News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kontingen Porprov "Dilapeh Ayam", Bupati Jon Firman Pandu: Saya Sudah Perintahkan Wakil Bupati Lepas Kontingen

Kontingen Porprov "Dilapeh Ayam", Bupati Jon Firman Pandu: Saya Sudah Perintahkan Wakil Bupati Lepas Kontingen

​Padang, PATRONNEWS.co.id — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026 resmi dibuka dengan meriah di Istana Gubernur, Padang. Namun, di balik semarak seremoni yang turut dihadiri langsung oleh Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., terselip kisah miris dari kontingen Kabupaten Solok. Para duta olahraga ini harus berangkat berlaga tanpa seragam, tanpa uang saku, dan diwarnai insiden pelepasan yang terkesan dilapeh ayam.

​Porprov XVI tahun ini mempertandingkan 53 cabang olahraga (cabor) dengan partisipasi lebih dari 8.000 atlet se-Sumatera Barat. Kabupaten Solok mengirimkan 560 orang anggota kontingen—terdiri dari 460 atlet dan 100 ofisial—untuk bertanding di 37 cabor.

​Dalam acara pembukaan, Bupati Solok Jon Firman Pandu tampak memberikan dukungan penuh. Ia menyebut ajang ini merupakan proses pembinaan menuju Kualifikasi PON XXII 2028. "Selamat bertanding untuk seluruh Kontingen Kabupaten Solok! Junjung tinggi sportivitas, berikan kemampuan terbaik, dan bawa semangat Solok. Berjuang dengan semangat, harumkan nama Kabupaten Solok!" ungkapnya.

​Klarifikasi Bupati Terkait Absennya Pimpinan Daerah

​Gegap gempita di panggung seremonial nyatanya berbanding terbalik dengan kondisi pelepasan atlet di Sport Hall GOR Batubatupang, Kotobaru, pada Kamis (1/10/2026). Acara pelepasan tersebut berlangsung hambar tanpa kehadiran Bupati maupun Wakil Bupati, sehingga memunculkan istilah dilapeh ayam di kalangan insan olahraga Solok.

​Terkait hal ini, Bupati Jon Firman Pandu akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak lepas tangan dan telah mendelegasikan tugas tersebut. Dirinya terpaksa absen karena harus menerima kunjungan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya terkait penanganan bencana di Posko Bencana Arosuka.

​"Saya sudah perintahkan Wabup (H. Candra, S.H.I.) untuk melepas kontingen. Namun saat Wamendagri tiba di Arosuka, Wakil Bupati ternyata turut serta mendampingi Wamendagri," ujar Jon Firman Pandu.

Alhasil, pelepasan ratusan duta olahraga Kabupaten Solok "hanya" dilakukan oleh Staf Ahli Bupati, Irwan Effendi.

​Berangkat Bertahap dengan Dana Pribadi

​Kekecewaan atlet tidak berhenti pada acara seremoni. Hingga masa keberangkatan pada Jumat (2/10/2026), hak-hak dasar atlet seperti seragam kontingen dan uang saku tak kunjung cair. Keberangkatan pun terpaksa dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan finansial masing-masing cabor. Bahkan, peserta yang harus bertanding lebih awal terpaksa merogoh kocek pribadi agar terhindar dari diskualifikasi.

​Rasa miris kian bertambah melihat jajaran inti KONI Kabupaten Solok tidak hadir penuh saat pelepasan. Panggung utama pelepasan akhirnya diisi oleh para ketua cabor karena absennya Sekretaris dan Bendahara KONI. Hanya Ketua KONI Doni Zulkifli, S.T., Dt. Majolelo, beserta enam pengurus yang tampak hadir.

​Ketua KONI Doni Zulkifli tidak menampik bahwa persoalan pembiayaan menjadi kendala utama akibat anggaran yang belum cair. "Sebelum berangkat, semua atlet ditanya apakah siap berangkat dengan biaya pribadi atau tidak? Kami tidak memaksakan setiap atlet untuk turun karena memang anggaran belum cair," ungkapnya.

​Tanpa Target, Andalkan Militansi "Urang Solok"

​Menyikapi keterbatasan ini, KONI Kabupaten Solok mengambil keputusan realistis untuk tidak membebankan target medali apa pun kepada para atlet. Kebijakan ini juga memaklumi kondisi daerah yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir bandang (galodo), yang berimbas pada efisiensi anggaran dan minimnya masa persiapan.

​Meski diterpa berbagai kendala, ratusan atlet ini tetap bertolak untuk bertanding di 11 kabupaten/kota penyelenggara. Kabupaten Solok sendiri juga didaulat menjadi tuan rumah untuk dua cabor, yakni Kick Boxing di Sport Hall Alahan Panjang dan Karate di GOR Batubatupang.

​"Dengan kondisi saat ini, kami tidak memberikan beban target. Namun, kami sangat yakin para duta olahraga ini akan bertarung dengan militansi tinggi. Mental dan karakter pantang menyerah adalah kepribadian dan identitas asli Urang Solok," pungkas Doni. (PN-001)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment