Catatan "Rekor" Buruk Semen Padang FC dan Kemungkinan Datangnya Pemain dan Pelatih Baru - PATRONNEWS

Monday, August 5, 2019

Catatan "Rekor" Buruk Semen Padang FC dan Kemungkinan Datangnya Pemain dan Pelatih Baru

Catatan "Rekor" Buruk Semen Padang FC dan Kemungkinan Datangnya Pemain dan Pelatih Baru



PADANG - Tim kebanggaan Ranah Minang, Semen Padang FC, membutuhkan keajaiban untuk bisa selamat dari jerat degradasi musim ini. Hingga pekan ke-12 Shopee Liga 1 2019, berstatus sebagai klub promosi, Kabau Sirah (julukan Semen Padang FC), tak kunjung meraih kemenangan dan masih belum bisa lepas dari prediket juru kunci klasemen. Semen Padang FC hanya mampu meraih 4 kali imbang dari 10 laga. Artinya, 6 laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Tidak pernah menang di 10 laga, Kabau Sirah menjadi satu-satunya tim yang tidak pernah menang dari 18 tim yang menjadi kontestan Shopee Liga 1 2019. Sejarah membuktikan, PSMS Medan masih menjadi pemegang rekor dari kutukan ini dengan 11 pertandingan tanpa kemenangan di awal musim. Diikuti oleh Pelita Jaya, PSAP Sigli, Persiba Bantul, dan sejumlah klub lainnya. Tercatat, mulai dari PSMS, Pelita Jaya, PSAP, Persiba Bantul, harus terdegradasi di akhir musim.

Terbaru, Semen Padang FC tumbang saat bertandang ke Stadion Tuah Pahoe, markas Kalteng Putra, dengan skor 0-2, Jumat (2/8/19). Hasil ini membuat posisi Kabau Sirah kian identik dengan kubangan degradasi. Laga berikutnya menghadapi Bali United di laga away (tandang) pada Jumat (9/8/2019) nanti, menjadi laga super berat bagi Semen Padang. Jika laga berakhir dengan hasil imbang, atau kekalahan atas Bali United, Semen Padang bakal menyamai "rekor" PSMS Medan, 11 laga awal tanpa kemenangan. Apalagi, di kandangnya Bali United sangat superior. Dari 6 laga kandang, Bali United selalu menang.

Catatan tersebut menjadi sebuah pertanyaan besar di kalangan para penggemar Semen Padang sendiri. Pasalnya, sepanjang Liga 2 2018 lalu, Kabau Sirah merupakan salah satu tim superior yang disegani oleh lawan-lawannya. Ditambah lagi, dua tim promosi lainnya, PSS Sleman dan Kalteng Putra, mampu tampil mengesankan sepanjang Liga 1 2019, berbanding terbalik dengan Semen Padang.

Seandainya catatan buruk ini terus berlanjut. bisa dikatakan bahwa Semen Padang dihantui sebuah kutukan yang setiap musimnya melanda tim-tim pencari kemenangan perdana di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Kutukan Degradasi dan Kemungkinan Poin Penuh Perdana

Perlu diketahui, fenomena catatan buruk yang sedang dialami oleh Semen Padang, sebenarnya lumrah di kompetisi sepak bola Indonesia. Bagaimana hal ini tersebut bisa dikatakan lumrah? Terhitung sejak musim 2008/09 hingga musim lalu, setidaknya terdapat satu tim yang memiliki nasib tak jauh berbeda dari Kabau Sirah, yakni kesulitan meraih poin penuh di awal musim.

Hingga saat ini, PSMS Medan masih menjadi pemegang rekor dari kutukan ini dengan 11 pertandingan tanpa kemenangan di awal musim. Diikuti oleh Pelita Jaya dan PSAP Sigli dengan 10 laga tanpa kemenangan.

Tentu, Kabau Sirah harus berhati-hati, selain bisa memecahkan rekor, catatan ini tak pernah berakhir dengan manis. Tercatat, mulai dari PSMS, Pelita Jaya, PSAP, Persiba Bantul dan klub lainnya yang terkena kutukan harus terdegradasi di akhir musim. Artinya, Semen Padang mau tak mau harus cepat mengakhiri catatan buruk mereka. Bila menilik jadwal Kabau Sirah di sisa putaran pertama Liga 1 2019, diprediksi baru bisa meraih poin penuh pertama saat menghadapi Persela Lamongan atau Barito Putera.

Andai benar terjadi, artinya Semen Padang bisa memecahkan rekor tersebut, dan berharap catatan buruk ini tidak mengikuti klub-klub sebelumnya yang berakhir mengerikan, yakni terdegradasi.

Saat ini, desakan suporter setia Kabau Sirah kian lantang. Terutama di media sosial. Mereka menuntut manajemen untuk mendatangkan pelatih baru dan, pemain baru. Sederet nama sudah mulai disebut-sebut bakal membesut Kabau Sirah di sisa kompetisi Liga 1 2019. Muhammad Al Hadad, Aji Santoso, Nilmaizar, Rahmad Dharmawan, Iwan Setiawan, Delfi Adri, Jafri Sastra, Fredy Muli, Widodo C Putro, hingga Jacksen F Tiago, diharapkan segera berlabuh di Bukit Karang Putih. Bagaimana peluang mereka?

Semen Padang membutuhkan energi baru dan segar untuk mengembalikan mental dan performa tim. Kabau Sirah seperti sudah lupa, bagaimana cara untuk menang di kandang. Bukan menyalahkan pemain, karena siapapun pemain yang bergabung dengan PS Semen Padang, sudah menjalani seleksi ketat. Justru peran pelatih lah yang harus mampu membuat hasil saringan tersebut membawa Kabau Sirah meraih hasil maksimal. Sejumlah nama pelatih yang diisukan bakal menjadi pelatih kepala, tentu tidak sembarangan.

Daftar Pelatih Baru Semen Padang FC

Muhammad Zein Al Hadad, sosok yang sangat dikenang oleh Persija Jakarta. Mamak (panggilan Zein Alhadad) pernah menyelamatkan Persija Jakarta tahun 2017 lalu di setengah kompetisi tersisa, usai ditinggalkan pelatih sebelumnya Paul Camargo. Persija yang saat itu berada di tepi jurang degradasi berhasil dibawa pelatih keturunan Arab tersebut selamat. Usai menyelamatkan Persija, Mamak diganti. Namun, dirinya mengaku tidak masalah, sebab, Mamak memang seringkali hanya berperan sebagai penyelamat tim. Saat itu, kondisi Persija lebih parah. Sebab, saat dipegang Mamak, Persija sudah 14 kali tidak pernah menang.

Aji Santoso, legenda Persebaya Surabaya dan langganan pemain Timnas, juga sempat disebut tertarik didatangkan. Namun, pada Senin (15/7) lalu, Aji sudah menandatangani kontrak baru dengan PSIM Yogyakarta.

Nilmaizar, legenda hidup Semen Padang yang juga pernah menangani Timnas. Namun, putra Payakumbuh itu baru saja meneken kontrak membesut Persela Lamongan.

Rahmad Dharmawan, pelatih legendaris Indonesia yang sukses bersama tim-tim papan atas Indonesia. Seperti Sriwijaya FC, Arema FC, Persija. Namun saat ini, Coach RD tengah mesra-mesranya dengan Tira Persikabo, yang saat ini berada di papan atas klasemen.

Iwan Setiawan, eks Persija Jakarta ini, juga bisa menjadi alternatif bagi manajemen Semen Padang.

Delfi Adri, salah satu legenda Semen Padang, kini sedang membesut Semen Padang U-20. Beberapa kali, Delfi Adri yang merupakan "orang dalam" Semen Padang, pernah diposisikan sebagai asisten pelatih. Posisinya seringkali bergantian dengan Welliansyah.

Jafri Sastra, salah satu pelatih asal Sumbar yang sangat disegani di pentas nasional. Jafri menjadi buah bibir saat menjuarai Piala Jenderal Sudirman 2016 bersama Mitra Kukar. Di final, Jafri menghadang Nilmaizar yang saat itu menangani, Semen Padang. Kini, Jafri juga sedang nyaman dengan PSIS Semarang.

Fredy Muli, pelatih kawakan yang pernah membesut tim-tim besar di Indonesia. Seperti Persis Solo, Persibat Batang, PSS Sleman, hingga Persebaya Surabaya. Saat ini, Opa Freddy sedang tidak memiliki tim, usai mundur dari Persibat Batang beberapa hari lalu.

Widodo C Putro, salah satu legenda timnas Indonesia yang sempat menjadi asisten pelatih Timnas. Widodo C Putro, saat ini membesut Persita Tangerang.

Jacksen F Tiago, pelatih papan atas Indonesia ini, sebelumnya sempat mundur dari Persipura Jayapura dan digantikan Luciano Leandro. Namun, pemecatan Luciano Leandro, membuat Jacksen kembali membesut Mutiara Hitam.

Calon Pemain Baru

Tak cuma di sektor juru taktik (pelatih), terpuruknya posisi Semen Padang FC di dasar klasemen Shopee Liga 1 Indonesia 2019, membuat fans tim berjuluk Kabau Sirah menuntut perubahan signifikan. Bagaimana tidak, pelatih Welliansyah sudah dipermanenkan menjadi pelatih kepala, manajemen pun sudah diganti, tapi hingga laga ke-10 ini belum juga terjadi perubahan. Sangat mudahnya gawang Teja Paku Alam kebobolan, dan lini depan sangat tumpul. Hingga pekan ke-10 ini, lini serang baru menciptakan satu gol, hasil sundulan Karl Max Barthelemy di laga melawan Bhayangkara FC.

Sejumlah nama pemain baru, mulai disurakan suporter. Sebut saja Hendra Adi Bayau (Mitra Kukar), Vendry Mofu (Bhayangkara FC), Cassio Francisco (Kelantan FA) dan Amido Balde (Persebaya Surabaya). Nama-nama ini terdengar nyaring didengungkan pecinta Semen Padang FC. Bukan tanpa alasan, memang nama-nama inilah yang sangat memungkinkan untuk didatangkan ke klub kebanggaan Ranah Minang tersebut.

Meski masih sebatas rumor, cukup menarik untuk membahas kemungkinan pemain-pemain ini bergabung dengan Semen Padang FC.

Hendra Adi Bayau (Mitra Kukar). Saat ini masih berstatus sebagai pemain Mitra Kukar (Liga 2), namun melihat peforma timnya saat ini bukan tidak mungkin Bayau akan tergoda oleh bujukan tim Liga 1 termasuk Semen Padang FC.

Vendry Mofu (Bhayangkara FC). Dikabarkan cukup prihatin dengan keadaan tim Semen Padang FC saat ini, apalagi ia sudah sangat jarang menjadi starter di klubnya saat ini. Jika menelisik kontrak, sepertinya opsi peminjaman bisa menjadi jalan bagi Semen Padang FC untuk mendatangkan sang mantan pemain kelahiran Papua ini.

Amido Balde (Persebaya Surabaya). Cukup mengejutkan nama penyerang Persebaya Surabaya ini muncul, sebab ia tampil cukup tajam musim ini dengan koleksi 4 gol, apalagi jika ditotal untuk semua ajang yang diikutinya bersama Persebaya ia berhasil membukukan tak kurang 16 gol. Namun sepertinya ia kurang disukai Persebaya, hingga akhirnya klub berjuluk Bajul Ijo itu mendatangkan kembali sang mantan David da Silva. Dengan demikian peluangnya untuk bergabung ke Semen Padang FC semakin besar.

Cassio Francisco (Kelantan FA). Pemain berkebangsaan Brazil asal klub Kelantan FA peserta kasta kedua Liga Malaysia, hingga saat ini masih sangat mencintai Semen Padang FC. Beberapa kali ia terang-terangan ingin kembali memperkuat tim kebanggaan Urang Awak ini. Bahkan seandainya kala itu tidak terbentur regulasi (klub Liga 2 tidak boleh memakai pemain asing), mungkin ia bersedia memperkuat Semen Padang FC mengarungi Liga 2 musim 2018 lalu.

Kini ia sedang berlibur di negaranya, karena Liga Malaysia telah selesai. Itu artinya, saat ini Cassio sedang tidak memiliki klub, artinya sangat terbuka lebar pintu baginya untuk kembali berseragam Semen Padang FC. Namun ia kembali terbentur regulasi, sebab PT Liga Indonesia Baru (PT. LIB) menyatakan bahwa pemain yang bermain di kasta kedua liga-liga yang ada di Asia Tenggara tidak bisa memperkuat tim peserta Liga 1. Namun masih dipelajari, apakah ada celah untuk mementahkan larangan regulasi tersebut. Apakah aturan tersebut hanya berlaku untuk pemain yang baru pertama kali bermain di Indonesia? Jika benar, Curiculum Vitae (CV)-nya pernah bermain di Liga 1 Indonesia dapat membantunya.

Semen Padang, Tim Legenda Sumatera

Persatuan Sepak Bola Semen Padang atau Semen Padang Football Club (SPFC) didirikan pada 30 November 1980. Klub yang didanai oleh pabrik semen tertua di Indonesia tersebut mengawali perjalanan mereka di kancah sepak bola Indonesia dengan mengikuti Divisi 1 Galatama tahun 1980.

Setelah 2 musim berkompetisi di Divisi Galatama, tahun 1982 Semen Padang FC berhasil menjuarai divisi tersebut dan promosi ke Divisi Utama. Mereka juga berhasil menjuarai Piala Galatama 1992 dengan mengalahkan Arema Malang di final, berkat gol semata wayang Delfi Adri.

Skuad semen Padang FC saat menjuarai Divisi I 1982 era Galatama diantaranya adalah Dahlan, Zalfi (Kiper), Suharno, Edi Muchni, Muharman, Hamdani Lubis, Ramlan, Karyadi Rusni, Asfinal, Suranto, Syafrianto Rusli, Setujuwono, Aprius, Lasdi Arman dengan pelatih Jenniwardin.

Perjalanan Semen Padang FC di kasta tertinggi Liga Indonesia yang dimulai sejak 1982 berjalan datar dan nyaris tanpa gelar selama hampir 10 tahun. Semen Padang FC baru bisa meraih gelar dalam dunia sepakbola tanah air yakni menjadi juara Piala Galatama pada 21 Juli 1992.

Adapun skuad mereka kala menjuarai Juara Piala Galatama 1992 diantranya adalah Trisno Affandi, Toni Tanjung (Kiper), Endra M, Hendra Susila, Welliansyah, Joni Effendi, Nilmaizar, Riki Darman, Asfinal, Ahmad Syukri, Taufik Yunus, Afdal Yusra, Anton Syofnevil, Musfadli, Abdul Aziz, Herizon Idrus, Masykur Rauf, Delfi Adri dengan pelatih Suhatman Imam.

Tahun 1993/1994, Semen Padang FC tampil pertama kalinya di Piala Winner Asia dan berhasil menembus 8 besar. Kala itu tim asal Jepang berhasil menyingkirkan Nilmaizar dan kawan-kawan.

Selain itu, catatan apik yang diperoleh Semen Padang FC adalah peringkat 4 ISL 2010-2011, Runner Up Piala Indonesia 2012, Juara IPL 2012, Juara Community Shield 2013, 8 Besar AFC CUP, finalis piala Jenderal Sudirman 2015 dan peringkat 4 piala Presiden 2017. (rijal islamy)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 PATRONNEWS | All Right Reserved