Nusron Wahid Dikabarkan Menghilang Usai OTT KPK di Kementerian ATR/BPN, Bahlil Lahadalia: Ini Musibah!
Solok, PATRONNEWS.co.id - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dikabarkan menghilang sejak peristiwa OTT KPK, 14 September 2026 lalu. Sejumlah kolega dan temen dekat sesama di Partai Golkar, Doli Kurnia Tanjung pun menyatakan kesulitan berkomunikasi dengan Nusron Wahid.Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, merasa terpukul mendengar kadernya, Fahd A Rafiq alias Fahd El Fouz, Ketua DPP Partai Golkar yang juga orang kepercayaan Nusron Wahid kembali terjerat operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Ini adalah musibah yang sudah barang tentu tidak semua orang menginginkan ini, ya." kata Bahlil di komplek Istana, seperti ditulis KOMPAS, Kamis tadi malam.
Sebagai partai yang pengalaman, sebagai partai yang banyak kadernya, kata Bahlil Lahadalia tidak mudah dan silit mengontrol kader satu dengan yang lain.
Dia juga belum bersedia menanggapi soal sanksi untuk Fahd Arafiq yang tiga kali terlibat korupsi di KPK. Apakah Fahd dipecat atau cukup ditegur.
Nusron Wahid: Memangnya Saya Jin?
Kabar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menghilang usai mencuatnya kasus dugaan suap terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantas melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat 8 orang pegawai Kementerian ATR/BPN.
Ditanya soal kabar ia menghilang, Nusron hanya menjawab dengan gurauan. Ia juga nampak mengikuti ibadah salat Jumat di kantornya seperti biasa.
"Masa kita bisa menghilang kayak jin, ya?," ucap dia seraya tersenyum tipis saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (18/09/2026).
Hormati Proses Hukum
Nusron mengatakan menghormati proses hukum yang ada.
"Kami menghormati apa yang diproses oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti dan membantu proses yang ada di sini," kata politisi Partai Golkar itu.
Nusron juga mengaku tidak tahu soal duduk perkara sengketa yang menyangkut pengembang raksasa tanah air, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).
"Enggak tahu," kata Nusron.
Nusron mengatakan kinerja Kementerian ATR/BPN tetap berjalan seperti biasa.
"Insya Allah tidak terganggu. Kami minta tetap solid, pelayanan tetap jalan, peralihan hak 10 hari tetap jalan, pengukuran terjadwal tetap jalan," kata Nusron.
Ia mengatakan akan melakukan pengawasan terhadap internal Kementerian ATR/BPN.
"Pasti, pasti," kata dia. Nusron didampingi oleh wakilnya Ossy Dermawan, Sekjen Kementerian ATR/BPN Agung Darmawan, dan sejumlah pejabat lainnya. (*/PN-001)
Sumber: realita.co, kompas.com

Post a Comment