Dugaan Bullying di SMP Al Madinah Solok, Pihak Yayasan Turun Tangan: Benahi Total Sistem Pengasuhan
Solok, PATRONNEWS.co.id - Terkait pemberitaan PATRONNEWS.co.id edisi 17 September 2026 tentang peristiwa dugaan perundungan (bullying) yang melibatkan siswa di SMP Al Madinah Islamic Boarding School, Nagari Koto Gadang Guguak, Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pihak Yayasan Almadinah akhirnya turun tangan.
Konsultan Pendidikan Yayasan Al Madinah Dr. Hj. Gusni Yenti, M.Pd menegaskan, pihaknya menghormati proses jurnalistik dan empati terhadap korban dan semua siswa yang terlibat. Gusni Yenti menegaskan bahwa pihak Yayasan Al Madinah tidak menoleransi kekerasan dalam bentuk apapun.
"Peristiwa malam 15 Agustus 2026 menjadi catatan penting bagi kami. Tidak ada pembenaran untuk kekerasan. Kronologi internal yang kami susun bertujuan untuk dokumentasi penanganan yang runut, bukan untuk menghakimi. Berdasarkan penuturan dari pihak pimpinan sekolah dan para ustadz (guru), sejak Minggu pagi 16 Agustus 2026 saat lebam pada Ananda RBA diketahui saat gotong-royong. Pihak sekolah mengaku langsung lakukan penanganan berjenjang: pengompresan oleh tim kesehatan, penelusuran saksi, pemeriksaan CCTV oleh para ustadz. Kami juga telah melakukan pemanggilan bertahap oleh Musyrif, Waka Asrama, Kepala Asrama, hingga Waka Kesiswaan, serta pemberian sanksi resmi," ujar Dr. Gusni Yenti.
Dr. Gusni Yenti menegaskan bahwa kekurangan dalam kecepatan respons kesehatan dan perlindungan darurat yang dinilai tidak maksimal, akan menjadi bahan evaluasi utama. Menurutnya, Ketua Yayasan Al Madinah H. Gufrani telah menyampaikan, pasca kejadian, Yayasan langsung melakukan reformasi sistem total, bukan sekadar penanganan kasus.
Ada sebanyak 4 item perbaikan sistem yang akan dilakukan, yaitu:
1. Reformasi Total Pengawasan Asrama 24 Jam
Audit dan reaktivasi seluruh CCTV di koridor, aula, dan area asrama agar berfungsi optimal 24 jam dan terkoneksi ke ruang kontrol Kepala Asrama. Penambahan musyrif jaga malam dari sebelumnya 1 orang per lantai menjadi 2 orang per lantai dengan patroli wajib setiap 1 jam dan buku jurnal patroli.
2. SOP Kesehatan dan Perlindungan Darurat Baru
Setiap siswa dengan keluhan muntah, pusing, atau luka fisik pasca konflik wajib langsung dirujuk ke dokter/klinik mitra maksimal 1x24 jam tanpa menunggu observasi. Disiapkan kamar transit aman (safe house) bagi siswa yang merasa terancam untuk perlindungan psikologis sementara, termasuk mekanisme pindah kamar darurat atas permintaan siswa tanpa harus menunggu persetujuan berjenjang. Biaya rujukan awal ditanggung yayasan.
3. Satgas Anti-Perundungan dan Pendampingan Psikolog Tetap
Dibentuk Tim Pencegahan Kekerasan dan Perundungan (TPPK) sesuai Permendikbudristek No.46/2023 yang terdiri dari Konsultan Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru BK, Psikolog, dan perwakilan orang tua. Mulai bulan ini Al Madinah menggandeng psikolog anak profesional untuk konseling rutin, tidak hanya untuk korban dan pelaku, tapi untuk seluruh santri untuk penguatan karakter adab dan empati. Dibuka hotline pengaduan rahasia 24 jam bagi santri dan wali murid.
4. Transparansi dan Kolaborasi
Yayasan telah memberikan akses penuh kepada Polres Solok untuk pemeriksaan lokasi dan rekaman CCTV, dan kooperatif terhadap pembinaan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok. Proses hukum kami serahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang.
"Kami menyampaikan empati yang mendalam kepada Ananda RBA dan keluarga. Kami menghormati keputusan orang tua memindahkan Ananda ke sekolah lain dan kami doakan Ananda segera pulih. Sanksi SP1 dan skorsing kepada siswa yang terlibat adalah sanksi pembinaan awal sesuai tata tertib pondok, dan akan terus kami evaluasi sesuai arahan Disdikpora dan hasil proses kepolisian," tegas H. Gufrani.
Masyarakat Jangan Ragu, Al Madinah Tetap Amanah
H. Gufrani menambahkan, pemberitaan yang menyebutkan kekerasan berulang dan pembiaran adalah tidak tepat. Setiap pelanggaran selama ini selalu ditindak. Saat ini jumlah santri SMP Al Madinah masih 100% bertahan dan kegiatan belajar mengajar berjalan normal dan kondusif.
"Kami mengajak masyarakat Kabupaten Solok dan Sumatera Barat untuk tidak ragu menitipkan dan mempercayakan pendidikan putra-putrinya ke SMP Al Madinah Islamic Boarding School. Al Madinah berdiri 12 tahun dengan komitmen mencetak generasi Qur'ani, berprestasi, dan berakhlak. Satu peristiwa ini tidak menyurutkan komitmen kami. Justru ini menjadi momentum hijrah untuk menjadi lebih baik, lebih aman, dan lebih transparan," ujarnya.
"Al Madinah adalah rumah kedua anak-anak. Keamanan dan kenyamanan santri adalah amanah utama yang akan kami jaga dengan nyawa. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi orang tua yang ingin melihat langsung perbaikan sistem pengawasan, CCTV, dan asrama kami. Silahkan datang, kami siap diaudit," tutup H. Gufrani.
Yayasan berharap pemberitaan berimbang dan semua pihak mengedepankan perlindungan anak dan asas praduga tak bersalah, karena semua pihak yang terlibat masih di bawah umur. (PN-001)

Post a Comment