Dedy Bachta Wakili Kabupaten Sijunjung pada Pertemuan Penyair Nusantara 2026 di Aceh
Sijunjung, PATRONNEWS.co.id – Kabar membanggakan datang dari dunia literasi dan sastra Kabupaten Sijunjung. Dedy Bachta, Guru SMKN 2 Sijunjung sekaligus Founder TBM Pustaka Kembara, dipercaya mewakili Kabupaten Sijunjung dalam ajang bergengsi Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Tahun 2026 yang digelar di Aceh. Forum sastra internasional tersebut mempertemukan penyair, sastrawan, budayawan, dan pegiat literasi dari berbagai daerah di Indonesia serta 14 negara peserta.Keikutsertaan Dedy Bachta menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sijunjung. Selama ini, ia dikenal aktif menggerakkan budaya literasi melalui TBM Pustaka Kembara, sebuah komunitas yang konsisten menghadirkan ruang baca, kegiatan literasi, serta berbagai program pengembangan minat baca di tengah masyarakat.
Menurut Dedy, kehadirannya dalam Pertemuan Penyair Nusantara bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa semangat literasi masyarakat Kabupaten Sijunjung. Forum ini menjadi ruang penting untuk memperluas jejaring, bertukar gagasan, serta memperkenalkan potensi budaya dan literasi daerah kepada peserta dari berbagai wilayah dan negara. Pertemuan Penyair Nusantara sendiri merupakan wadah kolaborasi penyair dan pegiat sastra yang bertujuan memperkuat persaudaraan, pertukaran gagasan, dan pengembangan sastra di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai pendidik di SMKN 2 Sijunjung, Dedy Bachta juga terus mendorong generasi muda untuk mencintai literasi dan sastra sebagai bagian dari pembentukan karakter. Melalui berbagai karya dan aktivitas literasi yang dijalankannya, ia berharap dapat menginspirasi pelajar serta masyarakat untuk terus berkarya dan menjadikan literasi sebagai jalan membangun peradaban.
Keikutsertaan Dedy Bachta pada PPN XIV Aceh 2026 menjadi bukti bahwa Kabupaten Sijunjung memiliki sumber daya manusia yang aktif berkontribusi dalam perkembangan sastra dan literasi Nusantara. Diharapkan, pengalaman dan jejaring yang diperoleh dari forum internasional tersebut dapat semakin memperkuat gerakan literasi di Ranah Lansek Manih serta mengharumkan nama Kabupaten Sijunjung di tingkat nasional maupun internasional.
Proses Ketat
Kurator Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh–Indonesia Tahun 2026 mengungkapkan ketatnya proses seleksi karya sastra dalam ajang internasional tersebut. Dari total 1.018 judul karya yang masuk dari 552 penulis, hanya 300 judul karya dari 300 penulis yang dinyatakan lolos kurasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kuratorial, Salman Yoga S, saat membacakan pengantar pada pembukaan PPN XIV di Istana Wali Nanggroe, Darul Imarah, Aceh Besar, Senin (22/6/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Salman didampingi oleh tim kurator lainnya, yakni Rini Intama (Jakarta), Acep Zamzam Noor (Jawa Barat), Mohamad Saleeh Rahamad (Malaysia), dan Zefri Ariff (Brunei Darussalam).
“Lebih kurang 552 penulis mengirimkan karya, dan kami membaca 1.018 judul. Dari jumlah itu, hanya 300 karya yang kami nyatakan lolos,” ujar Salman.
Ia menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan tanpa melihat latar belakang penulis. Baik pelajar, akademisi, pejabat, hingga masyarakat umum memiliki kesempatan yang sama.
“Kami tidak peduli status sosial penulisnya. Yang kami nilai adalah kebenaran kata-kata dan kekuatan makna dalam puisi tersebut,” tegasnya.
Salman juga menjelaskan bahwa tema besar antologi puisi PPN XIV tahun ini adalah “Nurani Kemanusiaan”, yang dipilih berdasarkan fenomena global saat ini, di mana nilai-nilai kemanusiaan dinilai semakin terpinggirkan. (*/PN-001)

Post a Comment