News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gotong Royong Mahardika Mengajar dan Warga Hidupkan Kembali Lapangan di Jorong Batu Gajah

Gotong Royong Mahardika Mengajar dan Warga Hidupkan Kembali Lapangan di Jorong Batu Gajah

Oleh: Diva Beltris

Jorong Batu Gajah, Nagari Lubuk Ulang Aling – Rumput tinggi itu menutupi sesuatu yang dulunya adalah lapangan voli kebanggaan warga Jorong Batu Gajah. Garis lapangan tak lagi terlihat dan tak ada lagi teriakan semangat yang biasa menggema setiap sore. Lapangan itu sepi terlupakan, sampai Minggu pagi, 4 Januari 2026, pemuda dan Volunter Mahardika Mengajar Batch 6 datang dengan cangkul, sabit, dan tekad untuk menghidupkan kembali lapangan itu.

Dalam hitungan jam, lapangan yang nyaris tak terlihat itu berubah total. Rumput tinggi dipotong habis, net diikat di antara tiang, dan garis lapangan ditata kembali. Kini, setiap sore, lapangan voli Jorong Batu Gajah kembali ramai, dipenuhi tawa, keringat, dan semangat kebersamaan antara warga dan volunteer yang tengah mengabdi.

Kegiatan gotong royong pembersihan lapangan voli ini merupakan inisiatif dari Volunter Mahardika Mengajar Batch 6 yang sedang menjalani pengabdian selama 10 hari, dari tanggal 2 hingga 11 Januari 2026, di Jorong Batu Gajah, Nagari Lubuk Ulang Aling.

"Saya melihat ada lapangan disana, tapi tidak pernah melihat ada warga yang menggunakannya, padahal potensinya sangat bagus untuk kegiatan warga. Jadi saya mengajak volunter bersama-sama dengan warga membersihkan lapangan tersebut” ujar Diva sebagai Penanggung Jawab Volunter Mahardika Mengajar Batch 6 di Jorong Batu Gajah.

Dukungan tidak hanya datang dari para pemuda yang ikut bergotong royong. Pada malam audiensi dengan masyarakat sebelumnya, pemuda, warga, dan ninik mamak menyambut baik rencana pembersihan lapangan dan menawarkan dukungan nyata.

"Kasi tahu aja apa yang dibutuhkan untuk itu, nanti kita bisa gunakan dana pemuda untuk membeli kebutuhan seperti beli net atau bola voli baru," kata Tuk Darun sebagai Ninik Mamak saat audiensi yang kami lakukan di malam hari sebelum gotong royong.

Antusiasme para pemuda sangat tinggi. Mereka bekerja keras bersama volunter memotong rumput tinggi dan membersihkan seluruh area lapangan. Proses pembersihan berlangsung hingga siang hari dengan semangat kekeluargaan yang kental. Setelah lapangan bersih, para pemuda dan volunter mencoba bermain voli sebentar untuk merasakan hasil kerja keras mereka.

Hari-hari berikutnya, lapangan yang sempat mati kini benar-benar hidup kembali. Setiap sore, para volunter bermain bersama pemuda dan anak-anak di lapangan tersebut. Tidak hanya voli, berbagai aktivitas olahraga lainnya seperti sepak bola dan permainan tradisional turut meramaikan sore-sore di Jorong Batu Gajah.

"Senang sekali lapangan ini bisa aktif lagi. Kami udah lama nggak main voli di sini, sekarang jadi bisa main lagi. Apalagi kalau rame-rame, mainnya jadi lebih seru," kata Yori salah seorang pemudi Jorong Batu Gajah dengan antusias.

Kegiatan bermain bersama ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mempererat hubungan antara volunter, pemuda, dan anak-anak setempat. Di tengah permainan, mereka saling bercerita dan tertawa bersama, menciptakan ikatan bermakna yang tak terlupakan.

Kehadiran Volunter Mahardika Mengajar di Jorong Batu Gajah membuktikan bahwa pengabdian tidak hanya tentang mengajar di kelas, tetapi juga menggerakkan semangat kebersamaan dan menghidupkan kembali ruang publik. Dukungan dari tokoh masyarakat dan antusiasme pemuda setempat menunjukkan bahwa perubahan positif bisa dimulai dari hal sederhana seperti gotong royong dan kepedulian bersama.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment