PATRONNEWS

PERISTIWA

Ads

NUSA

PILKADA

POLITIK

SOLOK RAYA

Tuesday, October 15, 2019

Sat Reskrim Polres Solok Kota Ungkap Kasus Curat di Rumah Dinas Hakim PN Kota Solok


SOLOK - Polres Solok Kota menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) berinisial SY Panggilan AK (26), warga Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Minggu malam (13/10/2019). SY merupakan tersangka tindak pidana Curat di Rumah Dinas Hakim Pengadilan Negeri Kota Solok, di Kelurahan Tanjung Paku, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, pada Rabu, 20 Maret 2019 pukul 14.30 WIB . Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Solok Kota menangkap tersangka pada hari Minggu tanggal 13 Oktober 2019 sekira pkl 22.30 WIB di Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok.

Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu Defrianto mengatakan pencurian berawal pada hari Rabu tgl 20 Maret 2019 sekira pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban mengetahui dari tetangganya bahwa barang-barang yang ada di gudang penyimpanan barang milik Pengadilan Negeri Kota Solok, berupa mesin ketik, komputer, kipas angin dan barang barang lainnya telah dicuri oleh pelaku.

Menerima laporan dari korban, Sat Reskrim Polres Solok Kota melakukan penyelidikan dan pada hari Minggu tanggal 13 Oktober 2019 sekira pukul 22.30 WIB, unit Opsnal Sat Reskrim melakukan penangkapan terhadap tersangka di rumah yang berada di Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok.

"Hasil dari pengungkapan tersebut, Tim Opsnal mengamankan barang bukti berupa 3 (tiga) unit monitor, 1 (Satu) unit CPU Komputer, dan 6 (enam) unit mesin tik. Tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Solok Kota untuk penyidikan lebih lanjut," ungkap Defrianto.

Pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.

Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi menyatakan Operasi Sikat yang dilaksanakan setiap tahunnya merupakan upaya Polri dalam menekan dan mengungkap serta menanggulangi terjadinya tindak pidana Curat, Curas dan Curanmor. (PN-001)

Monday, October 14, 2019

IKKA Mancanegara Apresiasi Pemuda Nagari Kacang Gelar Turnamen Futsal dan Bola Voli

SOLOK - Pemuda dan Karang Taruna Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, menggelar turnamen futsal dan bola voli, memeriahkan Hari Sumpah Pemuda ke-91. Turnamen ini digelar sejak tanggal 10 Oktober hingga 26 Oktober 2019, di lapangan depan Kantor Wali Nagari Kacang, dan diikuti perwakilan 6 jorong yang ada di Nagari Kacang. Yakni Jorong Biteh, Tembok, Jambu, Balai Balai, Balerong, dan Cokuang.

Ketua Pemuda Nagari Kacang, Yasri, menyatakan turnamen ini digelar dalam rangka mengembalikan kecintaan olahraga ke generasi muda. Sehingga, dengan minat tinggi ke olahraga, persahabatan para generasi muda akan semakin meningkat. Selain itu, menurut Yasri, dengan berolahraga, para pemuda akan jauh dari pengaruh Narkoba.

"Selain sehat, berolahraga juga bisa membentuk karakter positif generasi muda. Yakni berjiwa sportif dan persahabatan semakin kuat," ungkapnya.

Yasri juga mengungkapkan dengan mengembalikan minat berolahraga, para pemuda, terutama remaja juga bisa mengurangi ketergantungan terhadap handphone dam gadget. Sehingga, tidak banyak waktu yang terbuang sia-sia.

"Turnamen ini sengaja kita khususkan untuk tingkat SMP dan MTsN. Agar bisa menjadi bibit-bibit olahraga Nagari Kacang dan Kabupaten Solok ke depan," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Sosial Ikatan Keluarga Kacang Mancanegara (IKKA Mancanegara), Fauzi Ella Sliano yang turut hadir menyaksikan turnamen tersebut, menyatakan sangat gembira dan antusias dengan animo masyarakat menyaksikan turnamen tersebut. Fauzi yang akrab disapa Bujang Syamsidar tersebut juga mengapresiasi panitia turnamen. Dalam kesempatan itu, Fauzi bersama IKKA Mancanegara memberikan bantuan bola futsal dan bola voli.

"Atas nama IKKA Mancanegara, kami sangat mengapresiasi ide kreatif para pemuda ini. Semoga generasi muda Nagari Kacang bisa membawa masa depan lebih baik bagi nagari," ungkap pria yang lama di Amerika Serikat ini. (rijal islamy)

Optimalisasi Geopark Silokek, Pemkab Sijunjung Gandeng KKI Warsi

SIJUNJUNG - Pemerintah Kabupaten Sijunjung, Sumbar, menggandeng Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warung Informasi Konservasi (Warsi) Sumbar, dalam mengoptimalisasi dan mengintegrasi perhutanan sosial di Geopark Silokek. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sijunjung yang difasilitasi BAPPEDA Sijunjung menggelar pertemuan dengan KKI Warsi membahas rencana integrasi perhutanan sosial mengacu pada kebijakan perencanaan pembangunan Kabupaten Sijunjung.

Turut hadir Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim LH), Dinas Pangan dan Perikanan,  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. Berikut Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disporpora), Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kesatuan Pengelola Hutan Lindung (KPHL), dan Badan Pelaksana Geopark Ranah Minang Silokek.

Yudi Fernandes, selaku Fasilitator Pendamping KKI Warsi, mengatakan, gagasan Perhutanan sosial dengan kebijakan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Sijunjung sudah dimulai sejak Maret 2019 lalu. Waktu itu menghadirkan enam perangkat Nagari di Kecamatan Sumpurkudus, meliputi Nagari Sumpur Kudus, Unggan, Tanjung Bonai Aua (TBA), Mangganti, Tanjung Lobuah dan Silantai. Hingga keenam nagari ini sepakat untuk melakukan pengelolaan bersama satu hamparan kawasan hutan nagari dengan luas 10.911 Ha.

Kemudian berlanjut ke tingkat Kecamatan guna mengikat kesepakatan pengelolaan bersama satu hamparan kawasan hutan nagari untuk diterapkan. Pada Kamis lalu digelar pertemuan bersama segenap OPD.

"Harapan kita yakni bagaimana supaya penggarapan hutan berjalan sesuai aturan, terarah, tanpa menghilangkan kelastarian serta merusak ekosistem," tukasnya, kemarin.

Tak kalah pentingnya juga sinkronisasi antara Perhutanan Sosial dengan kebijakan Pembangunan Sijunjung sekaligus berorientasi untuk mengembangkan kawasan Geopark Silokek, di Nagari Silokek.

Hasil analisis Spesialis GIS (Geographical Information System) KKI Warsi, Ahmad Salim Ridwan, menyimpulkan, ada 10 unit LPHN dan 1 HTR serta 4 nagari tengah proses usulan yang berada di kawasan geopark, dengan total luas kawasan perhutanan sosial mencapai 23.446 Ha.  Dementara itu luas total 4 hutan nagari yang dalam proses pengusulan mencapai 11.294 Ha. Artinya lebih dari 79 persen kawasan perhutanan sosial Sijunjung (22 unit) berada di kawasan Geopark Silokek.

KPHL Sijunjung yang diwakili Febri Syahli menyebutkan bahwa 54% wilayah administrasi Kabupaten Sijunjung merupakan kawasan hutan dengan 29.273 Ha diantaranya telah memperoleh izin perhutanan sosial. Secara total ada 22 lembaga pengelola perhutanan sosial di Kabupaten Sijunjung yang dibagi kedalam beberapa skema perhutanan sosial. Yaitu hutan nagari, hutan tanaman rakyat dan hutan kemasyarakatan.

Kewajiban pemilik izin perhutanan sosial selanjutnya adalah menyusun rencana pengelolaan hutan selama 10 tahun yang kemudian diterjemahkan dalam rencana kerja tahunan (RKT).

Dalam perkembanganya perhutanan sosial di Kabupaten Sijunjung memiliki tantangan seperti kesesuaian rencana pengelolaan perhutanan sosial dengan rencana pembangunan lainnya. Tentunya diperlukan sinergitas antar lembaga dalam lingkup nagari, daerah, provinsi hingga nasional. Demi sikronnya pembangunan infrastruktur, jaminan modal dan jaringan pasar serta kualitas sumber daya manusianya.

Terkait hal ini, Kepala Bappeda Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, menyebut,  dalam prioritas pembangunan kabupaten Sijunjung diantaranya memang diupayakan sejalan dengan perhutanan sosial. Demi mewujudkan proses pembangunan ekonomi yang berdaya saing, serta pengembangan usaha pariwisata ekonomi yang didukung infrastruktur, dan ketahanan pangan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan.

"Kita harus menyadari, sebahagian besar wilayah Sijunjung masih dinominasi kawasan hutan, dan itu itu belum tergarap," tegasnya.

Joni Antonius, perwakilan dari Bappeda juga menyampaikan, jika melihat luas hutan yang telah diberikan hak kelola perhutanan sosial, akhirnya sudah lebih dari separuh wilayah Kabupaten Sijunjung bisa disentuh oleh pembangunan dan salah satu prioritas pembangunan Sijunjung saat adalah pengembangan wisata Geopark Ranah Minang Silokek.

"Dimana hal ini beririsan dengan kawasan hutan, terutama kawasan perhutanan sosial," tukasnya

Saat ini Kabupaten Sijunjung sedang melakukan perubahan Rencana Tata Wilayah, maka perhutanan sosial perlu dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam perubahan tersebut. Mengingat kedepannya perhutanan sosial diproyeksikan mampu menumbuhkembangkan UMKM.

Apabila tidak diatur dalam peruntukan ruang di Kabupaten Sijunjung, dikhawatirkan akan menjadi hambatan lainnya saat melakukan pembangunan, termasuk pengembangan usaha yang memerlukan izin sesuai dengan peraturan perundang- undangan. (*/PN-014)

Darizal Basir: Masyarakat Harus Bijak Bermedia Sosial

PAINAN - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Demokrat, Darizal Basir, mengatakan dalam penggunaan media sosial (Medsos) bila tidak dilakukan secara baik dan bijak, akan memberikan pengaruh buruk bagi sipenggunanya. Bahkan lebih dari itu, bisa menibulkan perpecahan serta berbagai dampak hukum lainya. Hal itu dikatakannya saat membuka Furum Diskusi Publik (FDP) di Hotel Hanna, Painan, Sabtu (12/10).

Pada kegiatan itu dihadiri oleh Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Kominfo, Selamatta Sembiring, dan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumbar, Yeflin Luandri dan peserta diskusi yang berasal dari kalangan pelajar, pemuda, dan berbagai organsiasi kemasyarakatan

Darizal Basir menjelaskan, bahwasanya menyebarkan berita hoax merupakan salah satu yang harus dihindari oleh pengguna media sosial.

"Sebab melalui informasi atau berita hoax itu masyarakat akan menjadi bingung. Bahkan tidak saja bisa berujung kepada hukum, tapi juga bisa memicu terjadinya konflik," katanya.

Disampaikanya bahwa salah satu dampak besar yang dirasakan saat ini akibat dari berita hoax itu adalah perisitiwa kerusuhan yang terjadi di Wamena Papua.

"Konflik yang terjadi di Wamena Papua sebagai mana saat ini merupakan akibat dari berita bohong atau hoax yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ingatnya.

Beranjak dari berbagai dampak buruk yang terjadi akibat tidak benar dalam bermedia sosial, sehingga kegiatan Forum Diskusi Publik dengan tema "Merawat Kebhinekaan Dengan Bijak Bermedia Sosial" itu sangat penting dilakukan.

Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Kominfo, Selamatta Sembiring sebagai narasumber dihadapan peserta menghimbau kepada generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh infomasi yang beredar di Medsos dan juga mudah menyebarkan pesan yang belum jelas kebenaranya.

"Jadi saya mengajak kepada seluruh masyarakat terutama generasi Milenial untuk cerdas dalam menggunakan Media Sosial. Kita semua harus cerdas jangan sampai terjebak pengaruh negatif. Dan anda harus kepo sebelum share infomasi," ajak Selamatta Sembiring.

Ia mengatakan di era digital saat ini bagai pisau bermata dua, disatu sisi bisa mempererat persatuan. Namun di sisi lain internet bisa memecahbelah kita sebagai satu bangsa terutama generasi muda jika tidak bijak dalam penggunaanya.

"Hoax, radikalisme, penipuan, pornografi, Bullying, pelanggaran HAKI, SARA dan ujar kebencian adalah ancaman bagi generasi muda melalui internet ini memjadi tantangan di media sosial. Oleh karena itu, saya mengajak semua generasi muda memperteguh persatuan dan kesatuan. Serta Dengan tidak menyebar hoax, jangan cepat-cepat disebar bila ada informasi yang didapatkan harus dibaca serta diteliti infonya dan disaring terlebih dahulu," katanya.

Di kesempatan itu, Kepala Dinas Kominfo Sumbar, Yeflin Luandri menyampaikan bahwa di era digital saat ini, pengunaan berbagai media sosial sudah menjadi hal biasa dan ditemui disemua lapisan masyarakat, bahkan hingga ke pelosok kampung sekalipun.

"Beranjak dari kondisi itu, maka masyarakat harus bijak dalam memerankanya. Sebab bila salah dalam menyampaikan informasi, sipengguna tidak saja bisa dijerat secara hukum. Namun bisa menimbulkan dampak yang sangat buruk terhadap kenyamanan dan keamanan negara," ungkapnya.

Berdasaran kondisi itu, sehingga pihaknya akan segera membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) pada semua nagari yang ada di Sumbar, termasuk juga di Pessel.

"Melalui KIM ini nanti, masyarakat tidak saja dituntun cara bermedia sosial yang benar, tapi juga bisa mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan benar," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa penggunaan media sosial yang digolongkan sebagai informasi publik, sudah diatur dalam undang-undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Ini merupakan penegasan bahwa pengguna media sosial yang tidak sesuai dengan kaidah dan aturan perundang-undangan yang berlaku, bisa dijerat secara hukum. Berdasarkan hal itu maka kepada masyarakat diminta agar bijak dalam bermedia sosial," ingatnya.

Kepala Dinas Kominfo Pessel, Junaidi mengatakan bahwa Forum Diskusi Publik dengan tema "Merawat Kebhinnekaan dengan Bijak Bermedia Sosial", yang dimoderatori oleh tenaga ahli DPR RI, Doni Harsivah Yandra itu, juga mendatangkan ketua Jurusan Sosialogi Univeritas Negeri Padang (UNP), Dr Eka Vidya Putra, M.Si, serta Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Kominfo RI, Selamatta Sembiring sebagai narasumber. (PN- 017)

Sunday, October 13, 2019

Ingin Terus Bikin Gol, Vanderlei Fransisco Pede Tatap Laga Versus Persija

PADANG - Vanderlei Fransisco menjadi salah satu pemain kunci dalam kebangkitan Semen Padang FC dalam empat laga terakhir. Penyerang asal Brazil tersebut mampu mencuri perhatian banyak pihak dengan aksi ciamiknya di lapangan.

Semenjak resmi dikontrak Semen Padang FC pada bursa transfer putaran kedua lalu, pemain dengan nomor punggung 99 itu tampil gemilang dengan torehan tiga gol dan satu assist dalam empat pertandingan yang sudah dijalani. Terakhir, Vanderlei menjadi pencetak gol tunggal Kabau Sirah kala menaklukkan Perseru Badak Lampung FC dengan skor 1-0 dikandang lawan, Sabtu (5/10) lalu.

Penampilan impresifnya dalam beberapa pertandingan terakhir itu yang kemudian membuat Vanderlei Fransisco semakin percaya diri dan bergairah untuk menambah koleksi golnya sekaligus membantu Semen Padang FC mengumpulkan poin untuk bisa keluar dari dasar klasemen.

"Saya ingin terus berkonstribusi kepada tim ini. Semoga saya selalu bisa mencetak gol untuk setiap pertandingan dan menjadi kemenangan bagi tim," ujar Vanderlei usai latihan tim, sore ini, Minggu (13/10).

Vanderlei juga berharap pada laga menghadapi Persija Jakarta, Rabu (16/10) nanti dalam laga tunda pekan ke-7 Shopee Liga 1 2019, Semen Padang FC bisa terus melanjutkan tren positif dan dia bisa membobol gawang Persija Jakarta.

"Melawan Persija merupakan laga berat. Tapi kami harus optimis bisa meraih poin dikandang mereka. Semoga saya juga bisa mampu memberikan gol untuk membantu tim meraih kemenangan," imbuhnya.

Vanderlei menambahkan, hanya dengan kemenangan Semen Padang FC bisa secepatnya keluar dari zona degradasi.

"Kita tahu kondisi kita saat ini diklasemen tidak bagus. Kita harus berjuang untuk itu dam berusaha agar tetap bertahan di Liga 1 musim depan," tandasnya. (*/PN-001)

Sumber: semenpadangfc.co.id

Saturday, October 12, 2019

Singkirkan Imej Organisasi Preman, Pemuda Pancasila Harus Jadi Pelopor dan Inovator

SOLOK - Bupati Solok Gusmal, SE, MM Dt Rajo Lelo, mengharapkan Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Solok mampu berkembang menjadi organisasi pemuda yang maju, mandiri dan berkarakter dan jauh dari kesan premanisme. Gusmal juga mengharapkan PP Kabupaten Solok bisa menginspirasi organisasi kepemudaan lain di Kabupaten Solok dengan program-program yang kreatif dan inovatif. Hal itu diungkapkan Gusmal saat menerima silaturahim pengurus PP Kabupaten Solok, di Guest House, Kompleks Rumah Dinas Bupati Solok, Arosuka, Jumat (11/10/2019).

"Anggota PP Kabupaten Solok harus mampu menginspirasi organisasi kepemudaan lainnya. Saya percaya PP Kabupaten Solok di bawah komando Lamud Wijaya, akan melahirkan beragam program-program kreatif dan inovatif.  Pola kepemimpinan dalam sebuah organisasi kepemudaan seperti PP adalah kolektif kolegial. Hakikatnya, semua unsur dan struktur dalam keorganisasian harus saling menopang dan bekerja sama dengan mufakat. Tidak ada istilahnya ketua berjalan sendiri, ambil keputusan sendiri dan menjalankan organisasi sendiri. Semuanya harus dimusyawarahkan, dan semua unsur yang ada di dalamnya harus terlibat dan bersama-sama menjalankan keputusan itu," ujar Gusmal yang juga didaulat sebagai ketua MPO MPC PP Kabupaten Solok.



Gusmal juga mengingatkan bahwa tantangan organisasi ke depan akan semakin berat. Menurutnya, seluruh anggota PP harus produktif secara ekonomi. Hal itu tak hanya untuk menopang kemandirian pribadi anggota PP, namun juga akan mempengaruhi kinerja organisasi.

"Para anggota dan pengurus harus punya pekerjaan. Ciptakan lapangan kerja untuk anggota, agar mereka juga berdaya secara ekonomi dan tidak memanfaatkan organisasi untuk mencari pendapatan," tegas Gusmal yang sudah lebih dari 20 tahun aktif sebaga MPO PP Kabupaten Solok tersebut.

Sebagai Bupati Solok, Gusmal juga mengharpkan PP Kabupaten Solok mampu bersinergi dengan Pemkab Solok. Menurutnya, banyak program pemerintah daerah yang sejatinya bisa disinergikan dengan program kepemudaaan. Terutama dalam pemberdayaan dan peningkatan sumberdaya manusia pamuda itu sendiri.

"Saya meminta PP Kabupaten Solok untuk bisa menjadi pelopor penggerak pembangunan melalui program empat pilar pembangunan yang kini diusung oleh Pemkab Solok. Yang penting adalah kemauan. Kemauan untuk maju dan berkembang lebih baik. Karena banyak program daerah yang bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan potensi pemuda. Silahkan koordinasikan dengan dinas dan instansi terkait," ujarnya.

MPC PP Kabupaten Solok memboyong hampir seluruh pengurusnya dalam silaturahmi yang penuh kekeluargaan tersebut. Hadir Ketua MPC PP Kabupaten Solok Lamud Wijaya, Wakil Ketua Yutiswandi, Sekum Wendra Suhita, Wasekum Yora Harina Sindri, Ketua Bidang Sarana dan Iptek Riswan Jaya, Ketua Srikandi Endra Ningsih, Kabid Pengembangan Wilayah Am Prima dan Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa Ditya Rifanda, serta sejumlah pengurus lainnya.



Ketua MPC PP Kabupaten Solok, Lamud Wijaya, membentangkan sejumlah harapan dan program yang akan diusung di masa kepengurusannya empat tahun ke depan. Sejumlah harapan yang tentunya sebagai upaya merubah imej dan label PP sebagai organisasi yang hanya perkumpulan preman, menjadi organisasi yang memiliki integritas tinggi. Sejumlah program nyata melalui pemberdayaan ekonomi sudah mulai disiapkan untuk menjawab harapan itu.

"Saat ini, meski belum dilantik, namun MPC PP Kabupaten Solok sudah bergerak dengan program nyata. Salah satunya adalah unit usaha Resto yang akan diluncurkan dalam waktu dekat di Jalinsum By Pass Kota Solok. Selain akan menyediakan kopi khas Solok (Solok Radjo) dan kuliner khas Solok, resto ini akan dikelola secara profesional dengan sistem investasi dari anggota dan pembagian hasil berdasarkan persentase saham yang dimiliki.

"Selain membuka lapangan kerja bagi anggota, laba usaha ini juga akan disisihkan untuk organisasi PP Kabupaten Solok," ujar Lamud Wijaya.

Sementara itu, di bidang pertanian, MPC PP Kabupaten Solok saat ini juga telah digerakkan perkebunan serai wangi sebagai bahan baku pembuatan minyak atsiri di daerah Sirukam Kecamatan Payung Sekaki.

"Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan ormas lain di daerah ini dalam mensukseskan berbagai program pemerintah, seperti Rmpat Pilar Pembangunan di Kabupaten Solok ini," tegas Lamud Wijaya. (PN-001)

Jabatan Kapolsek Kota Solok Diserahterimakan

SOLOK - Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi SIK memimpin serah terima jabatan Kapolsek Kota Solok hari Sabtu (12/10) pagi. Prosesi sertijab di halaman Mapolres Solok Kota ini dihadiri oleh Wakapolres Kompol Budi Prayitno SE.MH, Kabag Ops Kompol B.Simanjuntak SH, Kabag Sumda Kompol Irwan Zani, Kabag Ren Kompol Yus Eri, Para Kasat, Kapolsek, Personel Polres serta Pengurus Bhayangkari Cabang Solok Kota.

Jabatan Kapolsek Kota dari AKP Anggara Rustamyono SIK diserahterimakan kepada AKP Zamri Elfino, S.IK yang sebelumnya menjabat Pani II Unit I Subdit 3 Dit Reskrimum Polda Sumbar.





Dalam sambutannya, Kapolres Solok Kota mengatakan, serahterima jabatan dalam setiap organisasi merupakan hal penting dan strategis dalam memelihara dinamika dan peningkatan kualitas kinerja organisas, disamping merupakan proses regenerasi kepemimpinan dan promosi bagi personal polri yang bersangkutan.
Hal ini juga merupakan wujud perhargaan yang diberikan organisasi kepada personil Polri yang di nilai telah mampu melaksanakan tugasnya dengan baik atas dedikasi, kinerja dan pengabdian yang tinggi.
Dengan amanah dan kepercayaan yang diberikan pimpinan Polri, kepada personil yang mendapatkan promosi jabatan tersebut, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang maksimal di kesatuan yang baru. Menambah wawasan dan pola pikir serta dapat dijadikan sarana dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, khususnya dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
"Saya mengajak semua anggota bersinergi, bahu membahu dan saling bekerjasama serta senantiasa menjunjung tinggi semangat integritas, solidaritas, loyalitas dan rasa tanbggung jawab sehingga kedepan dapat melaksanakan segala tugas dengan baik, walaupun dihadapkan dengan berbagai tantangan dan hambatan yang demikian komplek," ungkap Kapolres.

Sebelumnya, usai mutasi 13 Kapolres se-Sumbar, Polda Sumbar kembali melakukan mutasi di tingkat Kapolsek, Kabag, Sub Bag, Kasi. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram (ST) Nomor 936/X/KEP./2009 tertanggal 3 Oktober 2019. Mutasi ini ditandatangani Kepala Biro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Hendra Wirawan, SH, S.IK, MH, atas nama Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal.

Panit 2 Unit 1 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sumbar, AKP Zamri Elfino, S.IK, diangkat menjadi Kapolsek Kota Solok. Zamri menggantikan posisi AKP Anggara Rustamyono, S.IK yang mendapat tugas baru sebagai Kasi BPKB Subdit Regident Ditlantas Polda Sumbar. Bagi Zamri Elfino, Polres Solok Kota bukan tempat tugas yang baru. Sebelum ditarik ke Polda Sumbar, Zamri adalah Kasat Reskrim Polres Solok Kota.

Di jajaran Polres Solok Kota, dua srikandi juga mendapatkan tugas baru. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Solok Kota Ipda Fika Putri Pamungkas, S.Tr.K dimutasi sebagai Pama di Polres Payakumbuh. Fika mengikuti jejak seniornya, AKBP Dony Setiawan, S.IK, MH yang kini menjadi Kapolres Payakumbuh.

Satu srikandi lainnya, Ipda Junia Rakhma Putri, S.Tr.K, Pama Polres Solok Kota mendapat tugas baru sebagai Pamin 5 Subbagrenmin Biro SDM Polda Sumbar. Saat ini, Junia sedang menempuh S2 di Fakultas Hukum Unand dan mendapat amanah untuk mengembangkan karir di pengembangan sumber daya manusia Polri.

Kasat Lantas Polres Solok Selatan, Iptu Mardianto mendapat tugas baru sebagai Kanit 1 Silaka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sumbar. Penggantinya adalah AKP Dwi Yulianto, SH, S.IK yang sebelumnya adalah Kanit 2 Silaka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sumbar.

Kapolsek Payung Sekaki Polres Solok, Iptu Mukhlis, diangkat sebagai Kanit Binmas Polsek Kota Solok. Kapolsek Lembah Gumanti Iptu Amin Nurasyid diangkat menjadi Kapolsek Payung Sekaki. Posisi yang ditinggalkan Amin diisi oleh Iptu Evi Wansri yang sebelumnya adalah Kapolsek Pantai Cermin. Kapolsek Partai Cermin diisi oleh Iptu Yenpi Sabareni, yang sebelumnya ada Panit 2 Unit Binmas Polsek Lubuk Kilangan Polresta Padang. (PN-001)

GAYA HIDUP

FOKUS

GAYA HIDUP

OLAH RAGA

POLITIK

© Copyright 2019 PATRONNEWS | All Right Reserved