PATRONNEWS

PERISTIWA

Ads

NUSA

PILKADA

POLITIK

SOLOK RAYA

Sunday, September 15, 2019

F-Kuwas: Pemkab Solok Lemah dalam Sosialisasi TdS 2019


SOLOK - Meski iven balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2019 hanya tinggal hitungan pekan, namun gebyar dan sosialisasi dari Pemkab Solok sangat minim. Sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Solok, mulai mengeluhkan minimnya sosialisasi iven sport tourism terbesar di Sumbar tersebut. Bahkan sejumlah wartawan di Kabupaten Solok dan Kota Solok, merasa seakan ditinggalkan jelang gelaran iven. Hal itu terbukti, dengan belum adanya pertemuan antara Pemkab Solok dengan insan pers di Solok, membahas sosialisasi TdS 2019.

Ketua Forum Komunikasi Wartawan Solok (F-Kuwas), Raunis Natase, menyatakan peran Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Solok dalam gebyar TdS 2019 sangat minim. Menurut pria yang akrab disapa Roni Natase tersebut, masyarakat Kabupaten Solok dan Kota Solok baru tahu TdS saat media di Kabupaten Solok dan media nasional menghebohkan TdS 2019 tidak melewati kawasan Singkarak.

"Kabupaten Solok adalah rumahnya Tour de Singkarak. Ikon tersebut harus abadi di sini. Pemkab Solok lemah dalam sosialisasi. Seolah-olah tidak memandang ini sebagai ajang internasional. Padahal tujuan awal TdS adalah untuk memperkenalkan pariwisata di Kabupaten Solok dan Sumbar. Masyarakat bisa melihat sendiri saat ini, iven hanya tinggal hitungan minggu, namun tidak ada sosialisasi berupa spanduk, umbul-umbul, baliho dan iven pendukung TdS. Bahkan, Pemkab Solok belum sekalipun bertemu dengan insan pers Kabupaten Solok membahas TdS ini. Baik secara formal maupun informal. Seolah-olah TdS 2019 ini tidak ada atau sekadar numpang lewat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Roni Natase menyebutkan, sejak iven perdana pada 2009, Kabupaten Solok tidak pernah absen. Bahkan di iven perdana itu, Dermaga Singkarak menjadi tempat start sekaligus finish etape pamungkas. Di saat itu, menurut Roni, di Kabupaten Solok digelar sangat banyak iven yang membuat daerah saat itu sangat ramai. Salah satunya iven Featival Singkarak Danau Kembar (FSDK) yang saat itu mampu memecahkan dua rekor MURI.

"Sangat miris dan sangat disayangkan. Saat ini, gebyar TdS meredup dengan kurangnya sosialisasi dari Pemkab Solok. Contoh kecil saja, berapa banyak masyarakat Solok yang tahu, bahwa logo Tour de Singkarak sudah berubah tahun ini?," ungkapnya.



Gelaran TdS 2019 merupakan kali ke-11 di Sumbar, beberapa waktu lalu menjadi berita heboh. Pasalnya, dari jadwal dan rute sementara yang dikeluarkan Panpel, tidak satupun rute yang melintasi kawasan Danau Singkarak. Bahkan dari 9 etape yang direncanakan, Kabupaten Solok sebagai salah satu penggagas TdS, hanya kebagian secuil rute. Yakni etape VI dari Arosuka ke Muaro Labuh. Setelah jadwal dan rute tersebar luas, Dinas Pariwisata Sumbar dan Pemkab Solok jadi saling tuding.

Awalnya, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian, menyebutkan bahwa Etape VI Tour de Singkarak 2019, yang menurut rencana start di Kabupaten Solok dan finish di Kabupaten Solok Selatan, adalah usulan dari Pemkab Solok. Yakni mengusulkan pemindahan start, dari semula di Dermaga Singkarak ke Taman Hutan Kota Wisata (THKW) Arosuka. Akibat pemindahan titik start, kawasan Danau Singkarak tidak dilewati pebalap. Karena jika harus mengitari Danau Singkarak, jarak lintasan menyentuh angka 250 kilometer ke Solok Selatan.

Hal ini ditanggapi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Solok Saiyo Sakato (S3) dan Bupati Solok Gusmal Dt Rajo Lelo. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Solok Saiyo Sakato, Eddie Moeras, menegaskan tidak benar rute TdS 2019 yang tidak melintasi kawasan Singkarak, adalah permintaan dari Bupati Solok, Gusmal Dt Rajo Lelo. Menurut Eddie Moeras dalam rilisnya, permintaan start TdS 2019 di Arosuka sudah benar, sekaligus untuk memperkenalkan ibu kota Kabupaten Solok ke nasional maupun mancanegara.

"Untuk itu sekiranya ada rute yang dipersingkat sehingga tidak melebihi batas pebalap sepeda, namun tidak menghilangkan rute melewati Danau Singkarak sebagai ikon pariwisata Kabupaten Solok khususnya dan Sumbar umumnya. Namanya juga Tour de Singkarak, masa tidak melewati Danau Singkarak ya," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Solok Gusmal Dt Rajo Lelo melalui Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Nasripul Romika, membantah kalau bupati Solok yang meminta pemindahan rute TdS. Nasripul menjelaskan bahwa Pemkab Solok memang meminta agar lokasi start di Kabupaten Solok dilakukan di Taman Hutan Kota Wisata (THKW) di Arosuka.

"Jadi bukan meminta agar jangan lewat Singkarak. Tapi kita meminta agar start etape di THKW. Tawaran itu, ditujukan agar Arosuka lebih dikenal masyarakat luas," kata Nasripul, melalui selulernya, Selasa (10/8).

Nasripul juga menegaskan bahwa survey rute TdS dilakukam sepenuhnya oleh tim Union Cycliste Internationale (UCI. Nasripul yang merupakan Kabag Humas Pemkab Solok saat TdS perdana pada 2009, menyatakan tim UCI telah melakukan dua kali survey. Dari berbagai pertimbangan, tim UCI menurutnya mendukung usulan supaya Arosuka dijadikan lokasi start. (rijal islamy)

Granat: Indonesia Sudah Bencana Narkoba, Bukan Lagi Darurat Narkoba


LAMPUNG - Ketua DPD GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkotika) Provinsi Lampung H.Tony Eka Candra memberikan materi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap narkotika (P4GN) dalam rangka Program Orientasi Perguruan Tinggi (Propti) Tahun Akademik 2019/2020 di Kampus Universitas Tulang Bawang (UTB) Bandar Lampung, Sabtu (14/9/2019).

Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor UTB DR. Agus Mardianto, MM., Wakil Rektor 1 Suhaimi, S.Sos.,M.Kom., Wakil Rektor 2 DR.Hasan Basri, S.Sos., M.Si dan Wakil Rektor 3 Riza Yudha Patria, SH.,M.Kn. Turut hadir juga mendampingi Ketua Harian Granat Lampung Drs.Rusfian,MIP, Konselor Granat Lampung Rachmat Cahya Aji, Kepala Sekretariat Granat Lampung Nazirhan,SH dan Jajaran Pengurus lainnya.

Dalam paparannya, Ketua DPD GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkotika) Provinsi Lampung H.Tony Eka Candra mengupas habis dan merasa prihatin, bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi sasaran empuk pasar besar peredaran dan perdagangan narkoba di dunia, hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pengguna yang mencapai 18 ribu orang meninggal dunia sia-sia setiap tahunnya.



Tony yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Lampung ini menjelaskan, Jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan adalah Ganja, Ekstasi dan Sabu, yang menyasar pada kelompok yang awalnya hanya mencoba pakai terutama kelompok Pelajar, Mahasiswa dan kelompok Pekerja usia produktif.

Memang bisnis haram ini sangat menggiurkan bagi kelompok tertentu karna perputaran uang yang sangat besar, hal ini sesuai dengan hukum pasar, permintaan semakin besar mengakibatkan suplay yang semakin besar pula.

Sebab itu, Pemerintah sudah menabuh genderang perang untuk mencegah dan melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang belakangan ini terus mengalami peningkatan, bahkan penggunanyapun semakin beragam, lintas usia dan lintas profesi.

"Indonesia saat ini sudah bukan lagi Darurat Narkoba, tetapi sudah Bencana Narkoba," imbuh Tony dihadapan 543 Mahasiswa yang hadir, Sabtu (14/9/2019).



Menurutnya, meningkatnya penggunaan narkoba di Indonesia, karna kurangnya pemahaman tentang bahaya dari penyalahgunaan narkoba itu sendiri, dibarengi dengan kurangnya kepedulian masyarakat, dan terkadang aspek penegakan hukumnyapun masih lemah dan tidak berpihak pada rasa keadilan masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, Tony yang juga ketua PD VIII FKPPI Provinsi Lampung ini menilai Pemerintahpun dianggap gagal untuk mencegah masuknya barang haram tersebut ke Indonesia, dan belum berhasil dalam upaya melakukan rehabilitasi bagi pecandu yang jumlahnya semakin meningkat.

"Begitu banyaknya pintu masuk yang tidak resmi, terutama dari jalur laut, karna luasnya bentangan pantai di Indonesia, hingga banyak yang tidak terpantau oleh aparat penegak hukum kita, bisa masuk dari pelabuhan-pelabuhan tikus yang jumlahnya sangat banyak," terangnya.

Pemegang sabuk hitam (DAN VI) Karateka ini mengatakan, pengguna narkoba saat ini, sekitar 5,9 juta jiwa secara nasional, 128.529 jiwa di Provinsi Lampung, 22 persen di antaranya adalah para pelajar dan mahasiswa calon penerus generasi bangsa, sebagian lagi masih dalam usia produktif. Pecandu narkoba tersebut sebagian kecil saja yang dapat pulih kembali kepada kehidupan normal, karena sebagian berakhir idiot dan menjadi beban keluarga, beban masyarakat sekaligus beban negara, bahkan banyak yang menunggu kematiannya.

Penyalahguna Narkoba di Provinsi Lampung menempati urutan ke-3 dari 10 Provinsi di Sumatera, dan urutan ke-8 dari 34 Provinsi di Indonesia. dengan jumlah penyalahguna sebanyak 128.529 jiwa.

"Setiap hari 50 orang mati sia-sia karena narkoba, bahkan mencapai 18 ribu orang setiap tahunnya" ungkapnya.



Oleh sebab itu, diperlukan metode yang masif terpadu dan berkesinambungan. dalam rangka mencegah kejahatan, peredaran gelap, dan penyalahgunaan narkoba, selain itu juga dibutuhkan sinergi, peran aktif dan pendayagunaan seluruh komponen dan potensi bangsa, serta dukungan dan partisipasi dari segenap lapisan masyarakat dalam menghadapi bencana narkoba, menuju Indonesia yang sehat dan bebas narkoba

Menurutnya, ada empat metode yang harus dilakukan secara bersamaan. Pertama Preemtif, dengan melakukan cegah dini untuk menyampaikan informasi yang seluas luasnya kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, agar timbul kesadaran untuk tidak menggunakannya, upaya ini biasa disebut "KIE" Komunikasi, Informasi dan Edukasi, tuturnya.

Kemudian Preventif, yaitu upaya mencegah masuknya barang haram narkoba ke Indonesia, baik melalui jalur darat, bandara, pelabuhan, dan pintu-pintu masuk pelabuhan tikus disepanjang bentangan pantai yang ada di Indonesia.

"Kurangnya aparat penegak hukum, bisa dilakukan upaya dengan melibatkan partisipasi dan dukungan masyarakat," imbuhnya.



Upaya preventif ini juga dapat dilakukan dengan cara razia secara berkesinambungan terhadap tempat-tempat yang rentan dan biasa dijadikan tempat transaksi narkoba.

Kemudian Represif, yaitu upaya penegakan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, di dalam upaya ini harus ada sinergi dan konsistensi antara Kepolisian, BNN, Jaksa serta Hakim dalam menegakkan Hukum.

"Para produsen, sindikat, bandar dan pengedar narkoba yang merupakan musuh bangsa dan musuh negara sekaligus musuh umat manusia, harus dihukum seberat-beratnya dengan hukuman mati, hal ini dilakukan agar menjadi efek takut bagi yang ingin mencoba menjadi bandar atau pengedar narkoba" jelasnya lagi.

Terakhir Rehabilitasi, upaya ini dilakukan bagi para pecandu, yang sudah ketergantungan terhadap narkoba, metodenya dengan rehabilitasi medis, psikis dan sosial. Upaya ini harus dilakukan terpadu dan terintegrasi.

Tony meyakini, dengan metode tadi apabila dilakukan secara masif, terpadu dan berkesinambungan serta didukung oleh segenap komponen dan potensi bangsa dan masyarakat, maka peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika ini semakin hari, akan semakin kecil.

Ketua DPC Organda Bandar Lampung ini juga mengajak kepada segenap lapisan masyarakat serta komponen dan potensi bangsa untuk turut serta membantu pemerintah dan aparat penegak hukum. Karena tanggung jawab terhadap pemberantasan peredaran gelap dan penyalagunaan narkoba ini, bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab segenap komponen dan potensi bangsa serta masyarakat Indonesia.

"Jika semua lapisan masyarakat serta segenap komponen dan potensi bangsa bersatu padu dalam mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba, maka masuknya barang haram tersebut dapat dicegah, dan akan mempersempit ruang gerak para pengedar dan bandar narkoba, sehingga cita-cita Indonesia yang sehat dan bebas narkoba dapat diwujudkan," pungkasnya. (seno aji)

Saturday, September 14, 2019

Nofi Candra Ketua Iluni SMPN 2 Kota Solok


SOLOK - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal Sumbar, H. Nofi Candra, SE, terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni (Iluni) SMPN 2 Kota Solok, dalam Mubes Iluni, Sabtu (. Senator asal Solok tersebut meraih 19 suara dari 23 angkatan yang memiliki hak suara. Nofi unggul telak dari dua calon lainnya, Efriyon Coneng yang meraih 3 suara dan Bestari yang meraih 1 suara.

Pemilihan Ketua Iluni SMPN 2 Kota Solok, terbilang sangat meriah. Pasalnya, di samping ini merupakan Musyawarah Besar (Mubes) alumni perdana sejak sekolah beroperasi pada tahun 1952, SMPN 2 Kota Solok telah melahirkan para alumni yang berkiprah di tingkat nasional, Sumbar, Kabupaten Solok dan Kota Solok. Di antaranya Prof Fasli Jalal, mantan Wakil Menteri Pendidikan, yang kini menjadi Rektor Universitas Yaspi Jakarta. Kemudian Syahrul Ujud, mantan Walikota Padang yang kini menjadi Staf Khusus Wakil Presiden, dan Nofi Candra, Anggota DPD RI asal Sumbar.

Di tingkat Sumbar, Kabupaten Solok dan Kota Solok, alumni SMPN 2 Kota Solok pernah memimpin DPRD Kabupaten Solok, yakni Hardinalis Kobal pada periode 2014-2019. Bahkan, saat ini, di DPRD Kota Solok, sebanyak 5 alumni duduk sebagai anggota dewan. Yakni, Ketua DPRD Yutris Can (Partai Golkar), Wakil Ketua DPRD Efriyon Coneng (PAN), serta tiga anggota DPRD, yakni Hendra Saputra (PBB), Ramadhani Kirana Putra (Partai Golkar) dan Irwan Sari'in (PKPI). Sebelumnya, pada periode 2014-2019, juga ada dua mantan legislator di DPRD Kota Solok. Yakni Wakil Ketua DPRD Irman Yefri Adang (PAN) dan Herdiyulis (PPP).

Nofi Candra menyatakan pihaknya siap mengemban amanah untuk memimpin alumni SMPN 2 Kota Solok. Nofi menegaskan, terpilih menjadi Ketua Alumni SMPN 2 Kota Solok perdana, merupakan sebuah amanah. Keberadaan Iluni menurutnya harus mampu memberikan efek positif pada pengembangan dan kemajuan sekolah.

"Keberadaan Iluni, merupakan wujud kecintaan kepada sekolah. Sebab, dari sekolah inilah karakter, pengetahuan dan sikap terbentuk. Apa yang kita dapat sekarang, merupakan salah satu efek dari pendidikan yang pernah kita jalani di sekolah," ungkapnya.

Nofi Candra juga mengharapkan seluruh alumni bisa berperan aktif meningkatkan kualitas sekolah, berdasarkan bidang tugasnya saat ini. Menurutnya, para alumni SMPN 2 Solok tersebar di berbagai daerah dan beragam profesi.

"Seluruh alumni diharapkan bisa berkontribusi positif sesuai bidang profesinya masing-masing. Yakni untuk kemajuan sekolah," ungkapnya.

Alumni SMPN 2 Kota Solok Tahun 1998 mempertontonkan keakraban dengan menikmati "Katan Durian" di SMPN 2 Kota Solok, Sabtu (14/9/2019).


Sementara itu, Ketua Pelaksana Mubes Iluni SMPN 2 Kota Solok, Efriyon Coneng, menyatakan Mubes perdana ini dirangkai dengan peringatan berdirinya SMPN 2 Kota Solok ke-67. Menurutnya, setelah melakukan napak tilas di SMPN 2 Kota Solok, sekolah yang beralamat di Jalan Cindur Mato, Kelurahan Tanjung Paku, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok tersebut sudah mengalami perkembangan yang luar biasa. Namun, tetap saja masih ditemukan banyaknya kendala dalam proses belajar mengajar. Salah satunya adalah ketersediaan perangkat komputer untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

"Perkembangan SMPN 2 Kota Solok sudah sangat luar biasa. Apalagi jika dibandingkan dengan saat kami belajar dulu. Namun, salah satu kendala yang kini dihadapi dan harus cepat diusahakan saat ini adalah ketersediaan komputer untuk UNBK. Kita harapkan dalam Mubes perdana ini, kendala ini segera dapat dicarikan solusinya," ungkap alumni tahun 1987 ini.

Efriyon Coneng juga menyatakan Mubes perdana yang mengambil tema; "Marantang Sayang, Marajuik Tali Silaturahim", bisa menjadi momentum bagi alumni memberikan sumbangsih bagi sekolah, berdasarkan bidangnya masing-masing. Sehingga, SMPN 2 Kota Solok bisa lebih maju ke depannya.

"Misalnya, alumni yang dilegislatif, dengan anggaran 20 persen APBD untuk pendidikan, dengan 5 anggota DPRD Kota Solok, bisa memberikan efek positif bagi Kota Solok," ungkapnya.



Mubes dan temu alumni SMPN 2 Kota Solok diisi dengan berbagai kegiatan. Yakni pertandingan olahraga, kesenian, lomba pidato, napak tilas, donor darah, jalan sehat, dan peletakan batu pertama pembangunan Masjid SMPN 2 Kota Solok.

Temu alumni juga dimanfaat sebagai ajang nostalgia sesama angkatan dan noatalgia dengan guru-guru yang telah pensiun. Pertemuan para anak didik dan guru-guru tersebut berlangsung sangat akrab. Terutama anak-anak yang terbilang "nakal" dengan guru yang "pamberang".

"Saya ketemu dengan Pak Mansyur (Guru Fisika). Ternyata, marah beliau dulu, terasanya saat ini. Marah seorang guru, ternyata adalah sebuah pendidikan karakter dan mental. Kini baru kita sadari, dulu marah, ternyata bukan benci, tapi karena ingin membina karakter dan sayangnya kepada kita," ungkapnya. (rijal islamy)

Operasi Patuh Tuntas, 617 Kendaraan Ditilang di Wilkum Polres Solok Kota


SOLOK - Operasi Patuh Singgalang 2019 telah digelar di wilayah hukum Polres Solok Kota, sejak tanggal 29 Agustus 2019, berakhir Rabu (11/9/2019) pukul 24.00 WIB. Operasi patuh yang sasarannya adalah pengendara sepeda motor roda dua yang melawan arus, plat nomor tidak sesuai aslinya, pembonceng tidak memakai helm atau dua-duanya, melanggar lampu merah, melanggar marka jalan dan garis stop, naik motor lebih dari dua orang, tidak menyalakan lampu di siang hari dan kelengkapan lainnya.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan melalui Kasat Lantas Iptu Sugeng Riadi, menyatakan selama Operasi Patuh 2019 di wilayah hukum Polres Solok Kota, dilakukan penilangan terhadap 617 kendaraan dan 137 teguran. Sugeng Riadi menyatakan pelanggaran terbanyak adalah pengemudi sepeda motor yang tidak menggunakan helm pengaman mencapai 255 pelanggaran, 84 pelanggaran pengendara kendaraan bermotor masih di bawah umur dan 37 pelanggaran pengemudi melawan arus.

"Selama operasi juga diambil tindakan terhadap 73 pelanggaran pengemudi tidak memakai safety belt dan 168 pelanggaran tidak lengkap surat kendaraan, seperti STNK dan pajak kendaraan yang habis masa berlakunya," ungkapnya.

Sugeng Riadi juga menyatakan selama operasi, barang bukti yang disita sebanyak 617 buah terdiri dari SIM sebanyak 198 lembar, STNK 190 lembar dan kendaraan bermotor sebanyak 229 unit. Sementara untuk jumlah kecelakaan selama operasi patuh berjumlah 2 kejadian dengan korban 4 orang dan kerugian materil sebanyak Rp. 1.200.000 (satu juta dua ratus ribu rupiah)

"Kendaraan yang diambil tindakan tilang selanjutkan melaksanakan sidang di pengadilan dan membayar denda tilang pada bank. Kemudian, pengendara atau pengemudi mengambil barang bukti yang ditahan di Satlantas Polres Solok Kota," ujarnya.

Sugeng Riadi juga mengatakan, meskipun Operasi Patuh Singgalang 2019 sudah berakhir, namun pengendara atau pengemudi kendaraan bermotor daerah itu diimbau agar benar-benar mematuhi aturan sehingga tercipta tertib berlalu lintas.

"Pihak kepolisian tetap mengambil tindakan terhadap pelanggaran karena berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas seperti pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi melawan arus, dan  pengendara kendaraan bermotor masih di bawah umur," tegasnya. (PN-001)

Friday, September 13, 2019

Irjen Fakhrizal: Orang Tua Faktor Kunci Tangkal Narkoba dan LGBT


Saya sudah Jenderal begini saja masih diingatkan shalat oleh ibu saya. Waang jan lupo-lupo shalat ndak Zal.

PADANG - Orang tua harus bisa mencegah penyalahgunaan narkoba dan prilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dengan cara membangun komunikasi yang intens dengan si anak, agar setiap perubahan yang terjadi bisa dideteksi sedini mungkin. Hal itu disampaikan Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal saat didaulat jemaah untuk memberikan pengarahan, seusai salat Subuh berjamaah. Masjid Taqwa Lolong Belanti Kecamatan Padang Utara, Kamis (12/9).

Menurut Jenderal bintang dua itu, rumah lah yang mampu menangkal dua hal yang mengkhawatirkan tersebut.

"Polda, sampai ke Polsek sudah sering melakukan penyuluhan-penyuluhan ke sekolah-sekolah, tapi tentu saja peran orang tua yang lebih besar. Dan jika perbuatan tersebut tetap dilakukan, maka tentu saja ada sanksi hukumnya," sebut Kapolda menggugah jemaah terutama para ibu.

Di samping persoalan narkoba dan LGBT tadi, Kapolda Fakhrizal, menyampaikan empat kunci sukses dalam menjalani hidup. Pertama, bagaimana Rukun Iman dan Rukun Islam itu harus diaplikasikan.

"Kita harus ingat Allah, dan shalat jangan sampai ditinggalkan," tuturnya. Kedua, bagaimana menghargai orang tua. Kita harus ingat orang tua kita. Saya sudah Jenderal begini saja masih diingatkan shalat oleh ibu saya. Waang jan lupo-lupo shalat ndak Zal. Begitulah sayang orang tua kepada kita, jadi kita jangan pernah lupa," ingat Kapolda.



Kemudian ketiga, lanjut putra Kamang Kabupaten Agam yang melekat julukan "Kapolda Ninik Mamak" kepadanya, yakni bagaimana harus ingat keluarga, isteri dan anak-anak. Sebab doa isteri dan anak sangat berperan untuk kesuksesan. Terakhir, ingat lingkungan tempat tinggal dan tempat bekerja.

Disampaikan juga oleh Kapolda, bahwa Shalat Subuh berjamaah sering ia lakukan dari masjid ke masjid. Hal itu, di samping memperkuat ibadah, juga ingin bersilaturahmi dengan warga, dan sekaligus mendengar secara langsung aspirasi yang berhubungan dengan bidang tugas kepolisian.

Kapolda Irjen Pol Fakhrizal datang ke Masjid Taqwa Lolong Belanti didampingi Dirbinmas, Kapolsek Padang Utara dan staf lainnya. Tak disangka di antara jemaah Subuh, Kapolda bertemu dengan teman orang tuanya, semasa tinggal di Rindam dulunya.

Sementara itu, salah seorang jemaah, Patra Rina Dewi mengungkapkan bahwa pengurus dan jemaah masjid seperti tak percaya orang nomor satu di Polda Sumbar itu ikut salat Subuh berjamaah bersama mereka.

"Walaupun beliau berpesan supaya tak boleh repot-repot, tetapi ibu-ibu tetap menyiapkan sarapan kacang padi plus roti," sebutnya.

Cukup lama Kapolda beramah tamah dengan jemaah. Hampir dua jam, dan menurut Patra selama itu pula senyuman menghiasi wajah Kapolda dan wajah jemaah.

"Satu hal yang menjadi catatan oleh jemaah Masjid Taqwa bahwa Sang Jenderal sangat menghargai orang lain tanpa memandang status dan jabatan," pungkas Patra yang seorang aktivis Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) itu. (PN-001)

Kabau Sirah Tersungkur Dipatok Elang Jawa di Kandang Sendiri


PADANG - Semen Padang kalah tipis 0-1 dari tamunya PSS Sleman dalam laga pekan ke-18 Shoppe Liga 1 2019 di Stadion Haji Agus Salim, Jumat (13/9/2019). Gol kemenangan PSS dibuat Sidik Saimima pada menit ke-83. Dengan tambahan tiga angka ini, Elang Jawa (jukukan PSS) menembus posisi keempat klasemen Liga 1 2019 dengan raihan 27 poin hasil dari 18 kali bertanding. Sementara itu, Semen Padang masih ada di posisi paling buncit dengan koleksi 11 poin.

Di laga yang berlangsung sengit tersebut, Semen Padang sebenarnya terus mengurung pertahanan PSS pada 15 menit pertama. Namun, upaya Irsyad dan Yogi masih mudah dimentahkan bek lawan.

Pada menit ke-20 Apriyogi yang lepas dari kawalan dijatuhkan di dalam kotak penalti. Namun, wasit tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.

PSS Sleman, yang terus mendapat tekanan, hanya sesekali melakukan serangan balik. Tapi, usaha mereka juga selalu kandas di pertahanan Semen Padang.

Semen Padang nyaris membuka keunggulan menit 36. Tapi, tendangan Irsyad dari luar kotak penalti masih membentur tiang gawang.

Jelang babak pertama berakhir, Semen Padang memperoleh tendangan bebas di depan kotak penalti. Irsyad yang mengambil eksekusi gagal memanfaatkannya dengan baik.

Babak Kedua

Seperti di babak pertama, Semen Padang lebih banyak menguasai permainan. Tapi, mereka juga belum mampu mencetak gol. Bahkan, pada menit ke-52 lewat serangan cepat PSS Sleman berhasil menjebol gawang Teja Paku Alam. Namun, gol Haris Tuharea dianulir wasit karena posisinya dianggap offside.

Giliran Semen Padang yang mendapat peluang emas. Namun, tendangan Apriyogi terlalu lemah sehingga bola diamankan kiper PSS Sleman dengan mudah. Peluang kembali didapat PSS Sleman pada menit ke-65. Bokhasvili berhasil melewati beberapa pemain Semen Padang gagal meneruskan bola dengan baik.

Usaha pemain PSS Sleman akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-83. Memanfaatkan kelengahan bek Semen Padang, Sidik Saimima berhasil menjebol gawang tim tuan rumah.

Tertinggal satu gol, Semen Padang mencoba lebih meningkatkan tekanan. Tapi, hingga laga usai mereka gagal mencetak gol balasan. (*/PN-001)

Susunan Pemain
SEMEN PADANG (4-2-3-1): Teja Paku Alam (kiper); Dedi Gusmawan, M. Rifqi, Boas Atururi, Agung Preasetyo, Yoo Hyun Koo, Irsyad Maulana, Leo Guntara, Manda Cingi, R. Setiawan, A.Yogi.

PSS SLEMAN (4-4-2): Ega Rizky (kiper); Alfonso De La, J.Sukmara, I.Ciptadi, D.Rachman, Guilherme, Sidik Saimima, R. Kambuaya, Yevhen Bokhasvili, Haris Tuharea, R. Perkasa.

Semen Padang FC Datangkan Pelatih Asing Asal Portugal, Eduardo Almeida


PADANG - Manajemen Semen Padang FC mengakhiri masa tugas Pelatih Kepala, Welliansyah, di tim Kabau Sirah. Berada di juru klasemen Liga 1, manajemen mendatangkan pelatih impor asal Portugal, Eduardo Almeida. Pelatih yang memiliki Lisensi Kepelatihan UEFA A Pro ini, ditargetkan membawa Semen Padang FC selamat dari degradasi Liga 1 2019. Almeida menjadi pelatih asing asal Eropa kedua yang membesut Semen Padang FC, setelah pelatih asal Moldova, Arcan Iurie Anatolievici, pada musim 2009-2010. Saat itu, Arcan Iurie berhasil membawa Kabau Sirah promosi dari Divisi Utama ke ISL (Indonesian Super League) 2010-2011. Mungkinkah Almeida mampu mengikuti jejak Arcan Iurie, atau justru ikut menjadi bagian keterpurukan Kabau Sirah musim 2019-2020 ini?

Selain mendatangkan beberapa pemain baru dibursa transfer pertengahan musim 2019, managemen tim Semen Padang FC juga mendatangkan Pelatih Kepala baru untuk menukangi tim mengarungi putaran kedua Shopee Liga 1 2019.

Menangani Semen Padang FC, akan menjadi awal karir Eduardo Almeida di Indonesia. Sebelumnya, Eduardo menangani tim Ubon United di kompetisi liga Thailand. Selain itu, beberapa tim di Asia juga pernah tangani Eduardo. Seperti Melaka United (Malaysia), T-Team (Malaysia), South China (Hongkong), Lenexang United (Laos) dan beberapa klub di Portugal dan Tanzania.

Eduardo Almeida sendiri sudah tiba di Padang sore ini, Kamis (12/9) dan langsung memantau latihan tim Semen Padang FC di Lapangan Sepakbola Semen Padang.

Chief Executive Officer (CEO) Semen Padang FC, Hasfi Rafiq yang ikut mendampingi Eduardo menyebutkan mendatangkan pelatih asing sebagai bentuk keseriusan tim untuk berbenah dan keluar dari zona merah. Rafiq menyebutkan Eduardo dinilai adalah sosok yang cocok untuk berkolaborasi dengan Weliansyah dan jajaran tim kepelatihan.

"Kita ingin memperbaiki tim secara keseluruhan sebagai bentuk keseriusan kita berbenah diputaran kedua. Dari hasil evaluasi dan pemahaman kita bersama bukan saya saja sebagai manajemen tim, kita perlu memperkuat tim termasuk tim kepelatihan. Dengan adanya pelatih baru mungkin akan ada poin-poin tersendiri bagi dia untuk membangun tim," ujarnya dikutip situs resmi semenpadangfc.co.id.

Rafiq menyatakan Eduardo adalah pelatih yang bagus dan juga sudah mengetahui banyak tentang Semen Padang FC. Mungkin selama ini sudah melihat info, searching berita tentang tim.

"Kita harapkan dia akan memiliki metode tersendiri untuk membangun tim dengan dibantu tim pelatih yang ada dan bisa membawa tim ini keluar dari zona degradasi," tambahnya.

Rafiq menambahkan, Eduardo tentunya membutuhkan waktu untuk bisa menyusun tim sesuai dengan formasi yang diinginkannnya. Selain itu, Eduardo baru akan dikenalkan beberapa hari ke depan setelah semua dokumennya beres.

"Eduado hari ini baru datang dan kita sempat berdiskusi. Yang jelas dia akan sangat memperhatikan materi tim yang ada sekarang untuk mempersiapkan taktik dan strategi dia ke depan. Mungkin butuh waktu beberapa hari untuk dia mempelajari tim. Kita akan segera menyelesaikan semua dokumen yang dibutuhkan dan meresmikan dia sebagai pelatih kepala tim," ujarnya. (PN-001)



Biodata Eduardo Almeida

Nama Lengkap: Eduardo Filipe Arroja Almeida
Tempat Lahir: Lisboa, Portugal
Tanggal Lahir: 22 Maret 1978 (usia 41 tahun)
Tinggi: 1,76 m
Pendidikan: Universidade Lusófona de Humanidades e Tecnologias
Lisensi Kepelatihan: UEFA Pro Licence

Karir Kepelatihan :
2001–2003 : Benfica U16 (Assistant manager)
2003–2004 : Benfica U16
2004–2005 : União Almeirim U19
2005–2007 : Atlético do Cacém (Assistant manager)
2007–2008 : South China (Assistant manager)
2008–2009 : Atlético do Cacém
2009–2010 : African Lyon
2010–2011 : Real (Assistant manager)
2011–2012 : Naval (Assistant manager)
2012–2013 : A.S.C.
2013–2014 : T-Team
2014 : Kozármisleny
2014 : African Lyon
2014–2015 : Lanexang United
2015–2016 : Pinhalnovense
2016 : Angrense
2017–2018 : Melaka United
2018–2019 : Ubon United

GAYA HIDUP

FOKUS

GAYA HIDUP

OLAH RAGA

POLITIK

© Copyright 2019 PATRONNEWS | All Right Reserved