Lestarikan Cagar Budaya Kota Solok, Komunitas GMP Gelar Aksi Bersih di Surau Latiah KTK
Solok, PATRONNEWS.co.id - Sebagai bentuk komitmen untuk melestarikan cagar budaya dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya pasca terjadinya bencana alam banjir yang melanda Kota Solok beberapa waktu lalu, Kementerian Kebudayaan melalui Komunitas Gajah Maharam Photography melaksanakan aksi bersih di lokasi objek cagar budaya Surau Latiah di Kelurahan KTK, Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok pada tanggal 24 - 25 Januari 2026.Aksi untuk membersihkan bangunan dari kotoran dan sampah yang menumpuk akibat bencana banjir, serta memulihkan keindahan dan keaslian bangunan yang merupakan bagian dari program tanggap bencana Kementrian Kebudayaan dalam rangka melestarikan objek diduga cagar budaya yang terdampak bencana di Kota Solok tersebut diikuti oleh tenaga pendamping dari Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah III,Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Solok,Palang Merah Indonesia Kota Solok,Tagana Kota Solok,BPBD dan Masyarakat sekitar.
Koodinator Aksi bersih dari Komunitas Gajah Maharam Photography,Mellya Fitri menyebutkan, Bangunan cagar budaya Surau Latiah merupakan salah satu objek cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dalam pengembangan islam di Kota Solok.akibat bencana banjir yang melanda Kota Solok beberapa waktu lalu menyisakan lumpur dan sampah diareal Kawasan Surau Latiah sehingga bisa merusak keaslian bangunan serta keindahan surau latiah itu sendiri,” ungkap Ketua Komunitas Gajah Maharam Photography.
Lebih lanjut Komunitas Gajah Maharam Photography yang juga salah satu komunitas yang bergerak di bidang pelestarian budaya di Kota Solok khususnya ingin menunjukkan komitmen dalam melestarikan cagar budaya,selain itu kami juga mengajak seluruh lapisan untuk lebih meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya.
Tenaga pendamping Balai Pelestarian Kebudayaan yang dihadiri oleh Sefiani Rozalina,Mutiara Al Husna dan Wilyanif menyebutkan Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III hadir langsung di wilayah terdampak bencana guna memastikan pelindungan dan pemulihan objek diduga cagar budaya dapat segera dilakukan salah satunya Surau Latiah Kelurahan KTK Kota Solok. sebagai langkah konkret untuk melindungi objek diduga cagar budaya terdampak bencana, Kementerian Kebudayaan melaksanakan pemulihan melalui kolaborasi bersama.
Kementerian Kebudayaan berharap proses pemulihan objek diduga cagar budaya di daerah terdampak dapat berjalan secara berkelanjutan, tepat sasaran, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pelaku budaya.
Sementara itu Wilyanif menyebutkan Bantuan Fasilitasi Kebudayaan Darurat Bencana merupakan program pemerintah, khususnya melalui Kementerian Kebudayaan yang bertujuan untuk membantu penyelamatan, pengamanan, dan perbaikan cagar budaya atau objek diduga cagar budaya yang terdampak bencana alam,salah satu bentuk penyelamatan darurat yaitu melakukan pembersihan,perbaikan fisik atau restorasi pasca bencana.
Wilyanif juga menyebutkan kondisi objek diduga cagar budaya Surau Latiah mengalami beberapa kerusakan diantaranya beberapa tiang surau yang sudah rapuh dimakan usia,selain itu terdapat beberapa bagian lantai papan surau yang sudah tidak layak untuk di gunakan lagi.untuk mengatasi agar tidak terjadi kelembaban cukup lama di bawah lantai surau sangat dibutuhkan sistim drainase disekeliling surau sehingga air tidak menggenangi areal objek diduga cagar budaya,” ungkap Wilyanif. (*/PN-001)

Post a Comment