Dari Kampus untuk Madrasah: Tiga Wakil Kepala MAN 2 Solok Perkuat Wawasan Perencanaan Pendidikan Islam
Batusangkar, PATRONNEWS – Semangat meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan memperluas wawasan akademik terus ditunjukkan oleh jajaran pimpinan MAN 2 Solok. Tiga wakil kepala madrasah (wakamad) bersama seorang guru mengikuti perkuliahan Program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) pada Minggu (8/11/2026), bertempat di Kampus 1 UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Ketiga wakamad tersebut adalah Viska Nofrita, S.Pd. (Waka Kurikulum), Risfanelti, S.Pd. (Waka Humas), dan Widuri Irawati, S.Pd. (Waka Sarana dan Prasarana). Turut serta dalam agenda akademik ini, Hidayati Yayang, S.Pd., yang merupakan guru mata pelajaran Bahasa Arab di MAN 2 Solok.
Memasuki pertemuan ke-8, perkuliahan mata kuliah Perencanaan Pendidikan Islam yang diampu oleh akademisi senior, Prof. Dr. H. Asmendri, M.Pd., berlangsung dinamis, interaktif, dan kental dengan pertukaran gagasan.
Fokus utama pembahasan mengarah pada integrasi pendekatan sosial, ekonomi, dan ketenagakerjaan dalam merancang tata kelola pendidikan Islam yang transformatif. Diskusi ini membuka wawasan mahasiswa bahwa perencanaan pendidikan tak boleh sekadar berorientasi pada pemenuhan kebutuhan internal lembaga. Lebih dari itu, madrasah harus mampu merespons kebutuhan masyarakat, menghitung keberlanjutan pembiayaan, serta menyiapkan peserta didik menembus dunia kerja.
Berbagai persoalan pendidikan faktual tak luput dari sorotan dan pisau analisis kritis forum. Mulai dari pemerataan akses, manajemen pembiayaan sekolah, kesenjangan kualitas antara sekolah negeri dan swasta, hingga tanggung jawab moral lembaga dalam mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi.
Menariknya, perkuliahan juga membedah tema krusial bertajuk “Dari Ijazah ke Kesiapan Karier”. Konsep ini mendobrak orientasi usang yang hanya berfokus pada pencapaian nilai dan selembar ijazah, bergeser menuju pembentukan kompetensi riil, keterampilan praktis, penguatan karakter, kreativitas, serta kesiapan mental menghadapi dinamika sosial.
Diketahui, kelas ini diikuti oleh 19 mahasiswa dari berbagai daerah dengan latar belakang pendidikan dan profesi yang heterogen. Keberagaman ini membuat jalannya diskusi semakin kaya akan perspektif empiris dari masing-masing lingkungan kerja.
Bagi pimpinan MAN 2 Solok, partisipasi aktif di bangku pascasarjana ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban mahasiswa, melainkan ruang esensial untuk memperkaya sudut pandang (perspektif) dalam menjalankan roda manajerial madrasah.
Ilmu perencanaan pendidikan yang transformatif ini diproyeksikan bakal diimplementasikan langsung dalam mematangkan kurikulum, memperkuat komunikasi dan kemitraan madrasah, mengoptimalkan tata kelola sarana prasarana, serta mendongkrak mutu pembelajaran di MAN 2 Solok.
Melalui lompatan akademik ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan inovatif yang berdampak nyata bagi kemajuan madrasah. Sebab, tantangan pendidikan Islam masa kini menuntut sistem manajerial yang tak hanya rapi secara administratif, tetapi juga visioner, adaptif, berkeadilan, dan relevan dengan tuntutan zaman.
Dari ruang perkuliahan menuju ruang pengabdian, ilmu dan pengalaman akan terus diramu guna mewujudkan pendidikan madrasah yang berkualitas, transformatif, dan berdaya saing global. (PN-001)

Post a Comment