PATRONNEWS

PERISTIWA

Ads

NUSA

PILKADA

POLITIK

SOLOK RAYA

Wednesday, December 11, 2019

58 Calon Panwascam Kota Solok Lulus Seleksi Administrasi, Ini Daftarnya!


SOLOK - Sebanyak 58 Calon Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dinyatakan lulus seleksi administrasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solok. Terdiri dari 36 orang dari Kecamatan Lubuk Sikarah dan 22 orang dari Kecamatan Tanjung Harapan. Mereka akan menjalani tes tertulis dan wawancara untuk menentukan masing-masing tiga orang Anggota Panwascam dari dua kecamatan di Kota Solok.

Ujian tertulis akan dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 13 Desember 2019 pukul 13.30 WIB di Gedung SMKN 1 Kota Solok. Ujian wawancara akan dilaksanakan pada Sabtu-Selasa (14-17 Desember 2019), pukul 08.00 WIB di tempat yang sama.

Uniknya, dari 58 calon yang dinyatakan lulus, mereka berasal dari berbagai latar belakang. Seperti guru honorer, pegawai honorer, PNS, wiraswasta, eks mahasiswa, ibu rumah tangga, pengacara, hingga pensiunan. Sebelumnya, mereka melakukan pendaftaran dan melengkapi berkas sejak 27 November hingga 3 Desember lalu. Mereka dinyatakan lulus berdasarkan SK Nomor: 35/Bawaslu-Prov.SB.19/KP.01.00/XII/2019.



Ketua Bawaslu Kota Solok, Triati, S.Pd, mengungkapkan pihaknya sangat barayukur dengan tingginya antusiasme masyarakat mendaftar sebagai Panwascam. Menurutnya, hal ini merupakan bukti bahwa animo masyarakat sangat tinggi untuk menyukseskan Pilkada 2020 mendatang. Triati berharap agar semua pihak terkait juga ikut serta dalam meningkatkan pengawasan pemilihan Wali Kota Solok. Karena menurutnya kesuksesan yang telah dicapai oleh lembaganya pada Pemilu 2019, tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak.

"Kami mengajak kepada semua pihak untuk kembali bersama-sama menyukseskan pengawasan Pemilihan Wali Kota Solok Tahun 2020 nanti, dan kami menyadari belum semua pihak/unsur yang dapat kami jangkau. Namun ke depan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk melibatkan semuanya," harapnya.

Ujian yang akan dijalani oleh seluruh calon anggota Panwascam berbentuk "Socrative Test" atau tes tertulis online. Hal ini seperti tes CPNS yang menggunakan sistem CAT (computer analysist test).

"Materi ujian tentang Kepemiluan. Seperti undang-undang terkait Pemilu, Peraturan KPU (PKPU), Peraturan Bawaslu, dan sebagainya. Kita harapkan semua peserta ujian, bisa mengikuti dengan persiapan yang cukup," harapnya.

Sesuai jadwal Bawaslu Pusat, calon Anggota Panwascam dari dua kecamatan di Kota Solok tersebut akan dilantik tanggal 22-23 Desember. Namun, Bawaslu Kota Solok mengagendakan pada tanggal 23-24 Desember. Yakni tiga orang untuk Panwascam Kecamatan Lubuk Sikarah dan tiga orang dari Panwascam Tanjung Harapan. (rijal islamy)

Monday, December 9, 2019

Ini Potret Obyek Wisata yang Dulu Populer, Kini Ditinggalkan


Liburan menjadi salah satu cara jitu untuk menyegarkan kembali pikiran dan semangat untuk kembali menghadapi segala rutinitas yang ada. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menghabiskan waktu liburan.
ADVERTISEMENT
Jalan-jalan ke luar negeri sepertinya bisa menjadi pilihan, tapi untuk itu kamu perlu menyiapkan bujet yang tak sedikit. Untuk menyiasatinya kamu bisa mengunjungi destinasi-destinasi wisata hits yang nggak kalah serunya.
Nah, bicara soal destinasi wisata di Indonesia, ternyata ada lho beberapa objek wisata yang hype abis, pada masanya. Namun, karena makin banyaknya objek-objek wisata baru yang bermunculan, perlahan-lahan membuat deretan objek wisata ini ditinggalkan.
Ya, dulu dipuja kini ditinggalkan. Yuk, intip lima objek wisata terbengkalai di Indonesia.
1. Kampung Gajah Wonderland
Mengusung konsep sebuah taman hiburan yang unik, Kampung Gajah Wonderland sempat hits pada masanya. Ada beragam wahana menarik yang bisa ditemukan di tempat ini seperti formula kart, delman royal, dan buggy family.
ADVERTISEMENT
Bisa dibilang Kampung Gajah Wonderland merupakan sebuah tempat wisata yang menawarkan tempat liburan terlengkap untuk keluarga.
Namun pada tahun 2017, taman bermain yang terletak di Bandung ini dinyatakan bangkrut dan ditinggalkan. Bahkan, beberapa waktu lalu taman hiburan ini sempat viral setelah beberapa wisatawan mengabadikan momen di tempat tersebut.
Ketika kamu mengunjungi tempat ini, kamu pun bisa menemukan wahana-wahana yang berserakan berantakan. Keheningan dan derit dari besi-besi bekas serta bangunan-bangunan terbengkalai pun menjadi pemandangan yang akan kamu temukan di tempat ini.
Meski cukup menyeramkan, ternyata ada beberapa wisatawan pecinta adrenalin yang berburu spot foto di sana.
2. Taman Festival Bali
Dahulu, objek wisata yang terletak di Pantai Sanur, Bali pernah menjadi primadona bagi wisatawan. Bahkan, tempat ini pernah jadi taman festival terbesar di Bali.
ADVERTISEMENT
Objek wisata yang dibangun pada tahun 1997 ini terdiri dari wahana permainan, kebun binatang, amfiteater, hingga wisata alam. Sayangnya, tempat ini ditutup dua tahun sejak dibuka, karena bangkrut.
Tempat ini pun kemudian ditinggalkan dan dibiarkan terbengkalai begitu saja. Kini, hanya tersisa bekas bangunan yang sudah tidak terawat.
Taman Festival Bali juga pernah terbakar pada tahun 2012 sehingga makin menambah kesan horor. Dinding-dinding bangunannya pun telah ditumbuhi semak belukar.
Kini tempat ini menjadi salah satu lokasi bagi mereka yang ingin menguji adrenalin. Selain itu, tempat ini juga menjadi buruan wisatawan bagi mereka yang ingin spot foto anti-mainstream.
3. Bounty Beach Club Bungalows
Berikutnya ada Bounty Beach Club Bungalows, Lombok. Hotel yang terletak di Gili Meno ini dulu pernah sangat berjaya di awal tahun 2000-an. Namun pasca-kepergian sang pemilik, hotel yang tadinya jadi tempat favorit wisatawan untuk menginap ini menjadi tak terawat.
ADVERTISEMENT
Bounty Beach Club Bungalows akhirnya ditinggalkan begitu saja bak rumah hantu. Kini hanya tersisa tiang-tiang kayu bangunan yang roboh dan usang serta ditumbuhi dengan lumut. Bangunan terbengkalai ini juga menyisakan kursi, meja, hingga kolam renang yang serba berantakan.
Tempat ini pun memiliki aura yang cukup menyeramkan, sehingga bisa membuat bulu kuduk siapa pun merinding ketika menginjakkan kaki di tempat ini.
4. Taman Rekreasi Bedugul Hotel
Dari Lombok bergeser sedikit ke Bali, kamu bisa menemukan tempat wisata lainnya yang juga ditinggalkan yaitu Taman Rekreasi Bedugul Hotel.
Terletak di kawasan Bedugul Bali, hotel ini kabarnya dibangun oleh salah satu keluarga Cendana. Ada yang bilang bahwa bangunan ini dimiliki oleh pengusaha asal Cina. Sayangnya, hingga kini siapa pemilik resmi hotel seram ini tak ada yang tahu pasti.
ADVERTISEMENT
Hotel yang diperkirakan telah berdiri sejak tahun 90-an ini belum sempat beroperasi. Pembangunannya pun bahkan tak rampung, karena ada beberapa bangunan yang dibiarkan terbengkalai begitu saja.
Konon, hotel ini sekarang jadi angker. Bahkan hingga mendapat julukan The Ghost Palace atau Istana Hantu. Keangkerannya pun sampai diberitakan media asing lho.
Banyak cerita yang menyelimuti tempat ini, mulai dari sosok pegawai yang meninggal di sana lantaran kondisi kerja yang tak layak. Arwahnya yang tak tenang kemudian gentayangan dan menjadi penunggu di hotel itu hingga sekarang.
Selain itu, cerita bahwa ada sosok gadis cantik berwajah oriental dengan rambut sepundak yang menggoda pemuda yang lewat situ pada tengah malam.
5. Taman Remaja Surabaya
Terakhir, Taman Remaja Surabaya menjadi salah satu destinasi yang cukup populer di Kota Pahlawan. Wahananya pun terbilang cukup lengkap, mulai dari boom-boom car, rumah hantu, hingga mini coaster bisa ditemukan di tempat tersebut.
ADVERTISEMENT
Taman bermain ini pun menjadi salah satu destinasi liburan favorit keluarga. Namun sayangnya, Pemerintah Kota Surabaya terpaksa menutup Taman Remaja Surabaya, karena dianggap tidak memenuhi beberapa syarat pembangunan. Akhirnya, tempat ini ditinggalkan begitu saja dan dibiarkan terbengkalai tanpa ada kejelasan dari pihak pengelola.
Kamu tertarik mengunjungi deretan tempat ini?
Sumber: kumparan.com

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Solok, Eri Kanser, Meninggal Dunia


SOLOK - Organisasi Kepemudaan (OKP) Pemuda Pancasila (PP) Kota Solok berduka. Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Solok, Asri Yani yang akrab disapa Eri Kanser, meninggal dunia, Senin Shubuh (9/12/2019). Eri Kanser meninggal saat menjalani perawatan intensif ddi salah satu rumah sakit di Kota Solok.

Ketua Dewan Penasehat MPC PP Kota Solok, Reinier Dt Mangkuto Alam, yang juga Wakil Walikota Solok, mengunggah kabar tersebut di akun media sosialnya.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmattulah adik kami, Eri Kanser/Ketua MPC PP Kota Solok Subuh tadi. Mohon kiranya sanak saudara memberikan maaf atas segala kekurangannya, semoga Allah memudahkan, melancarkan jalannya serta diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya..,"

Saat dihubungi, Reinier mengatakan jenazah akan dibawa ke rumah duka di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, dan selanjutnya disemayamkan di rumah duka di Payakumbuh.

"Kami, atas nama keluarga dan MPC PP Kota Solok, mengharapkan maaf dari seluruh masyarakat, kolega dan rekan-rekan Eri Kanser di manapun berada. Semoga semua amal ibadah mendapat balasan surga Allah," ungkap Reinier.

Sekilas Eri Kanser

Asri Yani yang akrab disapa Eri Kanser, menggebrak di Kota Solok dengan mengambil alih komando Pemuda Pancasila (PP) Kota Solok. Meski hanya tamat SD, pria yang akrab disapa Eri Kanser ini dipercaya memimpin PP Kota Solok secara aklamasi.

Pemuda Pancasila (PP) menjadi salah satu organisasi kemasyarakatan yang sangat disegani. Mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah. Keberadaan ormas yang sebelumnya adalah underbow (organisasi sayap) Partai Golkar ini, memasuki era baru dengan menjadi ormas. Pilihan menjadi ormas ini, membuat PP harus mandiri dan tidak terikat.

Di Kota Solok, keberadaan PP selalu mewarnai roda kehidupan di Kota Beras Serambi Madinah. Bahkan, dengan PP, sejumlah petingginya mampu menduduki posisi strategis. Sebut saja Noviardi Syam (mantan Ketua DPRD Kota Solok), Amnasmen (Ketua KPU Sumbar) hingga Yutris Can (Ketua DPRD Kota Solok). Berbagai kegiatan dilaksanakan mampu "mengambil hati" warga kota.

Naiknya Eri Kanser sebagai Ketua PP Kota Solok membuat buncah. Pasalnya, Eri dikatakan telah merobek tradisi selama ini, bahwa Ketua PP selalu "pejabat" dan tokoh politik di Kota Solok. Bahkan, posisi itu "diambil" Eri dari tangan Yutris Can yang saat ini merupakan Ketua DPRD Kota Solok saat ini. Eri Kanser malah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) pada 26 Maret 2018 lalu di Aula Kodim 0309 Solok. Yang paling disorot tentu saja riwayat pendidikan Eri yang hanya tamat SD dan latar belakangnya yang "orang balai".

Sebagai kader PP yang dikenal sangat militan, Eri Kanser yang bergabung dengan PP Kota Solok sejak 1993, mengaku dirinya sangat tersanjung dengan kepercayaan yang diberikan. Meski sudah menjadi rahasia umum, Ketua PP Kota Solok selalu terjun ke politik, Eri Kanser mengaku hal itu tidak pernah terniat di fikirannya. Bahkan sampai saat ini, Eri tidak pernah mengurus ijazah paket B dan paket C.

Mengenai latar belakangnya, Eri Kanser berasal dari anak seorang tentara pejuang. Sang ayah, Syamsuar Tailor adalah seorang tentara yang tak pernah mengurus gaji dan status veterannya. Sementara nama panggilan Kanser, berasal dari nama kakaknya Kanser Richard. Karena banyak yang bernama Eri di Kota Solok, dia dipanggil Eri adik si Kanser, yang kemudian melekat sebagai Eri Kanser. Sementara nama Asri Yani, berasal dari nama Jenderal Ahmad Yani, karena dirinya lahir saat peringatan satu tahun meninggalnya Ahmad Yani, yaitu pada 5 Oktober 1966.

Eri Kanser dikenal sebagai pakar akupuntur dan pakar pijat refleksi di Kota Solok. Ilmu ini didapatnya saat bertualang ke Filipina di masa mudanya. Bahkan dengan kemampuan ini, hampir seluruh negara di Asia tenggara sudah dipijaknya untuk mengobati pasien. Bahkan, dirinya pernah menikah dengan seorang Cina dan memiliki anak Vinolia Veronica (8) yang kini tinggal di Singapura. Eri hidup bersama istrinya, Novianti dengan ketiga anaknya yaitu Yohana Febiola (22), Anggara Ari Kusuma (17)dan Rahyu Rahmadani (13). (PN-001)

Sunday, December 8, 2019

SEA Games, Indonesia Jumpa Vietnam di Final


MANILA - Drama enam gol dan satu kartu merah terjadi pada laga timnas U23 Indonesia vs Myanmar. Timnas U23 Indonesia pada akhirnya sukses menjadi tim pertama yang melaju ke final SEA Games 2019 setelah menang 4-2 hingga babak perpanjangan waktu, di Stadion Rizal Memorial, Sabtu (7/12/2019). Indonesia Vietnam yang di versus Kamboja menang telak 4-0.

Pada babak perpanjangan waktu, Indonesia mencetak dua gol lewat kaki Osvaldo Haay pada menit ke-101 dan Evan Dimas (102'). Pada menit ke-119, Myanmar harus bermain dengan 10 orang setelah Aung Naing Win mendapat kartu merah.

Sebelumnya, Indonesia dan Myanmar bermain imbang 2-2 pada waktu normal sehingga laga harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Jalannya Pertandingan

Di waktu normal, laga ini berjalan sangat ketat. Setelah bermain hati-hati di babak pertama, Indonesia dan Myanmar baru gencar beradu serangan di 45 menit kedua. Indonesia sukses unggul dua gol terlebih dahulu lewat tembakan Evan Dimas Darmono pada menit ke-57 dan sundulan Egy Maulana Vikri (70').

Terlalu asyik menyerang, lini belakang Indonesia dihukum oleh dua gol cepat Myanmar. Zulfiandi dan kiper Nadeo Arga Winata melakukan blunder yang menyebabkan Myanmar menyamakan kedudukan.

Dua gol Myanmar dicetak oleh Aung Kaung Mann pada menit ke-79 dan Win Naing Tun (81'). Kedua pemain ini baru dimasukkan pelatih Myanmar, Velizar Emilov Popov, di babak kedua. Laga ini harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu setelah kedua tim bermain imbang 2-2 di waktu normal.

Pada babak pertama perpanjangan waktu, tempo pertandingan sangat jauh menurun. Pada menit ke-101, Indonesia kembali unggul. Kali ini Osvaldo Haay yang banyak mendapat peluang pada akhirnya sukses mencetak gol.

Menerima umpan silang Asnawi Mangkualam, Osvaldo yang berdiri bebas di tiang jauh dengan mudah membelokkan bola dengan kaki kanan. Skor 3-2 bertahan hingga akhir perpanjangan waktu babak pertama.

Di awal perpanjangan waktu babak kedua, sempat terjadi ketegangan dari kedua tim yang membuat laga sempat terhenti sekitar lima menit. Hal ini tidak lepas dari salah satu pemain Myanmar yang dengan sengaja mendorong Osvaldo.

Dalam tayangan ulang, Osvaldo terlihat sedang berdoa di samping bola sebelum babak kedua perpanjangan waktu dimulai. Salah satu pemain Myanmar yang ingin segera memulai pertandingan kemudian mendorong Osvaldo untuk mengambil bola.

Tidak ada kartu kuning yang keluar karena kejadian ini. Di perpanjangan waktu babak kedua, Myanmar yang tertinggal tampil lebih mendominasi. Namun, Indonesia sukses mengakhiri laga lebih cepat setelah mencetak gol keempat pada menit ke-102.

Gol ini berawal dari akselerasi Saddil Ramdani di sisi kiri yang diakhiri umpan silang. Umpan Saddil diterima dengan baik oleh Sani Rizki untuk diteruskan ke Evan Dimas yang sudah berlari dari lini kedua.

Evan Dimas yang mendapat ruang tembak sangat lebar dengan mudah menempatkan bola ke sisi kanan atas gawang. Pada menit ke-119, Myanmar harus bermain dengan 10 orang. Aung Naing Win mendapat kartu merah setelah dengan sengaja menendang Osvaldo dari belakang. Tidak ada gol tambahan yang tercipta, skor 4-2 untuk Indonesia berakhir hingga peluit panjang. (*/PN-001)

Susunan Pemain

INDONESIA U-23: 12-Nadeo Arga Winata; 14-Asnawi Mangkualam Bahar, 2-Andy Setyo Nugroho, 5-Bagas Adi Nugroho, 11-Firza Andika (Alekvan Dodi Djin 100'); 7-Zulfiandi (Rachmat Irianto 98'), 6-Evan Dimas Darmono, 15-Saddil Ramdani, 20-Osvaldo Haay, 10-Egy Maulana Vikri (Witan Sulaeman 104'); 9-Muhammad Rafli (Sani Rizki Fauzi 46')

Pelatih: Indra Sjafri

MYANMAR U-23: 18-Sann Sat Naing; 2-Win Moe Kyaw, 5-Ye Yint Aung, 3-Ye Min Thu, 12-Aung Wunna Soe; 6-Hilaing Bo Do, 8-Myat Kaung Khant, 15-Aung Naing Win, 19-Htet Phyoe Wai, 20-Nay Moe Naing, 7-Lwin Moe Aung

Pelatih: Velizar Emilov Popov

Saturday, December 7, 2019

Irjen Pol Fakhrizal Dimutasi, Kapolri Tepati Janjinya


PADANG - Kapolri Jenderal Idham Azis, memenuhi janjinya mengganti Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal. Hal itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3229/XII/KEP./2019 tertanggal 6 Desember 2019. Irjen Fakhrizal dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri. Posisi Kapolda Sumbar bakal diisi Irjen Toni Harmanto, sebelumnya menjabat sebagai Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri. Tidak hanya Kapolda, Waka Polda Sumbar Irjen Damisnur juga dimutasi. Selanjutnya, dia bertugas sebagai Analisis Kebijakan Utama Bidang Jemen Ops Itwasum Polri. Penggantinya adalah Kombes Pol Rudy Sumardiyanto yang saat ini sebagai Irwasda Polda Lampung.

Kapolri juga mengganti sejumlah nama lain. Di antaranya Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Agus Andrianto yang mendapat tugas baru sebagai Kabaharkam Polri. Posisi Agus di Sumut bakal diisi oleh Irjen Martuani Sormin. Martuani sebelumnya menjabat Asops Kapolri.

Kapolda Papua Barat, yang saat ini dijabat Brigjen Herry Rudolf Nahak. Herry mendapat jabatan baru sebagai Asops Kapolri. Posisi Kapolda Papua Barat bakal diisi oleh Brigjen Tornagogo Sihoming. Dia sebelumnya menjabat Dirtipideksus Bareskrim Polri.

Berikutnya, Idham juga mengganti Kapolda DIY Irjen Ahmad Dofiri yang diberi tugas baru sebagai Aslog Kapolri. Posisi Ahmad Dofiri sebagai Kapolda DIY digantikan oleh Irjen Asep Suhendar.

Selanjutnya, Kapolda Sulteng Irjen Lukman Wahyu Hariyanto dimutasi ke Baharkam Polri. Posisi Kapolda Sulteng bakal diisi oleh Brigjen Syafril Nursal.

Diprotes DPR

Sebelumnya, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal, menegaskan diri maju dalam kontestasi Pilkada Sumbar 2020. Perwira polisi bintang dua asal Kamang, Agam tersebut juga telah menegaskan akan maju dari jalur independen. Walikota Pariaman, Genius Umar, akan mendampingi "Polisi Niniak Mamak" itu untuk bertarung di kontestasi BA 1. Majunya Fakhrizal, langsung membuat buncah. Tidak hanya di Sumbar, tapi hingga ke level nasional. Komisi III DPR RI mempertanyakan jenderal aktif tersebut ke Kapolri Jenderal Idham Aziz. Jawaban Kapolri, Irjen Fakhrizal segera diganti!

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI dengan Kapolri Rabu (20/11/2019), memanas. Politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu menggelindingkan bola panas, mempertanyakan posisi Irjen Pol Fakhrizal. Masinton menuding Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal, sudah deklarasi maju sebagai salah Cagub Sumbar di Pilkada 2020.

"Bagaimana ini? Ada Kapolda maju Pilkada, sebut saja Kapolda Sumbar," ujar Politisi PDI Perjuangan, Masinton di ruang RDP.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menjawab dengan to the point.

"Soal Kapolda yang ikut Pilkada, kita harus ganti. Hanya itu obatnya," ujar Idham dengan mantap.

Irjen Pol Fakhrizal saat ini masih aktif sebagai Kapolda Sumbar. Fakhrizal menegaskan dirinya tetap mengutamakan tugas Polri yang diperintahkan Kapolri kepadanya.

"Saat ini saya masih Kapolda dengan tugas yang diamanahkan pimpinan tertinggi Polri dan soal Pilkada itu bentuk aspirasi tokoh masyarakat di Sumbar yang meminta saya maju sebagai Cagub. Saya terharu, sekaligus bangga masih ada masyarakat minta anggota Polri maju Cagub," ujar Fakhrizal.

Fakhrizal yang kini disebut maju berpasangan dengan Genius Umar (Wali Kota Pariaman) tetap berprinsip sebagai Bhayangkara negara.

"Saya prajurit Bhayangkara, punya prinsip selalu patuh pada putusan pimpinan tertinggi Polri, institusi saya," ujar Fakhrizal.

Siapa Irjen Toni Harmanto?

Irjen Pol Toni Harmanto adalah perwira tinggi yang khatam dunia reserse. Sebelum jadi Kapolda Sumbar, Irjen Toni saat ini menjabat Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri.

Irjen Pol Toni, adalah lulusan Akpol 1988. Sebelum menjadi jendral bintang dua, dia pernah menjabat Wakapolda Jatim.

Karir Irjen Pol Toni dinilai menterang, di dunia reserse. Dia pernah menjabat Kanit IV Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Tahun 2006, Toni menjadi Kapolres Metro Tangerang.

Pernah pula jadi Dir Reskrimum Polda Metro Jaya, serta Penyidik Utama Tk. III Dit. I/Kamntrannas Bareskrim Polri (2008), Kanit I Dit. II/Eksus Bareskrim Polri (2009) dan Kasubdit I Dittpideksus Bareskrim Polri (2011).

Kemudian, Analis Kebijakan Masyarakat Bidang Pidesksus Bareskrim Polri (2011), Direskrimum Polda Metro Jaya dan pada 2013 Wadirtipidum Bareskrim Polri (2013) serta Karojianstra Sops Mabes Polri pada 2015. (*/PN-001)

Friday, December 6, 2019

Bawaslu Kota Solok Juara III Keterbukaan Informasi Publik se-Sumbar


PADANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solok meraih peringkat III Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Kategori Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat. Terbaik I diraih Bawaslu Kota Pariaman dan Terbaik II menjadi milik Bawaslu Padang Pariaman. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisi Informasi Sumatera Barat di Hotel Kyriad Bumiminang Padang, Jumat (6/12/2019).

Anugerah ini diberikan kepada Baqaslu se-Sumbar yang dinilai telah memberikan kontribusi positif dalam keterbukaan informasi publil. Beberapa indikator dalam penilaian lembaga yang informatif adalah; kuisioner keterbukaan informasi publik, informasi yang disajikan di website, visitasi oleh tim ke masing-masing kab/kota untuk memastikan kevalidan dan ketersediaan data yang disajikan, dan kemudian bekerjasama dengan media massa.

Ketua Bawaslu Kota Solok, Triati, S.Pd menyebutkan keterbukaan informasi sangat penting agar kepercayaan publik terus meningkat terhadap kinerja Bawaslu.

"Kerja baik kita kalau tidak diinformasikan ke publik akan menjadi sia-sia. Untuk itu kita harapkan seluruh jajaran Bawaslu selalu aktif menginformasikan kerja-kerja Bawaslu ke publik, khususnya dalam menghadapi Pilgub Sumbar 2020," katanya.

Triati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim Bawaslu Kota Solok dan semua pihak yang telah bekerjasama selama ini, khususnya kawan-kawan media yang selalu mempublikasikan kegiatan Bawaslu.

"Harapan kita, penghargaan ini dapat kita tingkatkan pada masa-masa yang akan datang dan kita jadikan sebagai motivasi," ujarnya.

Triati juga mengungkapkan pihaknya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Menurutnya, hal ini merupakan kerja tim yang selalu bekerja dan menyampaikan serta melayani informasi yang dibutuhkan publik.

"Ke depannya tentu kita berharap pelayanan informasi kita lebih baik lagi demi terwujudnya Bawaslu yang terbuka dan terpercaya," ungkapnya.

Triati juga menyampaikan terima ksih kepada Komisi Informasi Sumbar yang telah mempercayai Bawaslu yang cukup informatif 2019 ini.

"Semoga menjadi lembaga yang informatif untuk ke depannya. Serta terima kasih juga buat rekan-rekan pers di Kota Solok yang selalu men-support  kegiatan Bawaslu," ungkapnya. (rijal islamy)

Thursday, December 5, 2019

Jusuf Kalla Dianugerahi Doktor Honoris Causa oleh UNP


PADANG - Universitas Negeri Padang (UNP) menganugerahkan gelar Doktor kehormatan (doctor honoris causa) kepada Wakil Presiden RI periode ke-10 dan 12, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla dalam bidang Penjaminan Mutu Pendidikan, Program Studi Ilmu Pendidikan, di Auditorium UNP, Kamis (5/12/2019) .

Jusuf Kalla dinilai sebagai tokoh penggagas, pejuang mutu pendidikan, pengembangan budaya dan peduli terhadap penjaminan mutu pendidikan di Indonesia. Khususnya dalam mengawal Ujian Nasional (UN) sebagai tolok ukur penjaminan dan pemetaan mutu pendidikan nasional. Komitmen beliau dalam memperjuangkan kualitas serta kesejahteraan guru sebagai salah satu instrumen pencapaian mutu pendidikan.

Pemberian DR HC kepada JK adalah penghormatan kelima yang diberikan UNP. merupakan yang kelima. Sebelumnya, UNP memberika  gelar Doktor Kehormatan kepada Muhammad Syafei, Gamawan Fauzi, Megawati Soekarnoputri, dan Dato’ Seri Anwar Ibrahim.

Penerimaan gelar Doktor HC bagi Jusuf Kalla kali ini adalah gelar kehormatan  yang ke-12. Sebelumnya, JK sudah  menerima doktor kehormatan dari dalam maupun luar negeri, termasuk dari  University of Malaya, Malaysia (2007), Soka University, Jepang (2007), dan Rajamangala University of Technology, Thailand pada 2017.

Di awal sambutan Jusuf Kalla menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor UNP dan Senat Universitas yang memutuskan penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa padanya. Ia juga menegaskan, kalau hanya dengan pendidikan nasional yang bermutu atau berkualitas tinggi dan merata, maka Indonesia dapat mencapai kemajuan.

Jusuf Kalla mengatakan pendidikan nasional masih menghadapi banyak tantangan, khususnya dalam peningkatan mutu dan menjamin mutu secara berkelanjutan.

"Pendidikan Indonesia dapat mencapai kemajuan, tanpa pendidikan Nasional yang bermutu tinggi, kita tidak mampu memiliki SDM unggul yang selanjutnya menjadi lokomotif bagi Indonesia yang maju dan yang kompetitif di tengah persaingan dunia Internasional," kata Jusuf Kalla.

Menurutnya, saat ini dan di masa depan sangat kompetitif dan sekaligus disruptif. Dalam perkembangan yang tidak selalu kondusif itu, menurut dia banyak faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan kemajuan pendidikan.

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh Pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Seperti, perubahan kurikulum terakhir tahun 2013. Namun, yang paling penting, kata JK, antara lain ketentuan dalam UUD 1945 bahwa, anggaran pendidikan 20 persen dari APBN, tertinggi dari semua sektor.

"Pendidikan Indonesia diselenggarakan oleh Negara dalam bentuk sekolah-sekolah Negeri dan, masyarakat sendiri dalam bentuk sekolah swasta dan pesantren. Harus ada usaha untuk yang terbaik. Karena itu, kita harus selalu menghargai," ungkapnya.

Maka dari itu perlu upaya perbaikan sarana, guru dan sistem, serta penerapan Ujian Nasional beberapa di antaranya yang sudah dilakukan.

"Dengan adanya ujian nasional, maka kita dapat menjaga mutu pendidikan dengan mendorong siswa belajar keras dan sekaligus melakukan evaluasi secara berkelanjutan," ungkap Jusuf Kalla. (*/PN-001)

GAYA HIDUP

FOKUS

GAYA HIDUP

OLAH RAGA

POLITIK

© Copyright 2019 PATRONNEWS | All Right Reserved