Anggaran dan Fasilitas Mewah Gubernur dan Wagub Sumbar di Tengah Bencana, WALHI: Tak Punya Empati!
Solok, PATRONNEWS.co.id - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatera Barat mengkritik keras Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, khususnya Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, karena dinilai menunjukkan politik anggaran yang nirempati, alias tak punya empati dan tidak berpihak kepada rakyat serta lingkungan hidup. Di tengah ancaman krisis iklim dan penderitaan ribuan korban bencana yang masih berjuang di hunian sementara, pemerintah justru mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp1,18 miliar demi fasilitas kenyamanan pejabat.
"Dana tersebut mencakup Rp470 juta untuk renovasi rumah dinas gubernur, Rp298,5 juta untuk ruang kerja wakil gubernur, Rp250 juta untuk sumur bor, serta Rp162,8 juta untuk pengadaan peralatan mewah seperti mesin espresso dan AC standing," ujar keterangan WALHI Sumbar, dikutip dari padangtv.id.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan potret krisis ekologis di lapangan, di mana masyarakat pesisir kehilangan ratusan hektar daratan akibat abrasi tanpa adanya mitigasi, serta para korban banjir bandang terancam terlantar karena kejelasan hunian tetap yang belum pasti. Kerusakan ini diperparah oleh maraknya aktivitas illegal logging di hulu DAS dan tambang emas ilegal di berbagai kabupaten/kota.
Alih-alih fokus pada pemulihan lingkungan, Pemprov Sumbar bahkan meloloskan perizinan usaha pemanfaatan hutan seluas lebih dari 20 ribu hektar kepada pihak swasta di Pulau Sipora, yang kian mengancam sumber air warga.
Atas ketimpangan prioritas ini, WALHI mendesak Gubernur dan DPRD Sumbar untuk segera mengevaluasi anggaran fasilitas tersebut dan mengalokasikannya secara langsung demi keselamatan rakyat, pembangunan hunian korban bencana, serta rehabilitasi lingkungan hidup. (PN-001)

Post a Comment