Mengejutkan, Rudy Repenaldi Rilis Raih Nilai Tertinggi Selter Sekda Kabupaten Solok
Solok, PATRONNEWS.co.id - Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah Kabupaten Solok mengumumkan hasil penilaian peserta setelah menyelesaikan tiga tahapan seleksi. Tiga tahapan yang menjadi komponen penilaian tersebut meliputi rekam jejak, penulisan makalah, serta presentasi makalah dan wawancara. Hasil penilaian kemudian diakumulasikan untuk menentukan peringkat peserta.Dari sembilan peserta yang mengikuti seleksi, Rudy Repenaldi Rilis, S.STP., M.M. memperoleh nilai total tertinggi dengan 69,71. Rinciannya, nilai presentasi makalah dan wawancara 30,25, penulisan makalah 17,46, serta rekam jejak 22,00.
Di posisi kedua terdapat Muliadi Marcos, S.E., M.M. dengan nilai total 68,27, terdiri dari presentasi makalah dan wawancara 30,05, penulisan makalah 17,22, dan rekam jejak 21,00.
Sementara posisi ketiga ditempati Nafri, S.T., M.T., M.Sc. dengan nilai total 66,53. Nafri memperoleh nilai presentasi makalah dan wawancara 30,15, penulisan makalah 17,38, serta rekam jejak 19,00.
Dengan hasil tersebut, tiga peserta dengan nilai tertinggi atau tiga besar adalah Rudy Repenaldi Rilis, Muliadi Marcos, dan Nafri.
Pengumuman hasil penilaian tersebut ditetapkan oleh Pansel di Arosuka, 12 September 2026. Seluruh nilai yang diumumkan merupakan hasil akumulasi dari tiga komponen seleksi yang telah dijalani para peserta.
Hasil tiga besar ini selanjutnya menjadi bagian dari proses pengisian Jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Solok. Penetapan pejabat yang akan menduduki posisi Sekda selanjutnya mengikuti tahapan dan mekanisme yang berlaku.
Drs. Asril, MM Mengundurkan Diri
Sebelumnya, Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) Pemerintah Kabupaten Solok resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok Tahun 2026. Sebanyak 10 Calon Sekda dari 17 pelamar yang mendaftar, diumumkan lulus seleksi, yang tertuang dalam SK Nomor 800/06/PANSEL-JPTP-KAB.SOLOK/2026 tentang Hasil Seleksi Administrasi Pelaksanaan Seleksi Terbuka Sekretaris Daerah Kabupaten Solok.
Ketua Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda Kabupaten Solok, Arry Yuswandi, SKM, MKM, melalui Anggota Pansel, Drs. Bustamar, MM, menyatakan bahwa dari 17 orang yang mendaftarkan diri secara online, setelah dilakukan verifikasi terhadap dokumen dan persyaratan administrasi yang telah ditetapkan, hanya 10 orang yang dinyatakan memenuhi persyaratan dan lulus seleksi administrasi untuk mengikuti tahapan berikutnya.
Kesepuluh peserta yang dinyatakan lulus administrasi yakni Drs. Asril, MM, Dery Akmal, ST, Effia Vivi Fortuna Ahadi Destri, ST, MM, Efriyanto, S.Sos, MM, Muhammad Djoni, S.STP, M.Si, Muliadi Marcos, SE, MM, Nafri, ST, MT, M.Sc, Retny Humaira, ST, Rudy Repenaldi Rilis, S.STP, M.Si, dan Ir. Syoufitri, MM. Namun, pada tahap assessment di Pekanbaru, Drs. Asril, MM, memilih tidak ikut.
Profil Singkat Calon Sekda Kabupaten Solok 2026
Drs. Asril, MM
Asril merupakan "orang baru tapi lama" di Pemkab Solok. Alumni STPDN angkatan III (1994) itu, langsung mengabdi di Kabupaten Solok usai tamat dari sekolah pamong tersebut. Asril yang satu angkatan dengan Medison (Sekda Dharmasraya dan mantan Sekda Kabupaten Solok), Ferisnovel (Anggota DPRD Kabupaten Solok) dan Genius Umar (mantan Walikota Pariaman) itu, pernah tercatat sebagai Camat termuda se-Sumbar. Selama menjadi ASN, Asril memiliki pengalaman panjang dan berulang dalam bidang ketertiban umum, transportasi dan kemasyarakatan. Yakni menjadi Camat Sangir, Kepala Satpol PP Kabupaten Solok, Kepala Kesbangpolinmas Kota Solok, Kepala Satpol PP Kota Solok dan Kadis Perhubungan Kota Solok. Pada 2021, Asril pindah ke Kabupaten Agam dan menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN), Plt. Kadis Perhubungan dan Asisten III Pemkab Agam. Usai Pilkada 2024, Asril kembali ke Kabupaten Solok dan kini menjabat sebagai Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Solok.
Dery Akmal, ST
Meski berlatar belakang sebagai sarjana teknik, karier ASN Dery Akmal lebih banyak terlihat di bidang pengawasan internal. Dery pernah menjadi Sekretaris Inspektorat, Pelaksana Harian Inspektur, hingga dipercaya sebagai Inspektur Daerah Kabupaten Solok di masa pemerintahan Bupati Capt Epyardi Asda, M.Mar. Dery menjadi satu dari sedikit pejabat Epyardi Asda yang tetap dipertahankan Jon Firman Pandu. Pengalamannya yang mumpuni terkait sistem pengendalian internal, pengawasan penyelenggaraan pemerintahan dan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan, dinilai menjadi salah satu alasan dirinya dipertahankan. Selain itu, statusnya sebagai kemenakan kandung dari mantan Bupati Solok dan Walikota Solok, Drs. H. Syamsu Rahim, dinilai menjadi faktor X, Dery berpeluang besar menjadi Sekda Kabupaten Solok berikutnya.
Effia Vivi Fortuna Ahadi Destri, ST, MM
Pengalaman Effia Vivi Fortuna lebih dominan di sektor infrastruktur dan pembangunan. Vivi "dijemput" oleh mantan Bupati Solok Alm. Gusmal saat berkarier di PUPR Provinsi Sumbar pada 2016 sebagai Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sempat "digeser" menjadi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan di penghujung pemerintahan Gusmal-Yulfadri Nurdin, Vivi Fortuna kembali dipercaya memimpin Dinas PUPR di masa pemerintahan Epyardi Asda - Jon Firman Pandu. Saat ini, jabatan tersebut masih dipegang Vivi, berkat kemampuan dan pengalamannya di sektor pembangunan fisik, tata ruang, perumahan dan pertanahan.
Efriyanto, S.Sos, MM
Efriyanto adalah nama yang asing di pemerintahan dan ASN Kabupaten Solok. Diketahui, Efriyanto berasal dari lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto. Pernah memimpin Dinas Pariwisata dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sawahlunto. Efriyanto diketahui sudah sempat bertarung dalam seleksi jabatan Sekda. Pada 2020, ia dilaporkan masuk tiga besar seleksi Sekda Kota Sawahlunto.
Muhammad Djoni, S.STP, M.Si
Muhammad Djoni menduduki pole position (barisan terdepan) menjadi Sekda Kabupaten Solok. Lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) angkatan VIII (1999) dan Magister Sains Universitas Indonesia (UI) ini, sedang menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Solok. Sejumlah jabatan yang pernah diamanahkan kepadanya cukup mentereng, di antaranya adalah Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) dan menjabat Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok selama 7 tahun. Muhammad Djoni berasal dari Nagari Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya. Kedekatannya dengan Jon Firman Pandu dan pengalamannya yang mumpuni di bidang pemerintahan, keuangan, sosial, perhubungan dan kemasyarakatan, membuat peluangnya dinilai paling besar.
Muliadi Marcos, SE, MM
Muliadi Marcos tercatat memiliki pengalaman lintas jabatan yang cukup panjang di Kabupaten Solok. Kariernya meliputi staf, pejabat administrator, camat, sekretaris perangkat daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Sekretaris DPRD, staf ahli bupati, hingga Kepala Dinas Sosial. Pengalaman itu menempatkannya pada sejumlah bidang, mulai dari pemerintahan kewilayahan, komunikasi publik, hubungan dengan DPRD sampai pelayanan sosial. Namun, Muliadi Marcos merupakan salah satu pegawai yang di-nonjob-kan di awal pemerintahan Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH dan Wabup H. Candra, SH.I dan sampai saat ini masih nonjob.
Nafri, ST, MT, M.Sc
Nafri tumbuh dari jalur perencanaan pembangunan. Nama Nafri tak banyak dikenal oleh publik, maupun ASN di Kabupaten Solok, karena dikenal sebagai figur di belakang meja dan di belakang layar. Nafri pernah menjadi sekretaris, pelaksana tugas kepala, hingga Kepala Bapelitbang Kabupaten Solok. Bidang kerjanya berhubungan langsung dengan penyusunan rencana pembangunan daerah, Musrenbang, sinkronisasi program dan koordinasi perencanaan antarlembaga. Peluang Nafri cukup besar, jika Jon Firman Pandu dan Candra, menginginkan sosok pekerja dan figur yang bisa merumuskan dan merencanakan arah Kabupaten Solok masa depan. Apalagi saat ini, seluruh daerah di Indonesia sedang menghadapi penyesuaian kebijakan baru, termasuk efisiensi anggaran. Sehingga dibutuhkan "Panglima ASN" yang kreatif, inovatif dan fokus bekerja di ranah birokrasi.
Retny Humaira, ST
Retny Humaira mempunyai kombinasi pengalaman pada sektor pendapatan daerah dan infrastruktur permukiman. Ia pernah menjadi Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, kemudian dilantik menjadi kepala dinas tersebut pada September 2023. Saat kepemimpinan Kabupaten Solok dijabat oleh Jon Firman Pandu dan Candra, Retny Humaira bertahan sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, hingga saat ini.
Rudy Repenaldi Rilis, S.STP, M.Si
Rudy Repenaldi Rilis merupakan orang baru di Kabupaten Solok. Selama ini, Rudy lebih banyak menjalani karier ASN di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Meskipun begitu, Rudy menjadi satu-satunya orang dari 10 pelamar yang pernah menjadi Sekda Definitif. Yakni Sekda Kabupaten Padang Pariaman. Usai Pilkada Padang Pariaman 2024, pada April 2026, Rudy dilantik menjadi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Pariaman. Dengan pengalamannya pernah menjadi Sekda definitif dan rekam tugasnya di koordinasi birokrasi serta pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah, Rudy menjadi pilihan terbaik, jika Jon Firman Pandu - Candra lebih memilih "orang luar" yang berpengalaman.
Ir. Syoufitri, MM
Syoufitri pernah memimpin Dinas Sosial Kabupaten Solok sebelum dilantik menjadi Kepala Dinas Perikanan dan Pangan pada September 2023. Pengalamannya mencakup pelayanan sosial, ketahanan pangan, perikanan dan program pemberdayaan masyarakat. Meski disebut-sebut sebagai orang dekat mantan Bupati Solok Epyardi Asda, ternyata Syoufitri menjadi salah satu pejabat yang bisa "mempertahankan" jabatannya, dengan menunjukkan kinerja, kapasitas dan loyalitasnya. (PN-001)


Post a Comment