Raih Sarjana Kedokteran 3 Tahun, Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra Patahkan Stigma Aktivis Kampus
Jakarta, PATRONNEWS.co.id — Aktif sebagai aktivis kampus dan turun ke jalan acap kali dianggap berisiko mengorbankan prestasi akademik. Namun, stigma tersebut berhasil dipatahkan oleh Fathimah Azzahra, Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI). Ia membuktikan bahwa kesibukan memimpin organisasi pergerakan dan mengejar pendidikan tinggi dapat berjalan beriringan dengan gemilang.
Mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) UI ini sukses merampungkan pendidikan sarjana kedokterannya hanya dalam kurun waktu sekitar tiga tahun. Fathimah diketahui baru saja melewati ujian sidang skripsi pada Jumat (16/10).
Menariknya, dedikasi Fathimah pada pergerakan mahasiswa tak lantas surut usai sidang kelulusan. Sehari kemudian, ia sudah kembali berkecimpung dalam berbagai agenda diskursus dan politik kampus. Mulai dari mengisi talkshow, menjadi narasumber diskusi di televisi nasional, hingga turun ke jalan memimpin demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10).
Sebagai informasi, Fathimah merupakan mahasiswi Program Sarjana Pendidikan Dokter FK UI angkatan 2023. Ia tercatat resmi masuk menjadi bagian dari sivitas akademika UI pada 28 Agustus 2023 melalui jalur Talent Scouting di Program Kelas Khusus Internasional (KKI).
Meski kini telah menyelesaikan tahapan sarjana, langkah Fathimah untuk mengabdi sebagai tenaga medis masih berlanjut. Pasca menyelesaikan skripsi dan yudisium S1 Kedokteran, ia harus menempuh pendidikan profesi (koas) sebelum resmi diambil sumpahnya sebagai seorang dokter.
Pencapaian luar biasa ini menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Fathimah dinilai tidak sekadar menjadi representasi mahasiswa berprestasi, tetapi juga figur inspiratif bagi aktivis pergerakan di seluruh Indonesia untuk tetap menjaga muruah akademik di tengah padatnya agenda organisasi.
Kisah Fathimah menjadi pengingat yang tegas: lantang menyuarakan aspirasi dan meraih prestasi akademik tertinggi bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya bisa diwujudkan melalui komitmen, manajemen waktu yang paripurna, dan konsistensi. (PN-001)

Post a Comment