Rengkuh Magister Hukum di Tengah Padatnya Pengabdian, Ini Rekam Jejak Inspiratif Ismael Koto
Solok, PATRONNEWS.CO.ID — Dedikasi terhadap ilmu pengetahuan tak mengenal batas waktu dan kesibukan. Hal ini dibuktikan secara nyata oleh tokoh multitalenta asal Kabupaten Solok, Ismael Koto, S.H., M.H. Putra asli Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak ini resmi menyandang gelar Magister Hukum usai mengikuti yudisium di Universitas Wijaya Putra, Surabaya, pada Sabtu (26/9/2026).
Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian akademik biasa, melainkan sebuah pembuktian kegigihan. Betapa tidak, gelar ini diraih Ismael di tengah padatnya pengabdian dan perannya di tengah masyarakat—mulai dari Anggota DPRD Kabupaten Solok, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok, hingga kiprahnya sebagai pengusaha sukses.
Sempat Tertunda, Kini Temukan Muara Baru
Perjalanan Ismael menuju gelar magister sejatinya telah dirintis sejak lama. Ia pernah menempuh pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan nyaris menyentuh garis akhir. Namun, dinamika perpolitikan saat ia bertarung di Pilkada Kota Solok serta tuntutan dunia bisnis memaksanya menunda penyelesaian studi tersebut.
Menariknya, ada pergeseran spesialisasi ilmu dalam perjalanan akademiknya. Jika saat menempuh studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) angkatan 1987 dan di UGM ia mendalami Hukum Kenotariatan, di Universitas Wijaya Putra ia mantap beralih ke Hukum Bisnis.
Bukan tanpa alasan, pilihan ini didasari oleh regenerasi kepakaran di dalam keluarganya. Saat ini, putri keempatnya telah lulus dari bidang kenotariatan. Ismael merasa spesialisasi Hukum Bisnis akan lebih relevan bagi dirinya dan semakin menyempurnakan portofolio keilmuan di keluarga besarnya.
Dukungan Keluarga Sebagai Kekuatan Utama
Di balik sosoknya yang tangguh di dunia birokrasi, politik, dan bisnis, Ismael adalah seorang "family man". Dukungan keluarga menjadi pilar utama di balik keberhasilannya. Ia sukses mendidik lima orang putri yang kini berkiprah cemerlang di berbagai bidang:
- dr. Dinda Genisya Utami, bersuamikan Danyonif 9 Marinir Lampung, Letkol (Mar) Ricky Sandro, M.Tr.Opsla.
- drg. Yunike Genisya Sadini, bersuamikan dr. M. Rahmandika.
- dr. Tirta Genisya Sadini, bersuamikan Orlando Prima Hadi, S.Kom.
- Iqlima Ratu Genisya, S.H.
- Amina Arum Genisya
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa mengikuti yudisium Magister Hukum. Ini perjalanan panjang. Dulu di UGM hampir selesai, tetapi karena Pilkada dan kesibukan bisnis, akhirnya tertunda. Saya percaya, dengan kemauan keras dan dukungan penuh keluarga, saya akhirnya sampai pada tahap ini,” ungkap Ismael penuh syukur usai yudisium bersama 27 rekan seangkatannya.
Sekilas Kiprah Ismael Koto: Sang 'Problem Solver' yang Menembus Batas
Nama Ismael Koto mulai menggebrak perpolitikan Solok Raya pada 2014 saat didaulat menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Kota Solok. Pada Pilkada Kota Solok 2015, ia berpasangan dengan Jon Hendra dan tampil fenomenal menantang dua petahana sekaligus, sukses meraup suara terbanyak kedua. Kiprah politiknya terus berkibar hingga ia berlabuh menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok dan terpilih sebagai Anggota DPRD.
Meski lekat dengan citra pengusaha pemilik SPBU dan agen pelumas, Ismael sejatinya adalah birokrat tulen yang sangat diperhitungkan. Merintis karir PNS sejak tahun 2000, kecerdasannya sebagai problem solver membuatnya melesat. Di Pemkab Solok Selatan, ia pernah memecahkan kebuntuan hukum pembebasan lahan bernilai belasan miliar rupiah yang membuat Bupati Syafrizal J kagum dan langsung mengangkatnya menjadi Kabag Hukum, hingga akhirnya memegang posisi strategis sebagai Kepala BKD dan Asisten 1 Bidang Pemerintahan.
Mental Juang Sejak Mahasiswa: Dari Sopir Angkot hingga Pengusaha Teladan
Kesuksesan Ismael hari ini adalah buah dari kerja keras masa muda. Lahir di Kerinci, Jambi pada 31 Agustus 1967, cucu dari Lareh Singkarak ini tidak pernah bermanja-manja. Saat berkuliah di Unand, ia rela menjual mobil pemberian orang tuanya untuk dibelikan angkot Datsun. Di sela jadwal kuliah, Ismael menarik angkot tersebut sendiri.
Ketekunannya berbuah manis. Angkotnya bertambah menjadi tiga, lalu usahanya berkembang ke penjualan mobil bekas dan bengkel. Puncaknya, pada 1992 saat masih berstatus mahasiswa tingkat akhir, ia dinobatkan sebagai Pengusaha Kecil Teladan Nasional dan memenangkan modal usaha Rp100 juta dari Pertamina—sebuah pencapaian prestisius di eranya.
Kini, dengan bertambahnya gelar akademik di belakang namanya, perjalanan Ismael Koto memberikan pesan kuat bagi generasi muda: usia dan kesibukan bukanlah halangan untuk menuntut ilmu.
“Tidak ada kata menyerah. Teruslah berusaha dan tetap percaya bahwa setiap perjuangan akan menemukan waktunya untuk sampai pada tujuan,” tutup Ismael membagikan api semangatnya. (Rijal Islamy)

Post a Comment