang terjun langsung mengatasi ketimpangan pendidikan dan pelayanan medis di wilayah 3T, meski harus menembus jalanan berlumpur dan keterbatasan infrastruktur.

Barisan Volunteer Mahardika Muda Indonesia di bawah komando Diva Beltris (Penanggung Jawab) serta bimbingan tiga orang kakak pemantik, Aisyah Zakiya, Dea Friska, dan Naufal Nanda Desriyan, tim ini membuktikan bahwa pengabdian adalah jembatan untuk memahami ketimpangan. Dipimpin oleh Bagas Abdillah Rauf sebagai Ketua Volunteer Jorong, dan Nur Fithria Khaira (Sekretaris & Bendahara), barisan pemuda dari Unand, UNP, hingga UIN Imam Bonjol ini (Annisa Iffah, Azzahra Humaira, Denny Yusrizon, Hilyatul Aulia, Jasmine Aisha, Kesih Rianti, Khalilah Kurnia Putri, Nazwa Aini, Wahyu Firmansyah, Wulandari, Muhaddisul Amin, dan Nadiah Susanti) telah meninggalkan jejak bermakna di Jorong Batu Gajah, Nagari Lubuk Ulang Aling Induk, Kabupaten Solok Selatan. (*)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment