Perjuangan Emas Geza Dilaela: Mengigau Panggil Bupati, Cedera Sejak Laga Pertama hingga Dijenguk Langsung oleh Jon Firman Pandu di RST Solok
Solok, PATRONNEWS.co.id - Janji tersebut ditepati. Pada Selasa malam (6/10/2026), Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, S.H., datang membesuk Geza di RST Solok. Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Solok ini disambut ceria oleh Geza. Sang bupati mengajak Geza bercanda ria mengenai kondisi tangannya setelah operasi, yang langsung mencairkan suasana."Alhamdulillah, hari ini kami berkesempatan menjenguk Geza Dilaela, salah satu putri terbaik Kabupaten Solok peraih medali emas yang mengalami cedera. Kami mendoakan semoga Geza segera pulih, diberikan kesehatan, dan semangat untuk kembali beraktivitas serta meraih prestasi terbaik di masa mendatang," papar Jon Firman Pandu. Menjelang pamit, Bupati turut menyerahkan buah tangan kepada keluarga.
Taekwondoin peraih medali emas pertama untuk Kabupaten Solok di ajang Porprov XVI Sumbar 2026, Geza Dilaela, terpaksa harus menjalani operasi patah tulang tangan di Rumah Sakit Tentara (RST) Solok. Cedera tersebut didapatnya usai bertarung habis-habisan di laga final nomor Kyorugi under 55 kilogram melawan atlet tuan rumah di GOR Alimin Sinapa, Kota Solok, Sabtu (3/10/2026). Perjuangan heroik atlet asal Nagari Selayo ini menuai apresiasi tinggi dari jajaran KONI dan Bupati Solok yang bergantian membesuknya.
Cedera Sejak Laga Pertama
Terkait cedera yang dialaminya, Geza Dilaela akhirnya mengungkap fakta mengejutkan ke Bupati Solok Jon Firman Pandu. Fakta ini bahkan tidak diungkapkan Geza kepada pelatih, rekan-rekan sesama atlet, pengurus Pengcab Taekwondo Kabupaten Solok, bahkan ke orang tuanya. Geza ternyata sudah mengalami cedera tersebut sejak laga perdana Porprov melawan Taekwondoin asal Pesisir Selatan. Namun, demi mempersembahkan prestasi tertinggi untuk Kabupaten Solok, Geza rela menahan rasa nyeri dan sakit tersebut hingga menuntaskan partai final.
"Ini Porprov pertama saya. Selagi saya tetap bisa berdiri, bisa menendang, tak ada yang bisa menghalangi saya untuk membawa prestasi untuk Kabupaten Solok," ujarnya ke Bupati Solok.
Mendengar hal itu, Bupati Solok langsung terperanjat. Namun, menurutnya, inilah mental "urang" Kabupaten Solok. JFP berharap hal ini menjadi motivasi bagi seluruh atlet-atlet Kabupaten Solok yang sedang bertarung di Porprov Sumbar 2026.
"Saya memiliki 4 orang anak yang semuanya laki-laki. Tapi Geza ini seorang putri tunggal di keluarganya. Anak semata wayang yang semestinya dimanja, apalagi usianya masih 16 tahun dan masih kelas II di SMAN 1 Kota Solok. Tapi, ternyata dia adalah generasi sejati Kabupaten Solok. Generasi yang tak mengenal rasa takut, mental baja dan keinginan kuat. Ini harus menjadi motivasi bagi atlet-atlet lainnya," ungkapnya.
Mengigau Sebut Nama Bupati Usai Operasi
Ada kejadian unik saat Geza menjalani perawatan di RST Solok. Menurut penuturan keluarga, pasca-operasi dan di bawah pengaruh obat bius, Geza berulang kali mengigau menyebut nama Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H. Dalam gigauannya, Geza mengatakan bahwa Bupati akan datang dan sedang mengunjunginya di rumah sakit.
Kabar ini sampai ke telinga Jon Firman Pandu setelah rombongan KONI mencoba menghubunginya. Merespons hal tersebut, Bupati langsung menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa hadir saat itu dan berjanji akan datang keesokan harinya. Sebelumnya, Bupati juga telah melayangkan pujian atas ketangguhan mental Geza yang berhasil menaklukkan atlet tuan rumah di partai final.
Bonus Spontan dari KONI Kabupaten Solok
Ketua Umum KONI Kabupaten Solok, Doni Zulkifli, S.T. Datuak Majolelo, bersama jajarannya lebih dulu menjenguk Geza pada Senin malam (5/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Doni menyerahkan bonus spontan sebesar Rp1,5 juta sebagai bentuk apresiasi langsung, terlepas dari reward resmi yang nantinya akan diberikan oleh Pemkab Solok.
"Ternyata, emas pertama Kabupaten Solok harus dibayar dengan cedera patah tangan. Kita sangat salut dengan perjuangan Geza. Mudah-mudahan bonus spontan ini menjadi penyemangat bagi atlet-atlet lain untuk mengejar prestasi," ungkap Doni. Ia juga mengingatkan Geza agar tetap fokus pada pendidikan sekembalinya ia pulih.
Kunjungan KONI ini disambut haru oleh keluarga Geza dan Ketua Pengcab Taekwondo Indonesia Kabupaten Solok, Ridho Putra Harry. Ridho mengapresiasi perhatian KONI yang tetap menjaga persaudaraan dengan para atlet, meski Kabupaten Solok tengah berduka akibat musibah Galodo Arosuka.
Catatan Prestasi Geza Dilaela
Medali emas Porprov XVI Sumbar 2026 ini semakin memperpanjang deretan prestasi mentereng Geza di cabang olahraga Taekwondo. Sebelumnya, ia berhasil meraih medali perak Kyorugi Under 55 kg di ajang Indonesia Inter Student Taekwondo Championship 2 pada 2024, disusul raihan medali emas di Kapolda Sumbar Taekwondo Championship pada 2025.
"Saya berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet Kabupaten Solok lainnya. Semoga ke depan saya bisa terus berlatih, memperbaiki kekurangan, dan meraih prestasi yang lebih tinggi," tutur Geza. (PN-001)

Post a Comment