Masih Poin (Kecewa) di Patriot Chandrabaga
Laga lanjutan pekan keenam Liga Championship antara Semen Padang FC melawan PSMS Medan berakhir imbang 1-1. Laga sarat gengsi yang digelar di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, pada Sabtu (17/10) ini berjalan alot hingga gol baru tercipta di masa injury time.Skuad Ayam Kinantan berhasil memecah kebuntuan lebih dulu pada menit ke-90+3 melalui aksi Javier Siverio. Striker asal Spanyol tersebut menunjukkan insting tajamnya di depan gawang dengan memanfaatkan bola muntah hasil sepakan M. Zaki Alim yang membentur mistar.
Namun, kemenangan di depan mata anak asuh pelatih Eko Purdjianto seketika buyar. Pada menit ke-90+14, mantan pemain PSMS musim lalu, Ari Maring, yang berdiri bebas di luar kotak penalti melepaskan tandukan jarak jauh yang spekulatif ke arah gawang. Bola meluncur deras dan gagal dihalau kiper PSMS, M. Natshir, memaksakan hasil imbang bagi Kabau Sirah.
Bagi Semen Padang, gol Siverio di laga ini menjadi gol kelima yang bersarang di gawang Ikram sejauh musim ini. Sebelumnya, gawang Semen Padang juga kebobolan saat ditahan imbang PSIS 1-1, kalah dari PSPS Pekanbaru 0-1, dan takluk dari Persikad Depok 1-2. Uniknya, semua kebobolan tersebut terjadi di babak kedua, mayoritas pada rentang menit ke-70 hingga peluit panjang dibunyikan. Saat melawan PSIS Semarang, gol tercipta pada menit ke-89 melalui Hari Nur. Kemudian saat bersua PSPS Pekanbaru, gawang mereka kembali jebol pada menit ke-72 lewat aksi Dimas Wicaksono.
Penyakit hilangnya fokus di babak kedua ini juga terlihat nyata saat Semen Padang bertandang ke Stadion Pakansari, Bogor, menghadapi tuan rumah Persikad Depok. Laga yang menjadi debut pelatih Stefano "Teco" Cugurra ini sebenarnya mendapat perlawanan sengit. Namun, anak asuh Achmad Zulkifli berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-64 melalui pemain pengganti, Fikri Adriansyah, yang membuat kedudukan menjadi 1-1. Petaka bagi Semen Padang FC benar-benar terjadi pada masa injury time, ketika pemain asing Persikad asal Kolombia, Jhon Edy Mena Perez, tampil sebagai pahlawan kemenangan tuan rumah melalui gol penentunya di penghujung laga.
Catatan merah bagi Semen Padang adalah rapuhnya konsentrasi barisan pertahanan di fase akhir pertandingan alias waktu klimaks. Rangkaian kebobolan di menit-menit krusial ini semestinya bisa dihindari. Dengan tambahan hanya satu poin dari hasil imbang ini, peluang Semen Padang untuk merangsek ke papan atas—atau setidaknya bersaing di posisi tiga besar—kini terasa semakin berat.
Laga selanjutnya melawan Persiku Kudus tentu akan menghadirkan tekanan yang berbeda. Pertandingan tandang yang akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, ini memiliki pengaruh besar bagi nasib klasemen Kabau Sirah di musim ini.
Sayangnya, beban tim yang berdiri pada 30 November 1980 ini tidak hanya berada di atas lapangan. Baru-baru ini, nama baik klub ternoda oleh ulah segelintir oknum penonton yang melanggar batas area pertandingan pada laga kandang perdana kontra PSIS Semarang.
"Pada menit ke-11 dan ke-21 terdapat penonton Klub Semen Padang yang memasuki area lapangan pertandingan dari Tribun Selatan," demikian bunyi kutipan langsung dari salinan resmi keputusan sidang Komdis PSSI.
Akibat pelanggaran regulasi keamanan tersebut, manajemen Semen Padang FC resmi dijatuhi sanksi administratif berupa denda sebesar Rp20.000.000.
Sanksi denda yang wajib dibayar, ditambah adanya urusan bayang-bayang sanksi dari FIFA, membuat situasi tim saat ini sungguh mengecewakan. Di atas lapangan hijau, Coach Teco baru bisa memberikan kado satu poin, menempatkan tim dalam posisi yang sedang tidak beruntung. (***)

Post a Comment