News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Mengenang Kevin Mitnick, Hacker Kocak yang Meninggalkan Donat untuk FBI Saat Digerebek

Mengenang Kevin Mitnick, Hacker Kocak yang Meninggalkan Donat untuk FBI Saat Digerebek

Pada awal tahun 1990-an, ada satu nama yang membuat banyak agen penegak hukum dan pakar keamanan komputer jengkel banget: Kevin Mitnick.

Saat itu, Mitnick dikenal sebagai salah satu hacker paling dicari di Amerika Serikat.

Dan pada tahun 1992, dia tahu bahwa tim kejahatan kerah putih dari FBI sedang memburunya.

Tapi yang bikin cerita ini luar biasa adalah fakta bahwa Mitnick tidak hanya berusaha bersembunyi.

Dia juga memata-matai orang-orang yang sedang memburunya 

Menurut kisah yang kemudian ia ceritakan sendiri, Mitnick berhasil membobol sistem penyedia layanan seluler setempat.

Dari sana, dia bisa memantau berbagai informasi komunikasi, mulai dari nomor telepon, aktivitas panggilan, pager, hingga memperkirakan lokasi agen-agen yang sedang memburunya.

Bayangin aja.

Biasanya polisi melacak buronan.

Di kasus ini, buronannya malah ikut melacak polisi

Lewat pemantauan tersebut, Mitnick akhirnya mengetahui sesuatu yang penting.

FBI sedang menyiapkan surat perintah penggeledahan untuk menggerebek apartemennya.

Kalau orang lain mungkin langsung panik.

Tapi Mitnick justru punya rencana lain.

Malam sebelum penggerebekan dilakukan, dia memindahkan seluruh komputer, disket, dokumen, dan berbagai perangkat elektronik yang bisa menjadi barang bukti ke rumah seorang temannya.

Jadi ketika pagi hari tiba, apartemennya hampir kosong.

Namun Mitnick belum selesai.

Dia memutuskan meninggalkan "hadiah perpisahan" untuk para agen yang akan datang

Dia pergi ke toko donat Winchell's Donuts dan membeli satu lusin donat segar.

Kemudian donat itu dimasukkan ke dalam kulkas.

Di pintu kulkas, dia menempelkan catatan kecil bertuliskan:

"FBI Donuts Inside" yang artinya "Donat buat FBI".

Seolah-olah donat itu memang sudah disiapkan khusus untuk para agen.

Bahkan di bagian luar kulkas, dia juga memasang stiker parodi yang terinspirasi dari slogan terkenal "Intel Inside."

Keesokan paginya, sekitar pukul 6 pagi, agen FBI datang dan menggerebek apartemen tersebut.

Mereka mencari komputer.

Tidak ada.

Mencari data elektronik.

Tidak ada.

Mencari peralatan hacking.

Juga tidak ada.

Satu-satunya benda menarik yang mereka temukan hanyalah sekotak donat segar yang sudah disiapkan untuk mereka.

Prank itu kemudian menjadi salah satu cerita paling legendaris dalam sejarah budaya hacker.

Meski berhasil lolos dari penggerebekan tahun 1992, pelarian Mitnick tidak berlangsung selamanya.

Pada 15 Februari 1995, dia akhirnya ditangkap di Raleigh.

Setelah menjalani hukuman penjara, hidupnya berubah drastis.

Dari seorang hacker buronan, dia kemudian menjadi konsultan keamanan siber yang dihormati dan membantu perusahaan memahami cara melindungi sistem mereka dari serangan digital.

Kisah kejar-kejaran antara dirinya dan aparat penegak hukum ini kemudian ia ceritakan dalam buku autobiografinya, Ghost in the Wires.

Kevin Mitnick meninggal dunia pada Juli 2023 akibat kanker pankreas, tetapi kisah donat yang ditinggalkannya untuk FBI masih dikenang sampai sekarang sebagai salah satu momen paling nyeleneh dalam sejarah dunia hacker. (*/PN-001)

Sumber: Mitnick Security

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment