Sejak 2010, Sudah 7 Kali Peluru Nyasar ke Kampus UNP, Ganefri Kecewa Janji Korem 032/Wirabraja
Kompleks Kantor Bupati Solok
Padang, PATRONNEWS.co.id - Universitas Negeri Padang (UNP) desak pemindahan lapangan tembak Tentara Nasional Indonesia di Lapai, Kota Padang. Sejak 2010, sudah tujuh kali terjadi insiden peluru nyasar di kawasan kampus UNP.
Senior Eksekutif UNP, Profesor Ganefri, menilai lokasi lapangan tembak di pusat kota sudah tidak tepat. Apalagi insiden berulang terjadi di lingkungan UNP. Insiden terbaru menimpa dua orang, salah satunya mahasiswa UNP, yang terluka akibat peluru nyasar di Lapangan Gedung Rektorat UNP, Selasa (2/6)
"Saran saya agar hal itu ditinjau ulang oleh pihak TNI dan dipindahkan. Panglima sudah berjanji akan mengevaluasi. Kami khawatir jika berganti panglima, hal ini dilupakan dan tidak ada tindak lanjut," kata Ganefri, Kamis (4/6).
Menurut catatan UNP, setidaknya sudah tujuh insiden terjadi saat Ganefri menjabat Rektor UNP periode 2016-2024. Ia mengaku kecewa karena janji evaluasi dan peningkatan keamanan dari pihak Korem sebelumnya tidak membawa perubahan.
“Kami kecewa karena kejadian sudah berulang. Waktu saya jadi rektor, Danrem berjanji evaluasi dan meningkatkan keamanan, tetapi tidak ada perubahan. Jangan sampai ada korban meninggal,” ungkap Ganefri.
Ganefri menjelaskan seluruh insiden peluru nyasar di UNP lokasinya tidak jauh dari gedung rektorat. Lapangan tembak TNI di Lapai berjarak sekitar 800 meter dari rektorat dan posisinya sejajar serta menghadap ke gedung tersebut.
Insiden berulang ini merugikan UNP karena kampus dianggap tidak aman. Alun-alun rektorat yang ramai digunakan mahasiswa untuk berfoto usai ujian skripsi ikut terdampak.
“Evaluasi lapangan tembak harus segera ditindaklanjuti. Mahasiswa sudah terdampak, kami juga kesulitan mengamankan mereka,” ujar Ganefri.
Kompleks Kantor Bupati Solok Bertetangga dengan Korem 032/Wirabraja
Beberapa waktu lalu, Pemkab Solok menghibahkan tanah untuk pembangunan Korem 032/Wirabraja di Kawasan Arosuka, berdekatan dengan kompleks kantor Bupati Solok. Selain untuk TNI, Pemkab Solok sebelumnya juga sudah membagi-bagi tanah miliknya untuk sejumlah instansi vertikal Forkopimda. Di antaranya untuk Kejaksaan Negeri Solok, maupun untuk Polres Solok. (*/PN-001)

Post a Comment