Rusnaldi: Kekecewaan Hanura Tak Masuk Kabinet Merembes ke Daerah - PATRONNEWS

Wednesday, October 30, 2019

Rusnaldi: Kekecewaan Hanura Tak Masuk Kabinet Merembes ke Daerah

Rusnaldi: Kekecewaan Hanura Tak Masuk Kabinet Merembes ke Daerah


SOLOK - Kekecewaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang kadernya tidak ditunjuk sebagai mentri pada kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf Amin, mulai merembes ke daerah-daerah./Salah satunya, DPC Partai Hanura Kota Solok, Sumatera Barat. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Solok, Rusnaldi, prihatin dan sangat kecewa karena perjuangan Partai Hanura tidak dihargai sama sekali. Padahal menurutnya, Partai Hanura merupakan partai pengusung mencalonkan Jokowi makruf. Bahkan berita yang disampaikan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Tohir, mengatakan pengisian kabinet diisi diutamakan yang telah berkeringat memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres.

"Padahal Partai Hanura di pusat hingga ke daerah-daerah, telah berdarah-darah memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres. Sehingga, semangat perjuangan berimbas ke Partai Hanura di pusat tidak dapat menempatkan di kursi DPR RI.  Ditambah lagi Ketum kami Pak Oesman Sapta Odang sangat berkomitmen dan berani tidak mencalonkan ke DPD demi Partai Hanura untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres. Kami DPC Partai Hanura Kota Solok salah satu tim pemenangan TKN daerah Jokowi-Ma'ruf malah berlumuran darah untuk pemenangan," ujarnya.

Rusnaldi menyebut, banyak sekali rintangan yang sangat luar biasa, karena Sumbar salah satu basis kemenangan Prabowo-Sandi. Bahkan, Rusnaldi menyatakan dalam eskalasi Pemilu serentak 17 April 2019 lalu, di Kota Solok, banyak hinaan, tudingan dan hadangan, hingga cap buruk yang diterima kader-kader Hanura di Kota Solok. Bahkan, sebagai bagian dari pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Kota Solok, Partai Hanura dikota Solok semakin dekat dihari pencoblosan dihembuskan isu partai penista agama karena Partai Hanura salah satu pengusung Jokowi-Ma'ruf.

"Tapi kami tetap tegar menghadapi gelombang tersebut dan terus meyakinkan masyarakat agar memilih Jokowi-Ma'ruf bersama Partai Hanura," ujarnya.

Rusnaldi juga menegaskan, anggota DPRD dari Partai Hanura yang berhasil duduk pemilu 2019-2024 seluruh Indonesia berjumlah lebih kurang 800 orang. Mereka juga ikut berjuang dalam pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Menurutnya, tidak dapat kita pungkiri suara Hanura di daerah yang menjadi salah satu penentu kemenangan Jokowi-Ma'ruf. Rusnaldi mengilustrasikan, jika dihitung dengan kokulator dari 800 orang dikalikan rata rata 8.000 suara per-DPC, jumlahnya 6,4 juta suara untuk Jokowi-Ma'ruf, ditambah lagi suara provinsi.

"Suara nasional ini harusnya menjadi perhatian oleh Jokowi-Ma'ruf. Bahwa kader Hanura pantas mendapatkan posisi menteri di kabinet Indonesia maju. Karena kader Hanura banyak tokoh nasional yang tidak diragukan lagi. Maaf bukan membandingkan dengan partai Perindo dan partai PSI jumlah anggota DPRD-nya di daerah lebih rendah dari Partai Hanura malah mendapatkan posisi di kabinet," ujarnya.

Rusnaldi juga menegaskan bahwa sebagai kader Hanura dan ketua DPC Partai Hanura di Kota Solok, pada saat Pemilu dan Pilpres serentak lalu, situasi geo politik Kota Solok, pihaknya merasakan langsung resistensi (penolakan) dari sebagian masyarakat. Banyak hinaan, adanya isu berkembang di Sumbar khususnya kota solok partai penista, dan sebagainya.

"Itu yang harus kami tanggung. Namun kami yakin dan tetap konsisten DPC partai Hanura kota solok tetap komit kebijakan DPP hanura mendukung sampai jabatan pemerintahan Jokowi makruf diperiode kedua ini. Jabatan menteri adalah hak prerogatif presiden Jokowi-Ma'ruf. Para menteri yang telah diangkat pada kabinet Indonesia Maju ini adalah putra putri terbaik Indonesia. Tentu presiden Jokowi telah mempertimbangkan dengan sangat baik.
Dengan tidak dimasuknya partai Hanura di kabinet Indonesia maju, dapat kita lihat partai Hanura tidak posisi meminta minta jabatan menteri atau mengemis, tapi konsisten dan komitmen bekerja. Memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres yang paling diutamakan partai Hanura ketimbang meminta jabatan," tegasnya.

Khusus di Kota Solok, DPC Hanura Kota Solok walaupun ada hadangan, caci maki dan hinaan datang silih berganti di Kota Solok, ternyata bisa menggandakan kursinya menjadi dua kursi dari dua dapil yang ada di Kota Solok. Di Pileg 2014 Hanura Kota Solok hanya mendapatkan satu kursi menjadi satu-satunya kota yang berhasil di Sumbar mendudukkan wakilnya di DPRD. Kota Solok juga menjadi satu-satunya daerah yang Ketua DPC-nya yang duduk di DPRD.

"Saat ini, ada sekitar 800 kader Hanura yang duduk periode 2019-2024 di legislatif di DPRD di seluruh Indonesia.  Meski di Sumbar, jumlah legislator Hanura berkurang drastis dari 48 menjadi 21 orang, tapi kami tetap memegang teguh komitmen," ujarnya.

Terkait sikap ke depan, Rusnaldi memegaskan Partai Hanura akan tetap konsisten mendukung Jokowi. Menurutnya, Partai Hanura dari awal menegaskan tidak minta jatah di kabinet, sehingga marwah partai Hanura akan semakin tinggi. Yakni dengan kinerja yang diperlihatkan.

"Hal ini merupakan pesan khusus dari Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) ke seluruh daerah. Di Kota Solok, kita akan tetap selaras RPJN dan RJPMD. Yakni tetap mengawal program strategis pusat," yang sangat erat hubungannya dengan daerah salah satu kebijakan presiden Jokowi kedepan akan memangkas  jabatan eselon dipemerintah daerah tentu kebijakan ini akan kita kawal ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hanura Benny Rhamdani menyatakan, partainya mendukung susunan Kabinet Indonesia Maju yang dibentuk Presiden Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif.

"Bagi Hanura, Presiden Jokowi telah memilih kader-kader bangsa terbaik untuk menjadi pembantunya dan yang harus dilakukan adalah memberi dukungan sepenuhnya, bukan membebaninya," kata Benny dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (27/10).

Benny mengatakan, ada atau tidak kader Hanura di Kabinet Indonesia Maju, partai tersebut tetap mengawal dan bersama pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Dia menjelaskan dukungan Partai Hanura kepada Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 adalah benar-benar didasarkan pada keyakinan dan pilihan politik ideologis.

Menurut Benny, keyakinan dan pilihan politik ideologis itu lebih kepada pertimbangan kepentingan negara bangsa, cita-cita Proklamasi, tujuan nasional dan masa depan 260 juta rakyat Indonesia.

"Pemerintahan Jokowi lima tahun sebelumnya berhasil dengan pembangunan multi-sektor yang dirasakan rakyat Indonesia. Dan Ma'ruf Amin dalam pandangan kami adalah tokoh dan ulama besar Indonesia," ujarnya.

Benny menjelaskan bagi Partai Hanura, keyakinan dan pilihan ideologis itu tidak mengenal istilah atau rumus tukar guling politik dan timbal balik kursi posisi menteri. Terlebih secara prinsip, menurut dia, Partai Hanura menyadari bahwa pengangkatan menteri atau wakil menteri secara konstitusi sepenuhnya adalah hak prerogatif Presiden.

"Kami tidak akan menjual dan menggadaikan keyakinan dan pilihan politik ideologis kami hanya untuk mengejar jabatan menteri atau wakil menteri," katanya.

Ditegaskan Benny, Partai Hanura tidak mungkin mengambil posisi sebagai pihak yang akan meminta-minta jabatan. Namun apabila presiden yang meminta maka partainya akan menyerahkan kader-kader terbaiknya untuk ikut membantu presiden. (rijal islamy)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 PATRONNEWS | All Right Reserved