News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Epyardi Asda "Sentil" Andre Rosiade dan Mulyadi karena Tak Bernyali Maju di Pilkada Sumbar 2024

Epyardi Asda "Sentil" Andre Rosiade dan Mulyadi karena Tak Bernyali Maju di Pilkada Sumbar 2024

PADANG, PATRONNEWS.CO.ID - Bupati Solok Capt. Epyardi Asda, M.Mar, menyentil dua pimpinan partai politik besar di Sumbar terkait eskalasi Pilkada Sumbar 2024. Kedua pimpinan Parpol itu adalah, Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Andre Rosiade dan Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Ir. Mulyadi. Menurut Epyardi, kedua politikus tersebut hanya sekadar berkoar-koar akan maju di Pilkada Sumbar 2024, jelang Pileg DPR RI 14 Februari 2024 lalu.

"Andre Rosiade hanya berkoar-koar. Dulu, sebelum Pileg berkoar-koar 'Prabowo Presiden, Andre Rosiade Gubernur'. Nyatanya, sekarang tak maju. Begitu juga dengan Mulyadi, juga tak maju, padahal di 2020 dulu maju. Justru jika mereka maju, saya tak akan maju. Saya masih satu periode jadi bupati Solok. 

Malu Sumbar ini jika Mahyeldi melawan kotak kosong," ungkap Epyardi dalam sebuah video yang beredar baru-baru ini di Medsos.

Epyardi Asda juga menegaskan bahwa Sumbar sedang tidak baik-baik saja. Menurutnya, Sumbar butuh pemimpin tegas, lugas, berintegritas dan memiliki kapasitas. Epyardi juga menegaskan bahwa Sumbar akan malu jika nantinya petahana Mahyeldi Ansharullah akan melawan kotak kosong di Pilkada Sumbar 2024. 

"Mahyeldi memang punya jaringan yang kiat. PKS menjadi partai pemenang di Pileg DPRD Sumbar. Tapi, cukuplah beberapa lama ini mereka yang memimpin. Jika ditakdirkan, Demi Allah saya akan bersumpah, bahwa aaya akan memperjuangkan Sumbar sesuai kemampuan saya. Malu Sumbar ini, jika nanti Mahyeldi melawan kotak kosong," ungkapnya.

Bachtul: Epyardi Pengecut, namun Intimidatif

Sementara itu, tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Ir. Bachtul menilai Epyardi Asda sama sekali tidak memiliki nyali dan mental untuk bertarung di Pilkada Sumbar 2024. Bachtul menegaskan bahwa Epyardi Asda adalah sosok pengecut, namun berlaku intimidatif ke perangkat daerah, ASN dan masyarakat.

"Sebenarnya, bagus jika ada niat Epyardi Asda maju di Pilkada Sumbar. Semestinya kita dukung bersama-sama. Sehingga, tidak ada lagi tindakan intimidatif di Kabupaten Solok. Namun, saya sama sekali tidak yakin, karena dia sama sekali tidak punya nyali dan mental untuk maju di Pilgub Sumbar. Opini ini sengaja dilemparkan ke publik untuk menghindari head to head di Pilkada Kabupaten Solok. Sehingga, memancing majunya banyak pasangan di Pikada Kabupaten Solok. Karena Epyardi takut kalah jika Pilkada Kabupaten Solok head to head," ungkapnya.

Bachtul juga menegaskan bahwa Epyardi Asda tidak akan berani menghadapi incumbent Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Bahkan, Bachtul mengatakan bahwa mendengar nama Mahyeldi saja, Epyardi Asda sudah gemetar. Belum lagi, mendengar sejumlah tokoh lain yang diprediksi juga akan maju. Seperti Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade, Ketua DPD Demokrat Sumbar Mulyadi, Ketua DPW NasDem Fadly Amran, dan sederet tokoh-tokoh lainnya.

"Apa yang telah dibuatnya selama menjadi Bupati Solok? Tidak ada yang bisa dibanggakan, dia hanya dikenal sebagai tukang ribut dengan kata-kata kasarnya. Hanya menyebar rasa takut bagi masyarakat Kabupaten Solok. Terutama kepada pegawai dan keluarganya, dengan jurus non job, pindahkan pegawai ke tempat kerja jauh dari rumah dan bahkan pemecatan. Dia intimidatif, sehingga hampir semua pegawai dibayangi rasa takut, dan kehilangan kemampuan terbaik dan kreativitas untuk memajukan Kabupaten Solok. Masyarakat di rantau, boro-boro bangga, malah mungkin merasa malu dengan insiden-insiden dan keributan-keributan yang dibuat Epyardi Asda," tegasnya. (PN-001)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment