Keputusan Wasit Disorot, IPSI Kabupaten Solok Tetap Ukir Prestasi dengan 6 Perunggu di Porprov Sumbar 2026
Limapuluh Kota, PATRONNEWS.co.id — Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 menyisakan cerita tersendiri bagi kontingen Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Solok. Di tengah keberhasilan memborong enam medali perunggu, tim IPSI Kabupaten Solok harus menelan kekecewaan atas dugaan pengabaian aturan bertanding oleh perangkat pertandingan pada nomor Seni Regu Putri.Kejanggalan ini bermula saat salah satu peserta asal Kabupaten Agam diduga kuat menggunakan aksesori berupa gelang saat bertanding. Merujuk pada Peraturan Pertandingan Pengurus Besar (PB) IPSI Bab Peralatan dan Perlengkapan Bertanding Peserta Pasal 6, pelanggaran penggunaan aksesori secara tegas dikenakan sanksi pengurangan lima poin.
Meski wasit di lapangan sempat menyadari adanya pelanggaran tersebut, mereka berpendapat hal itu tidak perlu mengurangi nilai peserta yang bersangkutan. Keputusan ini memicu protes resmi dari tim IPSI Kabupaten Solok yang pada nomor tersebut meraih medali perunggu.
Dugaan pelanggaran semakin menguat saat insiden diputar ulang melalui tayangan Video Assistant Referee (VAR). Hasil rekaman memperlihatkan bukti visual yang jelas. Dewan juri yang meninjau tayangan itu pun merekomendasikan adanya sanksi pengurangan poin. Namun sayangnya, Ketua Pertandingan berinisial IY justru memberikan isyarat "tunggu dulu", sehingga sanksi tak kunjung diterapkan.
Sikap menunda dari perangkat pertandingan ini dinilai sebagai kejanggalan yang memicu tanda tanya besar.
"Apakah aturan yang baku itu pelaksanaannya harus menunggu protes resmi? Apakah Technical Delegate (TD) tidak mengetahui aturannya?" ungkap Sekretaris Umum IPSI Kabupaten Solok, Rino Narno, S.H., dengan nada kecewa.
Official sekaligus Ketua Harian IPSI Kabupaten Solok, Rizal Ikhlas, turut menyayangkan proses yang terjadi di arena tersebut. Senada dengannya, Ketua Umum IPSI Kabupaten Solok, J.J Dt. Pintu Langik, S.H., M.H., menegaskan bahwa protes ini diajukan bukan semata-mata demi poin atau warna medali, melainkan demi tegaknya keadilan dan konsistensi aturan.
Menurut pihak IPSI Kabupaten Solok, panitia dan perangkat pertandingan seharusnya aktif menjalankan aturan Pasal 6 tanpa harus menunggu protes dari peserta. Mereka berharap integritas olahraga pencak silat tetap terjaga melalui penegakan regulasi yang profesional, jujur, dan objektif.
Klarifikasi Pihak Panitia
Demi keberimbangan informasi, tim media mengonfirmasi hal ini kepada Technical Delegate (TD) dan Kepala Pertandingan (KP) di lokasi pertandingan, Gedung Serba Guna (GSG) Politani Tanjung Pati, Kabupaten 50 Kota, Rabu (07/10/2026).
Pihak KP menyampaikan bahwa pemakaian aksesori gelang tidak lagi masuk kategori pelanggaran yang berakibat pada pengurangan poin.
"Itu berlaku pada peraturan lama. Di peraturan tahun 2026, hal tersebut tidak lagi masuk kategori pelanggaran yang bisa mengurangi poin. Sesaat sebelum perlombaan dimulai, yang bersangkutan sudah kami periksa dan tidak memakai gelang. Namun karena ada jeda, mungkin saja ia memakainya kembali," ujar salah seorang KP yang saat itu mengenakan setelan jas hitam berdasi merah, dengan tergesa-gesa.
Sementara itu, TD IPSI Porprov Sumbar 2026, Sri Siswanti, menyatakan bahwa protes dari pihak IPSI Kabupaten Solok sudah melewati batas waktu yang ditentukan. "Kami sudah melaksanakan proses sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku," tegasnya.
Raih 6 Medali Perunggu
Terlepas dari polemik di arena, semangat juang para pesilat Kabupaten Solok patut mendapat apresiasi tinggi. Sepanjang bergulirnya Porprov Sumbar 2026, kontingen ini sukses membawa pulang total enam medali perunggu dari berbagai kelas yang dipertandingkan.
Berikut adalah daftar atlet pencak silat IPSI Kabupaten Solok yang berhasil menyumbangkan medali perunggu:
Kelas E Putra: Muhammad Azis
Kelas B Putri: Flowerina Rizkifitria
Kelas D Putri: Stevina Frisma
Kelas E Putri: Pindi Cahaya Putri
Seni Ganda Putri: Annisa Humairah dan Sifa Gusriani Mashuri
Seni Beregu Putri: Karina Alfatih Zahira, Athifa Putri Sakinah, dan Nathania Sandrika Amanda
Raihan enam medali perunggu ini menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja keras para atlet serta pelatih. Prestasi ini sekaligus akan dijadikan bahan evaluasi dan motivasi bagi pengurus IPSI Kabupaten Solok untuk terus mematangkan pembinaan pesilat pada kejuaraan-kejuaraan di masa mendatang. (PN-001)

Post a Comment