Satu Abad Jam Gadang, Momen IMLF Mengajak Masyarakat Lebih Aktif Menjaga Warisan Budaya Minang
Padang, PATRONNEWS.co.id - Perhelatan dan ajang promosi kebudayaan Minangkabau menarik sekali untuk disaksikan. Hal ini tentu berbarengan dengan momentum satu abad jam gadang di Kota Bukittinggi.Perhelatan ini sudah memasuki Iven keempat.International Minangkabau Literacy Festival (IMLF-4) 2026 akan diselenggarakan di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 3-7 Juni 2026."Akan banyak acara akan ditampilkan . Antara lain seminar, pertunjukan seni,baca puisi, penanaman pohon, peluncuran prangko prisma, aneka lomba serta akan menampilkan peragaan 1.000 perempuan berbusana Minang dan mempertemukan delegasi dari berbagai negara untuk merayakan budaya serta literasi Minangkabau," ungkap
Ketua Satu Pena Sumbar, Sastri Y Bakry kepada wartawan pada konferensi pers pada Sabtu (9/5/2026).
Birokrat dan penulis kelahiran 20 juni 1958 ini juga menjelaskan, IMLF ke empat (4) menjadi salah satu rangkaian perayaan 100 tahun Jam Gadang.
IMLF ke 4, melanjutkan kesuksesan kegiatan sebelumnya yang diikuti peserta dari 12 negara (2023), 17 negara (2024) dan 24 negara (2025).
IMLF ke-4 pada tahun 2026 ini, akan rencana dihadiri delegasi dari 35 negara mempertemukan penulis, pemikir, sastrawan, peneliti, seniman internasional dan pihak terkait di berbagai bidang kebudayaan.
Delegasi negara yang akan hadir IMLF keempat antara lain Brunei Darussalam, China, Nepal, India, Jepang, Bulgaria, Spanyol, Swiss, Belanda, Inggris, USA, Meksiko, Palestina, Irak, Kolombia. Para peserta festival juga akan mengunjungi selain jam gadang juga ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, wisata alam dan lain-lain.
Dan menarik rangkaian Iven dengan adanya fun run jam gadang pada minggu (7/6), direncanakan diikuti peserta pelari.
Disamping itu, Sekretaris IMLF-4, Armaidi Tanjung mengatakan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga Ketua Umum PP Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) dijadwalkan menandatangani Sampul Peringatan 100 Tahun Jam Gadang pada welcome dinner, Selasa, 3 Juni 2026, di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi.
“Sampul Peringatan ini juga sudah mengantongi nomor registrasi resmi dari PP PFI atas rekomendasi PD PFI Sumbar yang diketuai, Amli Kamal dan Sekretaris Dwi Yulia,” ujar yang juga Penasihat PD PFI Sumbar tersebut.
Penulis buku "Nia Kurnia Sari (27 Februari 2006 – 6 September 2024) : remaja penjual gorengan yang menggemparkan dunia". Buku ini mengangkat kisah hidup Nia Kurnia Sari, seorang remaja penjual gorengan yang kisahnya viral dan menggegerkan publik. Armaidi juga berharap para media untuk ikut serta bagian media fatner.
"Tentunya usulan dari beberapa kawan media kita akan coba wujudkan. Mudah mudahan keterlibatan kawan kawan dalam Iven ini lebih menyemarakkan suasana acara lebih baik,"harap penulis buku kelahiran 1 mei 1969 ini. (EKO/PN-001)

Post a Comment