Tiga Warga Alahan Panjang yang Hilang, Akhirnya Ditemukan di Air Dingin - PATRONNEWS

Monday, November 25, 2019

Tiga Warga Alahan Panjang yang Hilang, Akhirnya Ditemukan di Air Dingin

Tiga Warga Alahan Panjang yang Hilang, Akhirnya Ditemukan di Air Dingin


SOLOK - Tiga orang warga Jorong Batang Hari, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, yang dilaporkan hilang sejak Sabtu pagi (23/11/2019) di Rimba Buaiyan saat berburu, hari Senin (25/11), berhasil ditemukan di hutan kawasan Nagari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti. Ketiganya, Sapardi (25), Jon (39) dan Joni (18), ditemukan dalam kondisi lemas dan kehabisan bekal makanan. Mereka ditemukan oleh warga dan tim pencari, sekira pukul 11.00 WIB.

"Alhamdulillah, ketiga orang warga kita yang hilang sejak Sabtu pagi, akhirnya hari Senin ini ditemukan, meski dalam kondisi lemah," terang Walinagari Alahan Panjang, Zulkarnaini.

Sejak dilaporkan hilang, ratusan warga, sanak saudara korban dan Tim gabungan dari BPBD dan SAR, berusaha mencari dan akhirnya membuahkan hasil pada Senin pagi.

Sebelumnya, pencaharian ketiga korban difokuskan di daerah kawasan Perbukitan Silimau-limau yang masuk wilayah Kabupaten Pesisir Selatan atau perbatasan Nagari Air Dingin. Sesuai petunjuk waktu pembicaraan korban dengan salah seorang keluarga, maka ciri-ciri hutan yang disebutkan adalah di daerah Silimau-Limau. Akhirnya tim mencoba fokus mencari ke daerah itu, namun gagal menemukan korban.

Sejak Minggu malam, tim gabungan yang berkoordinasi dengan Walinagari melanjutkan pencarian dengan membagi tim sebanyak 6 kelompok. Masing-masing tim beranggotakan 15-20 orang dengan membawa perlengkapan pencarian. Sementara wargapun ikut swadaya dan sukarela menghimpun logistik untuk posko dan bekal tim pencarian. Minggu pagi, sekura jam 11.00 Wib, tim menemukan korban di hutan perbatasan Air Dingin dengan Kabupaten Pesisir Selatan. Usai ditemukan, para korban langsung dirujuk ke Puskesmas Alahan Panjang untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Salah seorang korban yang hilang, Sapardi (25), saat diwawancari mengaku tersesat di hutan saat berburu babi. Entah kenapa, pada Sabtu pagi itu mereka terus mengejar babi hingga jauh masuk ke dalam hutan.

"Kami juga tidak tahu, entah kenapa hari itu kami begitu asyik berburu hingga masuk makin jauh ke dalam hutan. Sehingga kami bingung jalan pulang. Padahal sebelumnya kami sering berburu ke daerah itu," sebut Sapardi.

Tim Pencari Ikut Tersesat

Sepuluh orang warga Jorong Batang Hari, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, tersasar saat mencari 3 orang warganya yang hilang berburu babi hutan, pada Sabtu (23/11/2019) kemarin. Sepuluh warga itu, Jumaldi (28), Suwandre (32) Edrizal, (26) Imam(38), Wirnalis (32) Edo Eka Putra (20), Iyon (28) Safrianto (23), M Zalman, (24) dan Anto (40). Rombongan itu tersasar, di Kampung Ngalau Gadang, Kenagarian Limau Gadang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu sekitar pukul 13.30 WIB.

Berdasarkan keterangan Anto, orang tua korban Joni Eka Putra, yang ikut mencari dalam rombongan itu menyampaikan anaknya (Joni Eka Putra) berangkat berburu babi Sabtu (23/11) sekitar pukul 06.00 WIB. Kemudian sore dirinya menerima telepon dari salah seorang temannya bahwa korban dikabarkan hilang. Karena juga tak kunjung pulang warga di daerah tersebut melakukan pencarian berbagai arah terbagi dengan tiga kelompok.

Dikatakanya, rombonganya berangkat sekitar 20.30 WIB ke hutan Wayan yang direncanakan untuk mencari sampai puncak bukit dengan hanya membawa bekal nasi bungkus dan air minum. Namun, selama pencarian satu malam belum juga membuah hasil hingga sampai ke nagari Ngalau Gadang dan bertemu dengan masyarakat setempat. Disamping itu bekal yang dibawa pun telah habis membuat rombongan tersebut lapar dan juga capek.

"Kami tidak kuat lagi untuk mendaki karena medan yang kami tempuh terlalu curam. Apalagi bekal yang kami bawa sudah habis," kata Anto.

Setelah bertemu dengan masyarakat di daerah itu, rombongan tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Bayang. Sambil menunggu keluarga dari solok yang bakal menjemputnya.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak pada Polsek beserta anggota, dengan memberikan pelayanan yang sangat baik dan juga masyarakat di sini," ungkap ayah empat orang anak itu.

Kapolsek Bayang, Iptu Advianus membenarkan, ada sepuluh orang warga yang tersasar di Nagari Ngalau Gadang dan bertemu dengan masyarakat setempat.

"Rombongan itu merupakan warga Batang Hari, Kenagarian Batang Hari, Kenagarian Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Rombongan itu telah dijemput oleh keluarganya dan kembali ke Solok," tutup Kapolsek.

Berburu, Tiga Warga Alahan Panjang Tersesat di Rimba Buaiyan

Tiga orang warga Jorong Batang Hari, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, dilaporkan hilang di Rimba Buaiyan, sejak Sabtu (23/11/2019). Ketiganya, Sapardi (25), Jon (39) Joni (18), diduga tersesat saat pergi berburu babi. Wali Nagari Alahan Panjang, Zulkarnaini, Minggu sore (24/11/2019), menyatakan sekitar seratusan masyarakat sedang melakukan pencarian.

"Kami mendapat laporan dari pada Minggu pagi (24/11). Setelah itu langsung berkoordinasi dengan pihak keamanan dan BNPB. Dan saat ini sekitar 100 orang masyarakat ikut mencari warga yang diduga tersesat tersesat waktu pergi berburu tersebut," jelas Zulkarnaini.

Ketiga warga tersebut dilaporkan pergi berburu babi pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Biasanya mereka sudah kembali ke rumah sekitar jam 10.00 WIB. Namun hingga Minggu sore ini belum juga kembali. Akibat kejadian itu, para keluarga korban menjadi panik dan sibuk melakukan pencarian, dibantu BNPB, masyarakat dan Polisi.

Minggu siang keluarga sempat kontak telepon seluler dengan salah satu korban, namun terputus dan diduga kehabisan baterai. Sebelumnya, pada Sabtu sore, keluarga korban sempat dihubungi salah seorang warga untuk memberi tahu bahwa mereka bertiga tersesat di tengah rimba. Warga yang menelpon mengarahkan agar mereka mengikuti arus sungai.
Namun dihujung telepon terdengar jawaban minta antarkan air dan menyatakan tidak kuat lagi berjalan. Setelah itu nomor korban tidak lagi bisa dihubungi.

Akhirnya para tetangga memutuskan untuk mencari secara swadaya hingga larut malam. Namun nihil, pencarian tidak membuahkan hasil.
Minggu pagi hingga sore, para keluarga dan ratusan warga, juga melakukan pencarian, namun belum membuahkan hasil.

"Waktu komunikasi dengan korban, mereka tidak kuat jalan dan istirahat dekat dua pohon bambu di tepi sungai. Tapi saat dicari belum ketemu. Bahkan sudah ada warga yang sudah sampai ke daerah Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan pergi mencari," Zulkarnaini.

Saat ini warga yang ikut melakukan pencarian sudah ada yang tembus ke Pesisir Selatan. Karena hutan tempat hilangnya korban adalah Rimbo Bukik Buaiyan yang menembus langsung ke Kabupaten Pessel.

Koordinator Lapangan BPBD Kabupaten Solok, Abra menjelaskan pihaknya mendapat laporan minggu pagi sekitar jam 7.30 WIB. Selanjutnya pihaknya menyiapkan tim dan langsung berkemas mempersiapkan segala sesuatu untuk turun mencari korban tersesat.

"Kita saat sampai di TKP jam 11.30 WIB. Setelah melakukan koordinasi dengan masyarakat dan pihak nagari tim langsung bergerak melakukan pencarian," ujar Abra. (PN-001/PN-017)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 PATRONNEWS | All Right Reserved