News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pilkada Kabupaten Solok Menuju Skenario Head to Head dan Versus Kotak Kosong

Pilkada Kabupaten Solok Menuju Skenario Head to Head dan Versus Kotak Kosong

SOLOK, PATRONNEWS.CO.ID - Bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Solok 27 November 2024, memungkinkan terjadinya skenario head to head (dua pasang kandidat), bahkan satu satu pasang kandidat bakal melawan (versus) kotak kosong. Hal itu, setelah sejumlah nama melakukan pengembalian formulir dan silaturahmi ke sejumlah partai di Kabupaten Solok. Dari sejumlah nama yang melakukan pengambilan formulir di sejumlah kantor Parpol, hanya beberapa orang saja yang mengembalikan formulir, hingga Senin (6/5/2024) kemarin. 

Sebanyak 4 kandidat menjadi fokus perhatian di kegiatan pengembalian formulir tersebut. Yakni, Wakil Bupati Solok Jon Firman Pandu yang mengembalikan firmulir pendaftaran ke PPP dan Partai NasDem. Kemudian ASN Pemko Solok Hendra Saputra di Partai NasDem. Lalu, Anggota DPRD Sumbar dua periode dari Partai NasDem Irwan Afriadi yang mendaftar ke Partai NasDem dan Partai Demokrat. Kemudian Pengusaha sukses asal Nagari Salimpek, Kecamatan Lembah Gumanti, Budi Satriadi yang akrab disapa Budi Global, mengembalikan formulir pendaftaran ke Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrat.

Dari komposisi yang ada saat ini, Pilkada Kabupaten Solok bisa menuju ke skenario head to head, atau dua pasangan calon yang bakal bertarung. Bahkan, jika komposisi berpasangan tak memenuhi syarat 7 kursi atau 20 persen dari 35 kursi DPRD Kabupaten Solok, skenario salah satu pasangan untuk akan memborong sejumlah partai, skenario versus kotak kosong juga sangat memungkinkan.

Skenario Head to Head dan Versus Kotak Kosong

Budi Satriadi dan Emiko Epyardi menjadi dua kandidat yang diyakini bakal melakukan aksi "borong partai" untuk mewujudkan koalisi raksasa di Pilkada Kabupaten Solok 27 November 2024. Budi Global sudah melakukan komunikasi intensif dengan 8 Parpol dari 9 Parpol yang memiliki kursi di DPRD Kabupaten Solok. Pengusaha asal Nagari Salimpek, Lembah Gumanti tersebut melakukan komunikasi intensif dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sementara, Emiko yang merupakan istri dari Bupati Solok Epyardi Asda selain akan diusung Partai Amanat Nsional (PAN) disebut-sebut juga melakukan komunikasi intensif dengan 5 partai, minus Partai Gerindra, PDIP, Partai Demokrat dan PKS. 

Sekadar diketahui, pada Pileg 14 Februari lalu, PAN mendapatkan 6 kursi, Partai NasDem 5 kursi, Partai Golkar 5 kursi, PKS 5 kursi, Partai Gerindra 4 kursi, Partai Demokrat 4 kursi, PPP 3 kursi, Hanura 2 kursi, dan PDIP 1 kursi. Untuk bisa maju di Pilkada Kabupaten Solok, pasangan Bupati-Wakil Bupati minimal harus diusung oleh 7 kursi, atau 20 persen dari 35 Anggota DPRD Kabupaten Solok.

Pada Senin (6/5/2024), pengusaha sukses asal Nagari Salimpek, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok, H. Budi Satriadi, SKM, MM atau dikenal dengan Budi Global, melakukan pengembalian formulir ke Kantor DPC Partai NasDem dan DPC Partai Demokrat. Kedatangan Budi Satriadi disambut oleh Ketua DPC Partai NasDem Kabupaten Solok Armen Plani dan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok Ismael Koto, SH. 

"Hari ini, kita mengantarkan berkas sebagai syarat pencalonan untuk Kepala Daerah/Bupati Solok ke DPC NasDem dan Kabupaten Solok. Alhamdulillah, kita diterima oleh ketua DPC tersebut. Selanjutnya, kita menunggu tahapan selanjutnya, dan semoga NasDem dan Demokrat bisa bersama kita," kata Budi Satriadi.

Budi Satriadi juga menyampaikan beberapa visi dan misi termasuk alasan untuk ikut dalam pencalonan Bupati Solok. Menurutnya, Kabupaten Solok harus bangkit di segala bidang, karena Kabupaten Solok memiliki Sumber Daya Alam (SDA), dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tak kalah dari daerah lain.

"Salah satu yang harus kita bangkitkan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), karena Kabupaten Solok berada di peringkat 17 dari 19 Kabupaten/Kota di Sumbar. Artinya berada di peringkat ketiga terbawah," sebut Budi Satriadi.

Dikatakannya, Kabupaten Solok adalah daerah yang memiliki potensi berlimpah ruah, baik SDM maupun SDA. Mulai dari pertanian, pariwisata, perkebunan, perikanan, hingga pertambangan. Namun, potensi itu belum tergarap maksimal, karena kurangnya stimulan dan akses ke sumber-sumber pendapatan.

"Jadi tidak ada alasan untuk kita tidak bangkit karena kita punya semuanya. Tergantung lagi semua kepada siapa yang mengambil kebijakannya, yaitu bupatinya atau kepala daerahnya. Jika nant, kita akan merangkul seluruh unsur dan seluruh elemen di Kabupaten Solok untuk membangun dan memajukan daerah. Semua harus ikut andil, semua harus berperan, semua harus berkolaborasi dan bersinergi untuk kebaikan Kabupaten Solok ini. Sehingga kesejahteraan semua masyarakat Kabupaten Solok bisa terwujud. Ketimpangan di tengah-tengah masyarakat harus dihilangkan agar semua bisa saling memberi masukan dan saling mengingatkan, dan saling merangkul untuk kemajuan," pungkasnya.

Sekilas Budi Satriadi

Nama Budi Satriadi yang akrab disapa Budi Global, menjadi magnet kuat di kontestasi Pilkada Kabupaten Solok 2024. Pria kelahiran Nagari Salimpek, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, pada 17 Mei 1976 ini, menjadi inspirator bagi anak muda Kabupaten Solok. Kisah perjalanan hidupnya yang penuh liku, Budi berhasil membuktikan bahwa siapapun bisa sukses jika punya keinginan kuat. Di saat dirinya berumur 1 tahun, ayahnya meninggal dunia, yang sekaligus menjadikan ibunya yang seorang guru menjadi single parent (orang tua tunggal). 

Setelah tamat dari Akper Depkes Padang pada tahun 1998, Budi Satriadi langsung lulus dan diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Penempatannya adalah sebagai perawat di Ruang Operasi RSUP M Djamil Padang. Budi kemudian menjadi Ahli Mesin Jantung di Ruang Operasi RSUP M Djamil Padang pada tahun 2001.

Di sela menjalani rutinitas sebagai paramedis di rumah sakit terbesar di Sumbar sejak 1998, Budi Satriadi mendirikan perusahaan CV Salsabilla Jaya Utama pada tahun 2000, yang bergerak di bidang Peralatan Kesehatan dan Laboratorium. ⁠Dengan perusahaan ini, Budi Satriadi mengimpor peralatan medis. Berikutnya, pada tahun 2004, Budi menjadi Direktur Utama di PT Global Mineral Sejahtera yang bergerak di bidang tambang bijih besi. Di saat inilah, panggilan "Budi Global" melekat padanya. 

Pada tahun 2005, saat mulai merasakan tantangan baru di tambang biji besi, Budi Satriadi mengambil pilihan tersulit dalam hidupnya, yakni memilih mundur sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Tujuannya agar fokus ke dunia pertambangan. Di tahun yang sama, Budi menjadi ⁠Direktur Utama PT Global Forwarding Company (Perusahaan Agen Kapal) dan Direktur Utama PT Global Stevedoring Company (Perusahaan bongkar muat kapal).

Kemudian, ⁠berlanjut menkadi Direktur PT Budi Satriadi Industries (Smelter Besi) tahun 2008-sekarang), ⁠PT Kuansing Mineral Sejahtera (tambang dan pengolahan/Stone Crusher Batuan) tahun 2010-sekarang, dan ⁠PT Kuansing Makmur Sejahtera (General Kontraktor) 2014-sekarang.

Pada tahun 2012, Budi Satriadi yang makin akrab disapa "Budi Global" mulai masuk ke sejumlah organisasi. Yakni menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) Kabupaten Solok tahun 2012-2015. Kemudian, Pengurus BPD Hipmi Sumatera Barat 2015-2020. Lalu, Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) tahun  2017-sekarang. Kemudian, ⁠Pengurus Masyarakat Alam Gumanti 2023-sekarang. Lalu, Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Sumatera Barat (2022-2026).

Dengan latar belakang Budi Satriadi sebagai pengusaha, juga dinilai mampu berkomunikasi dengan seluruh pihak di Kabupaten Solok. Sehingga, diyakini bakal membuat kejutan luar biasa. Apalagi, jika Pilkada Kabupaten Solok 2024 head to head (dua pasangan) atau melawan kotak kosong di Pilkada Kabupaten Solok 27 November 2024. (PN-001)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment