News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Longsor di Aie Dingin, Jalur Padang-Solok Selatan Putus Total

Longsor di Aie Dingin, Jalur Padang-Solok Selatan Putus Total

SOLOK - Jalur Padang-Solok Selatan kembali putus total, akibat longsor yang terjadi di dekat kawasan tambang galian C di Jorong Data, Nagari Aie Dingin Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Minggu (16/2021). Longsor dipicu akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok beberapa hari belakangan.

"Saat ini ruas jalan Lubuk Selasih-Muara Labuh, dekat Tambang Galian C di Nagari Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti sedang tidak dapat dilalui karena longsor," kata Camat Lembah Gumanti Zaitul Ikhlas dalam WAG Tangguh Bencana Kabupaten Solok.

Hingga sekira pukul 22.30 WIB, alat berat dari pemilik tambang dan Dinas PUPR Provinsi Sumbar sudah berkerja di lokasi untuk memindahkan material yang berisi tanah dan batu tersebut.

"Tetapi mohon bantuan juga dari BPBD karena ada pohon yang tumbang di lokasi tersebut," pinta Camat Zaitul Ikhlas.

Akibat peristiwa itu, ratusan kendaraan terjebak kemacetan panjang dari kedua arah. Syukra (23) salah seorang warga Lubuak Gadang, Solok Selatan mengaku sudah terjebak macet sejak pukul 17.30 WIB, karena mobil travel jurusan Padang-Sangir yang ditumpanginya tak mungkin berputar arah.

"Ndak mungkin putar arah, kami sudah terjebak sejak jam 17.30 WIB sore tadi, pada pukul 22.00 WIB tadi juga terjadi longsor tambahan di lokasi tersebut. Saat ini alat berat sedang bekerja," ucapnya.

Sebelumnya, hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Solok dan sekitarnya beberapa hari ini mengakibatkan terjadinya bencana longsor di Jorong Balai Okak dan Jorong Pangkua Kociak Nagari Taruang Taruang, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (16/5/2021) . 

Wali Nagari Taruang Taruang Rushimal Ulya,S.Pd mengatakan, peristiwa itu terjadi Minggu (16/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Longsor yang terjadi di Jorong Balai Okak dan Pangkua Kociak Nagari Taruang Taruang ini menyebatkan beberapa infrastruktur sarana prasarana umum dan satu unit rumah masyarakat runtuh terseret longsor.

"Longsor yang terjadi  dengan curah hujan tinggi yang mengguyur Nagari Taruang Taruang dalam sepekan, membuat tanah menjadi bergerak dan terjadi bencana longsor di beberapa titik di Nagari Taruang Taruang, " jelas Rushimal Ulya.

Akibat bencana longsor, satu  rumah milik warga atas nama Rusli yang belum dihuni rusak terbawa material longsor. Dari bencana longsor tersebut diperkirakan kerugian yang dialami warga sekitar Rp75 juta.

"Ruang kamar tidur, dapur, kamar mandi, dinding, dan lantai rumah ikut tertarik longsor," katanya. 

Hingga Minggu malam (16/5/2021), belum ada satupun "bantuan" yang diberikan oleh Pemkab Solok untuk menangani longsor ini. Baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR, maupun dari instansi lainnya. Padahal, nagari Taruang Taruang merupakan kampung halaman Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Solok, Ahpi Gusta Tusri. Akibatnya, masyarakat dengan semangat kegotongroyongan yang kental dan rasa kersamaan yang kuat berjibaku membersihkan puing puing longsor tersebut.

Rushimal Ulya juga menambahkan bahwa Minggu pagi sekitar jam 08.00 WIB, juga telah terjadi bencana longsor di Jorong Balai Okak Nagari Taruang Taruang yang menutupi badan jalan dan satu rumah warga  nyaris terbawa longsor. Wali Nagari  meminta masyarakat Nagari Taruang Taruang agar waspadai terhadap potensi longsor selama hujan deras.

"Apalagi sekarang musim penghujan mari kita waspada dan selalu berhati hati  terhadap bencana longsor," tutupnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok Syaiful, ST, MT, menyatakan pihaknya sesegera mungkin akan mengirimkan alat berat untuk menangani longsor tersebut. 

"Sesegera mungkin akan kita kirimkan alat berat ke wilayah itu. Jika alat berat yang kita miliki sekarang tidak memadai, kita akan sewa ke pihak lain. Sehingga, bencana itu segera tertangani," ungkapnya. 

Beberapa hari lalu, bencana tanah longsor menghantam dua wilayah di Kabupaten Solok. Longsor pertama terjadi di Nagari Siaro Aro, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi pada Rabu dinihari (12/5/2021) sekira pukul 03.00 WIB. Sementara, longsor kedua menghantam jalan menuju Kecamatan Tigo Lurah pada Jumat dinihari (14/5/2021). 

Longsor di dua wilayah yang terjadi di hari terakhir Ramadhan dan sehari setelah Idul Fitri 1442 H tersebut, seakan luput dari perhatian. Pasalnya, para pejabat dan masyarakat lainnya sedang "sibuk" dengan perayaan Idul Fitri. Namun, bagi masyarakat yang terdampak bencana, mereka harus terisolasi karena akses keluar masuk terputus total. Material longsor yang menutup sejumlah ruas jalan membuat akses warga tertutup. Longsor diduga dipicu oleh hujan deras yang mengguyur daerah tersebut sejak beberapa hari terakhir. 

Di Kecamatan Tigo Lurah, selain tertutup material longsor, sejumlah titik di ruas jalan menuju kecamatan  tersebut juga mengalami terban sehingga mengancam keselamatan warga yang melintasi daerah tersebut.

"Longsor terjadi tadi malam, karena hujan deras yang terus mengguyur beberapa hari belakangan," kata Camat  Tigo Lurah Masrianto Sarmaini, Jumat (14/5/2021).

Akibatnya, kata dia, banyak kendaraan yang terjebak di ruas jalan tersebut sehingga tak bisa melanjutkan perjalanan.

"Untuk sementara warga pengguna jalan terpaksa memindahkan material tanah longsor secara manual saja. Namun untuk pemulihan akses secara permanen, kami membutuhkan alat berat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok Syaiful ST, MT, menyatakan pihaknya telah mengerahkan alat berat ke lokasi untuk membuka akses warga.

"Tadi alat berat sudah berada di lokasi, mudah-mudahan hari ini pemindahan tanah longsor tersebut selesai, sehingga akses warga kembali lancar," ujarnya, Jumat (14/5/2021).

Syaiful mengimbau, warga yang melintasi jalur tersebut untuk tetap waspada untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

"Ada jalan terban di beberapa titik, kami imbau warga yang melintasi daerah tersebut untuk tetap berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaan," ucapnya.

Longsor di Siaro Aro

Sebelumnya, bencana tanah longsor juga terjadi di ruas jalan nagari Siaro-aro menuju Taruang-taruang kecamatan IX Koto Sungai Lasi. Longsor terjadi sekira pukul 03.00 WIB dini hari pada Rabu (12/5/2021).

Longsoran bukit berisi material tanah dan kayu, membuat akses warga di daerah itu terputus total di hari terakhir Ramadhan 1442 H tersebut. Pasalnya, selain material tanah, juga ada pohon tumbang melintang jalan.

Mendapat laporan itu, Kadis PUPR Kabupaten Solok Syaiful, ST, MT langsung turun ke lokasi dengan menggunakan kendaraan pribadinya, karena kendaraan pelat merah BA 29 H yang biasa dipakai untuk operasional ke lapangan sedang "dikandangkan".

"Alhamdulillah, untuk akses jalan Siaro Aro menuju Taruang Taruang sudah selesai dikerjakan. Saat ini sudah lancar kembali. Pasca kejadian, kami langsung menurunkan alat berat ke lokasi dan telah selesai kemaren," ujarnya.

Terkait mobil dinas yang biasa dipakainya, Syaiful hanya menjawab diplomatis. Menurutnya, sebagai Aparatur Sipil Negara, dirinya harus patuh dengan perintah atasan.

"Tugas saya menjalankan tugas sesuai tupoksi, urusan aset kendaraan dinas itu kewenangan kepala daerah. Kalau ditarik, ya harus diserahkan," katanya tersenyum.

Sebelumnya, Bupati Solok Capt. Epyardi Asda, M.Mar, mengeluarkan instruksi bernomor 900/371/BKD-2021 tertanggal 30 April 2021 tentang Penertiban Administrasi Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Dalam instruksi tersebut memerintahkan kepada para pejabat yang mendapat alih tugas untuk segera menyerahkan kendaraan dinas beserta kelengkapan barang inventaris lain kepada pengguna barang berikutnya.

Berikutnya, dalam instruksi tersebut, penarikan kendaraan dinas ditujukan kepada pejabat yang alih tugas. Yakni yang pindah, mutasi, promosi, dan pensiun. Namun, dalam praktiknya, "penarikan" kendaraan dinas, justru dilebarkan kepada seluruh OPD Pemkab Solok.

Namun, "pengecualian" tetap saja terjadi kepada para kepala OPD yang "merasa" menjadi bagian dari "Tim Pemenangan" Asda-Pandu di Pilkada Kabupaten Solok 2020 lalu. Sejumlah kepala OPD yang mendapat "pengecualian" tersebut, dengan bebas bisa "wara-wiri" di Kabupaten Solok dan daerah lainnya dengan mobil dinasnya. Bahkan, tidak jarang pejabat tersebut memakai mobil dinasnya untuk berbuka puasa bersama di sejumlah restoran. (PN-001)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment