IMLF Dilirik Pemerintah Pusat, Panitia Pastikan Tahun Depan Tetap di Sumbar
Bukittinggi, PATRONNEWS.co.id - Kegiatan Internasional Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 tahun 2026 dengan tema “The 100 Years of Jam Gadang From Literacy to Legacy, Building World Peace and Sustainability Learning” resmi ditutup pada 7 juni lalu. Beberapa kegiatan dan rangkaian kegiatan jadi viral dengan adanya Welcome Dinner yang dirangkaikan dengan adanya sampul peringatan dari panitia.IMLF berlangsung dari 3-7 Juni lalu."Peran pers dan media dalam menyukseskan acara tentu kita apresiasi. Tantangan kami ke depan bagaimana giat ini terus meningkatkan kuantitas agendanya dan terpenting nilai budaya minang tetap kita tonjolkan.Apakah itu berbentuk seni,budaya dan sebagainya.Saat ini kita IMLF dilirik oleh kementerian, seperti apa bentuk kerjasama nanti kita infokan. Kita tetap tegaskan agenda IMLF tahun depan tetap di Sumatera Barat,ada tawaran mau diadakan di luar Sumbar, tentu saja belum bisa kita lakukan,"ungkap
Ketua Panitia International Minangkabau Literacy Festival (IMLF-4) Sastri Bakry, yang juga menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Penulis Indonesia (SatuPena) Sumatra Barat kepada wartawan minggu 14 juni 2026 di salah satu restoran di Kota Padang.
Sastri juga menjelaskan bahwa ada beberapa hal teknis perlu diperbaiki. Jumlah peserta dari luar tentunya akan semakin banyak lagi. Acara ini sukses diselenggarakan di Bukittinggi. Berbagai kegiatan antara lain seminar untuk guru.
"Guru pun suka tidak suka harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang melaju begitu cepatnya. Kini era baru memasuki kehidupan manusia, namanya Artificial Intelligence (AI), atau kecerdasan buatan. AI, suka tidak suka sudah masuk dalam berbagai kehidupan kita, termasuk di dunia pendidikan. Bagaimana guru bersikap terhadap AI? Di seminar internasional guru bertemakan, "Peluang dan Tantangan Guru di Era AI" memberikan cakrawala baru untuk pendidikan, dan siapa saja yang peduli dengan pendidikan," kata Sekretaris IMLF Armaidi Tanjung .
Disamping itu Armaidi Tanjung juga menjelaskan adanya penandatanganan sampul peringatan 100 Jam Gadang - International Minangkabau Literacy Festival (IMLF-4), di Istana Bung Hatta Bukitinggi.
Setelah selesai agenda IMLF, salah seorang Delegasi International Minangkabau Literacy Festival ke-4 (IMLF-4) asal Myanmar, Chit Ko Ko Oo (Muhammad Nasir), memberikan motivasi kepada ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Padang, Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, ia mengajak siswa menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak diri.
Kegiatan yang berlangsung di lapangan olahraga MAN 2 Padang itu diikuti ratusan siswa.
Mereka menyimak paparan Chit Ko Ko Oo yang merupakan Pendiri dan Direktur Eksekutif Myittar Resource Foundation (MRF).
Hal ini jadi perhatian khusus komunitas Padang kuno, kegiatan ini memberikan kontribusi besar untuk gerakan literasi lebih baik.
"Tentunya kegiatan IMLF memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan literasi khususnya di Kota Bukittinggi. Mengenai sejarah dan budaya jadi lengkap hadirnya delegasi dari luar negeri menambah khasanah kita lebih beragam. Apalagi ada beberapa sekolah rela berkorban waktu untuk mengirimkan karya siswanya tentu kita apresiasi sebesar besarnya,beber Eko Kurniawan Ketua Komunitas Padang Kuno. (EKO/PN-001)

Post a Comment