News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Hasil Swab, Warga Kotobaru Solok Negatif Covid-19

Hasil Swab, Warga Kotobaru Solok Negatif Covid-19

SOLOK - Hasil Swab Labor Unand Padang, RS (62), warga Jorong Lubuk Agung, Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, dinyatakan negatif virus corona (Covid-19). Sebelumnya, RS meninggal di RS Yos Sudarso, Kamis malam (16/4/2020) dan dimakamkan di Korong Rawang, Jorong Lubuk Agung, Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Jumat siang (17/4/2020). Dengan hasil negatif ini, RS disimpulkan meninggal karena penyakit diabetes melitus yang sudah sekira lima tahun dideritanya.

Salah satu kerabat korban, Joni Akhyar Dt. Nankodoh Kayo menyatakan hasil tes swab tersebut didapat setelah pemakaman. Hasil tes itu, disampaikan secara resmi oleh Pemko Padang, melalui Asisten III, Dr. Edi Hasymi, M.Si, yang melayat ke rumah duka, Sabtu pagi (18/4/2020).

"Hasil ini kami terima setelah selesai pemakaman. Kami menyampaikan apresiasi khusus kepada Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah beserta jajaran yang telah ikut mengantar jenazah hingga ke Lubuk Agung. Kehadiran Pak Walikota, Pak Asisten, bersama pejabat lain dari Kota Padang sedikit melipur duka kami keluarga Almarhumah. Semoga dukungan moril ini dapat menguatkan kami dan masyarakat yang tengah berduka," ujar Joni.

Wali Nagari Kotobaru, Afrizal Khaidir dan Ketua BPN Andri menyatakan pihaknya bersyukur dengan hasil negatif ini. Menurutnya, hal ini menegaskan bahwa tidak ada warga Kotobaru yang terjangkit Covid-19.

"Kami bersyukur tidak ada warga Kotobaru yang terjangkit. Semoga ke depannya, tidak ada warga Kotobaru yang terkena virus ini. Kita berharap masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi protokol Covid-19 ini.

Afrizal mengajak masyarakat untuk bijak berbagi informasi tentang Covid-19 ini. Jangan sampai kesalahan berbagi informasi tersebut menjadi masalah baru di tengah masyarakat.

"Kami mengajak masyarakat untuk menghormati hak almarhum/almarhumah dengan tidak menuduh dan menyebut kejelekannya. Karena hal itu hanya menambah duka keluarga yang ditinggalkan," ujarnya.

Sebelumnya, jagat media sosial (Medsos) Kabupaten Solok dihebohkan dengan beredarnya video dan foto-foto tentang pemakaman jenazah dengan protokoler Covid-19. Kabar ini langsung beredar luas dengan berbagai dugaan yang menyatakan warga Jorong Lubuk Agung, Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok itu, terpapar virus corona (Covid-19).

Syofiar Syam
Kabag Humas Pemkab Solok
Untuk mencegah simpang-siurnya kabar tersebut, Juru Bicara (Jubir) Pemkab Solok, Syofiar Syam, langsung bergerak cepat memberi penjelasan. Kabag Humas Pemkab Solok, yang ditunjuk langsung saat konferensi pers warga positif Covid-19 asal Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, berinisial SF (77), pada Kamis malam (16/4/2020) tersebut, menyatakan bahwa kabar itu benar. Syofiar Syam menegaskan bahwa warga yang meninggal tersebut berinisial RS (62), ibu rumah tangga yang tinggal di Jorong Lubuk Agung, Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung.

"Benar. RS meninggal Kamis (16/4/2020) sekira pukul 21.45 WIB, karena mengindap penyakit diabetes melitus. Sebelumnya, warga kita itu menjalani perawatan di Rumah Sakit Yos Sudarso, Kota Padang. Jenazah telah dimakamkan di Korong Rawang, Jorong Lubuk Agung, Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung pada Jumat siang (17/4/2020) Pukul 12.40 WIB," tegasnya.

Meski dimakamkan dengan protokol Covid-19, Syofiar Syam menegaskan RS belum bisa dipastikan positif Covid-19. Sebab, hasil sampel swab belum keluar dari Laboratorium Unand Padang.

"Saat ini, yang bisa kita tegaskan, beliau meninggal karena mengidap penyakit diabetes melitus. Memang, sebelumnya telah melewati masa perawatan di Rumah Sakit Yos Sudarso Padang, dan telah diambil swab. Karena itu, belum ada kepastian, bahwa almarhumah positif Covid-19 atau tidak. Kita masih menunggu kepastian hasil swab dari Labor Unand Padang," tuturnya.

Syofiar Syam juga meminta, agar masyarakat untuk tidak sembarangan menyebar informasi terkait Covid-19 ini. Baik itu untuk sekedar postingan di facebook, maupun untuk informasi dari mulut ke mulut. Pria yang akrab disapa Adek tersebut, mengharapkan masyarakat bisa mencari dan memastikan kebenaran informasi dari pihak-pihak yang berkompeten.

"Kita berharap masyarakat untuk telitu dan tidak sembarangan menyebar informasi. Untuk seluruh informasi terkait Covid-19, harus dari narasumber yang berkompeten. Kita tidak ingin, informasi yang berkembang liar dan memperkeruh keadaan, serta membuat beban psikologi di tengah-tengah masyarakat. Peran insan pers sangat kami harapkan, agar masyarakat tidak resah dengan isu-isu yang tidak benar ini," harapnya. (PN-008)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment