Heboh! Diduga Berduaan dengan Wanita, Oknum Ketua DPRK Nagan Raya Digerebek Warga di Pendopo
Nagan Raya, PATRONNEWS.co.id – Warga Kabupaten Nagan Raya dihebohkan dengan insiden penggerebekan yang diduga melibatkan oknum Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat berinisial RR. Ia dikabarkan digerebek warga saat tengah bersama seorang wanita di Pendopo Ketua DPRK, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Nagan Raya, pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim PATRONNEWS, wanita yang ditemukan bersama RR tersebut diketahui merupakan warga Kota Banda Aceh. Usai digerebek oleh warga setempat, keduanya langsung diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kapolres Nagan Raya, AKBP Muhammad Taufik, melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Rizal, membenarkan adanya peristiwa penggerebekan yang melibatkan pejabat daerah tersebut.
"Benar, kami telah mengamankan seorang wanita berinisial NA, warga Kota Banda Aceh, yang diduga berada bersama oknum Ketua DPRK saat digerebek warga. Saat ini yang bersangkutan sedang dimintai keterangan secara intensif oleh penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Nagan Raya," tegas AKP Muhammad Rizal saat dikonfirmasi, Kamis (29/10/2026).
Lebih lanjut, AKP Muhammad Rizal mengungkapkan bahwa kasus ini telah memasuki babak baru setelah istri sah dari RR secara resmi menempuh jalur hukum.
"Kami juga telah menerima informasi dan laporan resmi. Istri dari saudara RR telah membuat laporan terhadap suaminya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Nagan Raya terkait peristiwa ini," tambahnya.
Terkait dugaan pelanggaran syariat Islam (Khalwat/Mesum) yang terjadi, pihak PATRONNEWS telah mencoba mengonfirmasi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Kasat Pol PP dan WH) Kabupaten Nagan Raya, Saiful Bahri, S.H. Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun balasan pesan melalui telepon dan WhatsApp.
Pihak kepolisian saat ini masih terus mendalami kasus tersebut untuk memastikan kronologi pasti dan motif di balik insiden yang mencoreng institusi legislatif di Nagan Raya ini. (*/PN-001)

Post a Comment