Perluas Jejaring Internasional, MAN 2 Solok Teken MoU dengan SMK Rusila Terengganu Malaysia
Terengganu, PATRONNEWS.co.id - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Solok melakukan terobosan dengan memperluas jejaring pendidikan ke tingkat internasional. Madrasah yang berada di Nagari Singkarak, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok tersebut menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Rusila, Marang, Terengganu, Malaysia pada Selasa (8/9/2026). MoU ditandatangani oleh Kepala MAN 2 Solok, Nasrul Hamsyah, S.Ag, didampingi Wakil Kepala Bidang Humas, Risfanelti, S.Pd, mewakili pihak Kementerian Agama Kabupaten Solok, bersama pihak SMK Rusila Marang Terengganu Malaysia.Penandatanganan MoU ini dilakukan di sela-sela kompetisi Southeast Asia Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop 2026. Kerja sama sekolah antar negara ini, sekaligus menjadi kesempatan bagi MAN 2 Solok untuk membangun hubungan kelembagaan dengan sekolah di luar negeri serta membuka ruang kolaborasi yang dapat memberikan pengalaman baru bagi pendidik maupun peserta didik.
Kepala MAN 2 Solok, Nasrul Hamsyah, S.Ag, mengatakan bahwa kerja sama dengan lembaga pendidikan luar negeri merupakan langkah positif dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan global. Nasrul menghrapkan, kesepakatan ini menjadi landasan bagi pelaksanaan berbagai kegiatan bersama, khususnya dalam bidang pendidikan, pengembangan potensi siswa, pertukaran budaya, serta penguatan wawasan internasional.
Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan pelajar dan lembaga pendidikan dari negara lain dapat menumbuhkan keberanian, kemampuan berkomunikasi, wawasan, serta kepercayaan diri siswa untuk tampil di lingkungan internasional.
"Anak-anak madrasah perlu mendapatkan pengalaman yang lebih luas. Mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga harus diberi kesempatan mengenal dunia, berkomunikasi dengan pelajar dari negara lain, sekaligus memperkenalkan identitas dan budaya kita," ujar Nasrul.
Nasrul menambahkan, hubungan Indonesia dan Malaysia yang memiliki kedekatan sejarah serta budaya Melayu menjadi peluang yang sangat baik untuk mengembangkan kerja sama pendidikan dan kebudayaan.
Melalui kolaborasi tersebut, siswa MAN 2 Solok diharapkan mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mempunyai kemampuan beradaptasi, berkomunikasi lintas budaya, dan memiliki wawasan global.
Kerja sama MAN 2 Solok dengan SMK Rusila tidak berhenti pada penandatanganan MoU. Kedua lembaga memiliki peluang untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif yang dapat melibatkan guru maupun peserta didik.
Beberapa bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan antara lain pertukaran informasi dan pengalaman pembelajaran, kegiatan presentasi siswa, workshop, pengembangan keterampilan, serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan budaya dan pariwisata.
Kerja sama lintas negara ini juga memberikan kesempatan bagi siswa MAN 2 Solok untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Solok.
Kekayaan budaya Minangkabau, tradisi, kuliner, kesenian, serta potensi pariwisata daerah menjadi bagian penting yang dapat diperkenalkan dalam berbagai kegiatan kolaborasi
Nasrul Hamsyah menegaskan bahwa madrasah memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan dunia.
"Harapan kita, kerja sama ini dapat terus berkembang menjadi program yang nyata dan berkelanjutan. Siswa mendapatkan pengalaman, guru memperoleh ruang untuk berbagi praktik baik, dan kedua lembaga dapat saling belajar untuk meningkatkan kualitas pendidikan," ungkapnya.
Penandatanganan MoU antara MAN 2 Solok dan SMK Rusila Marang Terengganu menjadi langkah awal dalam membangun hubungan pendidikan yang lebih luas. Melalui semangat kolaborasi dan pertukaran pengalaman, kedua sekolah diharapkan dapat menciptakan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi peserta didik dan lembaga pendidikan masing-masing.
Bagi MAN 2 Solok, kerja sama ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, membuka wawasan peserta didik ke tingkat global, serta tetap menjadikan karakter, budaya, dan nilai-nilai keislaman sebagai landasan utama.
Sementara itu, Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, menyambut antusias MoU yang dilakukan oleh MAN 2 Solok dengan SMK Rusila Terengganu Malaysia ini. Menurutnya, hal itu merupakan sebuah terobosan dan kreativitas MAN 2 Solok sebagai sekolah keagamaan dalam menyikapi perkembangan dunia global. Jon Firman Pandu juga menegaskan bahwa madrasah akan selalu berinovasi dan berkontribusi untuk kemajuan pendidikan di daerah.
"Kami menyambut dengan antusias dan sangat bangga MAN 2 Solok bisa melakukan inovasi dan kreasi ini. Kerja-kerja kolaborasi seperti ini sangat kita butuhkan di dunia global seperti saat ini," ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 5 pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Solok akan berkompetisi di tingkat internasional melalui ajang Southeast Asia Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop (SAOC) 2026 di Terengganu, Malaysia, Senin-Kamis (7-10/9/2026). Mereka akan bersaing dengan sekitar 550 peserta dari sejumlah negara di Asia Tenggara dalam kompetisi yang diselenggarakan Universiti Malaysia Terengganu (UMT). Kelimanya adalah Zaskia Almira Nezi di kompetisi Mathematic, Tsaqif Abdul Aziz di kompetisi Arabic Speech, Raissa Adrienne Luthfia Islamy di kompetisi Public Speaking, Zahra Zakia Elyoria di kompetisi Biologi Test, dan Febria Angie Renata di kompetisi English Story Telling. Kelimanya didampingi langsung oleh Kepala MAN 2 Solok Nasrul Hamsyah, S.Ag dan dua guru pembimbing, yakni Risfanelti, S.Pd dan Tessy Oktiamida, M.Pd. (PN-001)

Post a Comment