News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Emas Perdana Kabupaten Solok di Porprov 2026: Apresiasi, Keterbatasan Dana, dan Permintaan Maaf Bupati

Emas Perdana Kabupaten Solok di Porprov 2026: Apresiasi, Keterbatasan Dana, dan Permintaan Maaf Bupati


​Solok, PATRONNEWS.co.id – Di tengah keterbatasan anggaran dan polemik seputar pelepasan kontingen, secercah kebanggaan berhasil diukir oleh Taekwondoin Geza Dilaela. Ia sukses mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Kabupaten Solok pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 di GOR Alimin Sinapa, Kota Solok, Sabtu (3/10/2026).

​Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan keras Geza. Terlebih, medali di nomor Kyorugi Under 55 kilogram tersebut diraih dengan menumbangkan taekwondoin tuan rumah, Kota Solok, di babak final.

​"Atas nama Pemkab dan masyarakat Kabupaten Solok, kami sangat bangga! Geza telah membuktikan kuatnya mental 'Urang Solok'. Meski bertanding melawan atlet tuan rumah, mentalnya sama sekali tidak goyah. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet lain di Porprov 2026 ini," ujar Jon Firman Pandu.

​Prestasi ini sekaligus menambah rekam jejak manis Geza di cabang taekwondo. Sebelumnya, ia tercatat merah medali perak pada ajang Indonesia Inter Student Taekwondo Championship 2 (2024) dan mendulang medali emas di Kapolda Sumbar Taekwondo Championship (2025).

​"Saya berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet lainnya. Ke depan, saya akan terus berlatih, memperbaiki kekurangan, dan meraih prestasi yang lebih tinggi untuk Kabupaten Solok," tutur Geza.

​Klarifikasi dan Permintaan Maaf Bupati

​Di balik eforia emas perdana tersebut, Bupati Jon Firman Pandu juga menyempatkan diri merespons isu miring terkait pelepasan kontingen di Sport Hall GOR Batubatupang, Kamis (1/10/2026) lalu. Acara tersebut dinilai hambar dan memunculkan istilah dilapeh ayam karena ketiadaan pimpinan daerah.

​Bupati menegaskan bahwa dirinya tidak lepas tangan. Ia terpaksa absen karena harus menerima kunjungan mendesak Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya di Posko Bencana Arosuka pasca-musibah banjir bandang (galodo).

​"Saya atas nama pribadi dan pemerintah meminta maaf karena tidak bisa hadir melepas kontingen. Saya sebenarnya sudah memerintahkan Wakil Bupati (H. Candra, S.H.I.) untuk mewakili. Namun, saat Wamendagri tiba di Arosuka, Wakil Bupati ternyata turut serta mendampingi," jelasnya. Alhasil, pelepasan ratusan duta olahraga tersebut hanya dilakukan oleh Staf Ahli Bupati, Irwan Effendi.

​Berangkat Mandiri Tanpa Beban Target

​Kekecewaan atlet ternyata tidak berhenti pada acara seremonial. Hingga jadwal keberangkatan pada Jumat (2/10/2026), hak-hak dasar atlet seperti uang saku dan seragam kontingen belum cair akibat kendala birokrasi anggaran. Kondisi ini memaksa keberangkatan dilakukan secara bertahap, dan banyak atlet yang harus merogoh kocek pribadi agar tetap bisa bertanding dan terhindar dari diskualifikasi.

​Rasa miris kian bertambah karena jajaran inti KONI Kabupaten Solok tidak hadir penuh saat pelepasan. Panggung utama hanya diisi oleh Ketua KONI Doni Zulkifli, S.T., Dt. Majolelo, beserta enam pengurus, tanpa kehadiran Sekretaris dan Bendahara.

​Terkait polemik pembiayaan ini, Doni Zulkifli tidak menampiknya. "Sebelum berangkat, semua atlet ditanya apakah siap berangkat dengan biaya pribadi atau tidak? Kami tidak memaksakan setiap atlet untuk turun karena memang anggaran belum cair," ungkapnya.

​Menyikapi keterbatasan finansial dan situasi daerah yang masih dalam masa pemulihan pascabencana, KONI Kabupaten Solok mengambil langkah realistis dengan tidak membebankan target medali apa pun kepada kontingen.

​Meski diterpa berbagai kendala, ratusan atlet Kabupaten Solok tetap bertolak untuk bertanding di 11 kabupaten/kota penyelenggara. Selain menjadi peserta, Kabupaten Solok juga didaulat sebagai tuan rumah untuk dua cabor, yakni Kick Boxing di Sport Hall Alahan Panjang dan Karate di GOR Batubatupang.

​"Dengan kondisi saat ini, kami tidak memberikan beban target. Namun, kami sangat yakin para duta olahraga ini akan bertarung dengan militansi tinggi. Mental dan karakter pantang menyerah adalah kepribadian dan identitas asli Urang Solok," pungkas Doni. (PN-001)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment