News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ksatria dan Terhormat, Julmardizon Mundur, Saat Kondisi PDAM Sawahlunto Membaik

Ksatria dan Terhormat, Julmardizon Mundur, Saat Kondisi PDAM Sawahlunto Membaik

Sawahlunto, PATRONNEWS.co.id - Sikap ksatria dan mundur dengan terhormat dipilih oleh Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sawahlunto, Julmardizon, SE. Berbeda dengan berbagai daerah di Sumbar yang Dirut PDAM-nya, merupakan "warisan" pemerintahan sebelumnya, Julmardizon justru mundur di saat kondisi PDAM Kota Sawahlunto dalam kondisi membaik. Apalagi, Pengangkatan Julmardizon, tidak berada di pemerintahan sebelumnya (Deri Asta-Zohirin Sayuti), tapi dalam masa transisi jabatan Walikota, yang dijabat seorang Pj.

Julmardizon mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya, Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Surat pengunduran diri tersebut disampaikan langsung ke Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. 

"Benar, saya sudah mengajukan surat pengunduran diri hari ini sekitar pukul 15.00 WIB. Suratnya saya antar langsung ke Bagian Perekonomian dan diterima oleh Bu Santi," ujar Julmardizon. Julmardizon dilantik sebagai Direktur Utama PDAM Sawahlunto pada 18 Juli 2024 untuk masa jabatan 2024-2029. 

Tak Beri Alasan Mengundurkan Diri Namun, dalam keterangannya, Julmardizon tidak memberikan penjelasan terkait alasan pengunduran dirinya, meski kinerja PDAM Sawahlunto belakangan dinilai menunjukkan perbaikan signifikan. 

"Saya tidak memberikan statemen dan alasan apa pun terkait pengunduran diri ini. Yang pasti, saya sudah menyampaikan surat pengunduran diri tersebut ke Bagian Perekonomian. Mohon maaf, saya tidak bisa memberikan alasan," katanya saat diwawancarai secara daring. 

Usai memberikan keterangan, Julmardizon bertolak menuju Padang. Ia juga menyampaikan salam perpisahan serta ucapan terima kasih kepada insan pers atas kemitraan yang telah terjalin selama ini. 

"Terima kasih atas dukungan kawan-kawan media selama ini. Izinkan saya pamit kembali ke Padang," tutupnya.  Pengunduran diri Julmardizon ini cukup mengejutkan, mengingat selama hampir satu setengah tahun memimpin, ia dinilai berhasil membawa PDAM Sawahlunto keluar dari kondisi sulit. Bahkan, PDAM disebut mampu memenuhi target 100 hari kerja Pemerintah Kota Sawahlunto di bawah kepemimpinan Wali Kota Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah. 

Wawako Jeffry Hibatullah: Pengunduran Diri Dirut Jangan Berpengaruh ke Pelayanan

Wakil Walikota Sawahlunto Jeffry Hibatullah bersama Sekretaris Daerah Rovanly Abdams beraudiensi dengan jajaran manajemen dan karyawan PDAM Kota Sawahlunto setelah pengunduran diri Direktur PDAM Julmardizon di Balaikota, Senin (26/1/2026).

Audiensi tersebut membahas sejumlah perkembangan internal PDAM, termasuk pengunduran diri direktur serta progres pelaksanaan program kerja yang sedang berjalan, guna memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berlangsung optimal.

Dalam pertemuan itu, jajaran manajemen dan karyawan PDAM menyampaikan laporan kondisi organisasi, tantangan operasional, serta aspirasi terkait keberlanjutan kinerja perusahaan daerah di tengah dinamika internal yang terjadi.

Dalam tanggapannya, Wawako Jeffry memaparkan arah kebijakan Pemerintah Kota Sawahlunto terhadap PDAM, termasuk dukungan dan perhatian Pemko melalui langkah sinkronisasi perencanaan anggaran dengan program kementerian terkait.

"Kami berharap dinamika pergantian kepemimpinan tidak boleh mengganggu kualitas layanan kepada masyarakat, sehingga kinerja PDAM harus tetap terjaga, profesional, dan terus ditingkatkan sesuai standar pelayanan publik," ucap dia.

Ia juga memastikan Pemko Sawahlunto berkomitmen agar PDAM tetap berjalan stabil dan maju, karena penyediaan layanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dilindungi dan dipenuhi secara berkelanjutan. (*/PN-001)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment