Kontingen Porprov Kabupaten Solok Berangkat Tanpa Seragam dan Uang Saku, "Dilapeh Ayam" oleh Kepala Daerah
Solok, PATRONNEWS.co.id — Sebanyak 560 orang yang tergabung dalam kontingen Kabupaten Solok tetap meneguhkan niat untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Nahasnya, perjuangan ratusan duta olahraga ini harus diwarnai keprihatinan karena berangkat tanpa dibekali seragam kontingen maupun uang saku.
Hingga masa keberangkatan pada Jumat (2/10/2026), hak-hak dasar para atlet dan ofisial tersebut belum juga tersedia. Keberangkatan kontingen yang terdiri atas atlet dan unsur pendukung dari 37 cabang olahraga (cabor) ini terpaksa dilakukan secara bertahap, menyesuaikan jadwal dan kesiapan finansial masing-masing cabor.
Ketua KONI Kabupaten Solok, Doni Zulkifli, S.T., Dt. Majolelo, mengakui bahwa persoalan pembiayaan menjadi kendala utama. Anggaran yang belum cair membuat sejumlah peserta yang harus bertanding lebih awal terpaksa merogoh kocek pribadi agar tidak didiskualifikasi.
"Sebelum berangkat, semua atlet ditanya apakah siap berangkat dengan biaya pribadi atau tidak? Kami tidak memaksakan setiap atlet untuk turun karena memang anggaran belum cair," ungkap Doni, Jumat (2/10/2026).
"Dilapeh Ayam" Tanpa Kehadiran Pimpinan Daerah
Rasa miris insan olahraga Kabupaten Solok sejatinya sudah terasa sehari sebelumnya. Sebanyak 460 atlet dan 100 pelatih serta ofisial dilepas secara resmi di Sporthall GOR Batubatupang, Kotobaru, pada Kamis (1/10/2026). Namun, acara pelepasan tersebut berlangsung dalam suasana yang terasa "hambar" dan memprihatinkan layaknya istilah Minang, dilapeh ayam.
Bagaimana tidak, para duta olahraga ini "hanya" dilepas oleh Staf Ahli Bupati Solok, Irwan Effendi. Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., dan Wakil Bupati H. Candra, S.H.I., absen dalam momen penting tersebut lantaran lebih memilih menjamu Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya di Posko Bencana Arosuka.
Kekecewaan kian bertambah karena dari pihak KONI Kabupaten Solok sendiri, hanya Ketua KONI Doni Zulkifli beserta enam pengurus yang hadir. Ketidakhadiran Sekretaris KONI Jerzi Pafiliusco dan Bendahara Joni Krisnofel, S.H., membuat panggung utama pelepasan akhirnya diisi oleh para ketua cabor.
Tanpa Target Medali, Andalkan Militansi "Urang Solok"
Di tengah keterbatasan yang mendera, ratusan atlet ini akan bertanding di 37 cabor yang tersebar di 11 kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Selain itu, Kabupaten Solok juga didaulat menjadi tuan rumah untuk dua cabor, yakni Kick Boxing di Sport Hall Alahan Panjang dan Karate di GOR Batubatupang, Nagari Kotobaru.
Menyikapi kondisi ini, Doni Zulkifli menegaskan bahwa KONI Kabupaten Solok tidak membebankan target medali apa pun kepada para atlet. Keputusan realistis ini diambil mengingat daerah masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir bandang (galodo) yang berimbas pada efisiensi anggaran, ditambah minimnya masa persiapan dan jadwal yang sempat tarik-ulur.
"Dengan kondisi saat ini, kami tidak memberikan beban target kepada atlet, pelatih, maupun ofisial. Namun, kami sangat yakin para duta olahraga ini akan bertarung dengan militansi tinggi. Mental dan karakter pantang menyerah adalah kepribadian dan identitas asli Urang Solok," tegas Doni.
Ironi Absennya Cabor Sepakbola
Di balik duka finansial dan minimnya apresiasi, Porprov kali ini juga menyisakan luka mendalam dengan dipastikannya Cabor Sepakbola Kabupaten Solok absen dari kompetisi.
Hal ini terjadi murni karena kelalaian administratif. Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Solok absen dalam tahapan screening di Kabupaten Padang Pariaman pada Senin (28/9/2026). Puncaknya, data atlet dan ofisial urung diinput ke dalam aplikasi Sirimau KONI Sumbar hingga batas waktu penutupan pada Rabu (30/9/2026) malam.
Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi para pemain yang sebelumnya telah melewati proses seleksi ketat dan berjenjang dari tingkat nagari hingga kabupaten. Terlebih lagi, sepakbola di Kabupaten Solok bukan sekadar olahraga, melainkan representasi harga diri masyarakat.
Fakta ini menjadi ironi besar mengingat Kabupaten Solok adalah salah satu daerah paling aktif menggelar turnamen sepakbola elit di Sumbar. Mulai dari ajang bergengsi Bupati Solok Cup (BSC) di era Bupati Capt. Epyardi Asda, M.Mar., yang kini diteruskan menjadi Solok Raya Cup (SRC) oleh Bupati Jon Firman Pandu. Sangat disayangkan pula, Wakil Bupati Solok H. Candra yang dikenal "gila bola" dan pernah menjuarai kejuaraan tingkat provinsi, harus melihat tim kebanggaan daerahnya gugur sebelum bertanding di ajang sebesar Porprov. (PN-001)

Post a Comment