News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kota Solok Jebol, Satu Warga Positif Covid-19

Kota Solok Jebol, Satu Warga Positif Covid-19

SOLOK - Pertahanan Kota Solok sebagai daerah yang berada di "zona hijau", atau tidak ada warga yang positif virus corona (Covid-19), akhirnya jebol. Satu warga asal Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, berusia 25 tahun dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Warga tersebut, diketahui bekerja sebagai kampaser (tukang kampas) dengan rute Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya. Dari tiga daerah tersebut, diduga kuat warga tersebut terpapar dari Dharmasraya. Sebab, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Sijunjung, hingga kini masih berstatus "zona hijau".

Walikota Solok Zul Elfian, SH, M.Si, Dt Tianso, menyatakan pihaknya sangat sedih adanya kasus pertama dari Kota Solok ini. Menurutnya, selama ini, Pemko Solok telah melakukan berbagai upaya mencegah adanya warga Kota Solok yang terjangkit Covid-19. Meski begitu, Zul Elfian menjanjikan bahwa pasien positif tersebut akan ditangani dengan maksimal di Kota Solok.

"Kami sangat sedih. Akhirnya pertahanan kita jebol juga. Meski warga tersebut bukan terjangkit karena transmisi lokal, tapi dari perjalanan luar daerah. Kita telah berupaya maksimal. Satu hal yang pasti, kita akan menangani warga tersebut dengan maksimal," tegasnya.

Zul Elfian juga menyatakan bahwa pasien positif tersebut akan ditangani di RSUD Banda Pandung Kota Solok, yang juga merupakan Posko Utama penanganan Covid-19 Kota Solok. Zul Elfian juga bersyukur, bahwa pasien tersebut masih berusia muda. Diaharapkannya, proses kesembuhan bisa berjalan lebih cepat.

"Pasien tersebut akan dirawat dan ditangani maksimal di RSUD Banda Pandung. Mudah-mudahan proses kesembuhannya berlangsung cepat. Di samping usia yang masih muda, kita akan mendukung penuh warga tersebut secara medis maupun secara moril," tegasnya.

Sebelumnya, Kota Solok berstatus sebagai "zona hijau", atau wilayah yang belum ditemukan adanya virus corona. Bersama Kota Sawahlunto dan Kabupaten Sijunjung.

Hasil satu positif ini, diyakini bukan kasus terakhir di Kota Solok. Sebab, saat ini, Gugus Tugas Covid-19 Kota Solok, sedang menunggu hasil swab 7 warga asal Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah. Yakni TM, SW, RM, MT, HN, SC, dan SL. Dari tujuh warga tersebut, 3 warga yakni TM, SW, dan HN dinyatakan positif hasil rapid test.

Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Kota Solok, dr. Ambun Kadri, menyatakan hasil swab 7 warga tersebut belum keluar. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok tersebut, pengumuman satu warga positif tersebut akan dilakukan oleh Walikota Solok, Zul Elfian, pada Selasa pagi (19/5/2020).

"Besok pagi, Pak Walikota akan mengumumkannya dalam konferensi pers," ujarnya singkat. (PN-001)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

9 comments

  1. Pertahanan nya kurng maksimal nih.

    Masyarakat bebas aja keluyuran.dmna pertahanan nya kyk gtu.

    Harus ada ketegasan pemerintah nya

    ReplyDelete
  2. Maaf bukan pemerintah kurang tegas. Akan tetapi manusia sudah lupa dg sang pencipta yg maha kuasa. Manusia merasa kekuatannya melawan covid19 sudah melebihi kekuatan Allah. Buktinya mesjid ditutup. Selama ramadhan tdk ada terdengar lantunzn umat mengumsndangkan bacaan Al Quran. Pada hal apa yg ada dilsngit dan dibumi datangnya dari Allah dan akan kembsli pdNYA. berdoalah kapan perlu berdoa ibadah berjamaah dirumah Allah. Insya allah dlm bulan penuh berkah dan hidayah ini. doa umat akan dikabulkannya. APAKAH PSBB TANPA KEHENDAK ALLAH AKAN TRTCAPAI MEMERANGI COVID19 AKAN TERCAPAI jawabnya tdk. Contoh kisah nabi yakup18 th diberi penyakit oleh Allah Sebagai teguran. Dan dg doa nabi yskup Allah mengsmbil penyskit tsb kembali. SAYA CUMA INGATĶAN jgn krn covid19 kita jadi kafir. Nanti dilaknat Allah. Wass

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menjauhi mudharat lebih utama dri pada mengambil manfaat pak,

      Delete
  3. Kalau menurut saya pertahanan di kota solok masih lemah karena petugas covid 19 sedikit. Kalau dapat tutup semua jalan pak,Yg berpotensi org luar datang. Jangan di biarkan pak. Pemerintah harus tegas lagi sekian dari daya. Amankan solok kota pak. Please

    ReplyDelete
  4. Masyarakat solok saja masih banyak yg keluar apalagi dimalam hari pak. Tolong pihak berwenang. Jangan lagi bersantai. Mari bergabung. Dan tambah anggota penanganan covid 19 pak. Tutup semua jalan yg berpotensi orang luar datang pak. Tentara dan polisi mari bergabung. Tunjukkan kerja mu. Amankan kota tinggalmu (Solok Kota)

    ReplyDelete
  5. Keamanan kurang berjalan, kloyg sy lihat cm di dekat taman kota dja yg jalan pos PSBB nya,seharusnya pos2 di bagian perbatasan yg lbih diutamakan, ini malah pos ada tp ptugas tak ada😥 klo perlu ada jg ptugas yg brkliling utk mngawasi jg,krn tdk ada tindakan dr ptugas itulah masyrakat jd bebas lg, ga waspada lg😌

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. 1 kena, berantai lah tu. Keluarganya, temen2x, org2 yg berinteraksi dgnya... Temen dr temen, tetangga keluarga, ahh.. Dah ribet lah. Dah panjang itu... Paling berlakukan 14 hr dirumah aja buat semua penduduk. Biar ketahuan siap aja yg kena. Tp g mungkin. Pasti banyak yg g akan mau dg bejibun alasan...

    ReplyDelete
  8. Solusinya menutup dan mencegah masyarakat keluar rumah. Pasar ditutup abis.

    ReplyDelete