News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ironi Kontingen Kabupaten Solok di Porprov Sumbar XVI 2026: Semarak di Seremonial, Berangkat "Dilapeh Ayam" Tanpa Seragam dan Uang Saku

Ironi Kontingen Kabupaten Solok di Porprov Sumbar XVI 2026: Semarak di Seremonial, Berangkat "Dilapeh Ayam" Tanpa Seragam dan Uang Saku

Padang, PATRONNEWS.co.id — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026 resmi dibuka dengan meriah di Istana Gubernur, Padang. Namun, di balik semarak seremoni yang turut dihadiri langsung oleh Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., terselip kisah miris dari kontingen Kabupaten Solok yang harus berangkat berlaga tanpa seragam maupun uang saku.

​Porprov XVI tahun ini mempertandingkan 53 cabang olahraga (cabor) dan diikuti lebih dari 8.000 atlet dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Kabupaten Solok sendiri turut ambil bagian dengan mengirimkan 560 orang anggota kontingen, yang terdiri dari 460 atlet dan 100 ofisial untuk bertanding di 37 cabor.

​Dalam acara pembukaan, Bupati Solok Jon Firman Pandu tampak memberikan dukungan penuh kepada para atlet. Ia menyebut ajang ini bukan sekadar tentang hasil, melainkan proses pembinaan menuju ajang yang lebih tinggi seperti Kualifikasi PON XXII 2028.

​"Selamat bertanding untuk seluruh Kontingen Kabupaten Solok! Junjung tinggi sportivitas, berikan kemampuan terbaik, dan bawa semangat Solok dalam setiap pertandingan. Berjuang dengan semangat, bertanding dengan sportivitas, harumkan nama Kabupaten Solok!" ungkap Jon Firman Pandu.

​Kenyataan Pahit Sebelum Keberangkatan

​Sayangnya, gegap gempita di panggung seremonial tersebut berbanding terbalik dengan kondisi pelepasan atlet di daerah. Ratusan duta olahraga ini harus menelan pil pahit karena berangkat dengan kondisi memprihatinkan. Hingga masa keberangkatan pada Jumat (2/10/2026), hak-hak dasar atlet seperti seragam kontingen dan uang saku tak kunjung tersedia.

​Akibatnya, keberangkatan terpaksa dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan finansial masing-masing cabor. Sejumlah peserta yang harus bertanding lebih awal bahkan terpaksa merogoh kocek pribadi agar tidak didiskualifikasi.

​Rasa miris ini sejatinya sudah terasa saat acara pelepasan resmi di Sport Hall GOR Batubatupang, Kotobaru, pada Kamis (1/10/2026). Acara tersebut berlangsung hambar layaknya istilah Minang, dilapeh ayam. Bupati dan Wakil Bupati Solok absen dalam momen penting itu karena harus menjamu Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya di Posko Bencana Arosuka. Pelepasan akhirnya hanya diwakili oleh Staf Ahli Bupati Solok, Irwan Effendi.

​Kekecewaan kian bertambah karena jajaran inti KONI Kabupaten Solok tidak hadir penuh. Hanya Ketua KONI Doni Zulkifli beserta enam pengurus yang hadir, sementara panggung utama pelepasan akhirnya diisi oleh para ketua cabor akibat absennya Sekretaris dan Bendahara KONI.

​Tanpa Target, Andalkan Militansi "Urang Solok"

​Ketua KONI Kabupaten Solok, Doni Zulkifli, S.T., Dt. Majolelo, tidak menampik bahwa persoalan pembiayaan menjadi kendala utama karena anggaran yang belum cair.

​"Sebelum berangkat, semua atlet ditanya apakah siap berangkat dengan biaya pribadi atau tidak? Kami tidak memaksakan setiap atlet untuk turun karena memang anggaran belum cair," ungkap Doni.

​Menyikapi kondisi tersebut, Doni menegaskan bahwa KONI Kabupaten Solok mengambil keputusan realistis untuk tidak membebankan target medali apa pun kepada para atlet. Kebijakan ini juga memaklumi kondisi daerah yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir bandang (galodo), yang berimbas pada efisiensi anggaran dan minimnya masa persiapan.

​Meski diterpa berbagai keterbatasan, ratusan atlet ini tetap siap bertanding di 11 kabupaten/kota penyelenggara. Selain itu, Kabupaten Solok juga didaulat menjadi tuan rumah untuk dua cabor, yakni Kick Boxing di Sport Hall Alahan Panjang dan Karate di GOR Batubatupang.

​"Dengan kondisi saat ini, kami tidak memberikan beban target. Namun, kami sangat yakin para duta olahraga ini akan bertarung dengan militansi tinggi. Mental dan karakter pantang menyerah adalah kepribadian dan identitas asli Urang Solok," tegas Doni. (PN-001)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment