Rektor UMMY Solok Buka Helatan Akbar Law Debate Competition 2026
Solok, PATRONNEWS.co.id - Rektor Universitas Mahaputra Muhammad Yamin Solok, Dr. Rica Mega Sari, S.Pt, MP membuka secara resmi helatan akbar Lomba Debat Hukum antar pelajar SMA/MA/sederajat bertajuk Law Debate Competition 2026, di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Solok, Selasa (5/5/2026). Prosesi pembukaan dihadiri oleh perwakilan dari Pemko Solok, Pemkab Solok, Polres Solok Kota, Kementerian Agama Kabupaten Solok dan Kota Solok, civitas akademika UMMY Solok, Dekan Fakultas Hukum UMMY Solok Rifqi Devi Lawra, SH, MH, Alumni FH UMMY Solok, dan undangan lainnya.Helatan akbar untuk menjadi Penguasa Podium antar siswa SMA/SMK/MA ini, diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok, berkolaborasi dengan Pusat Studi Hukum dan Humniora (PSHH) Meester Yamin Law Center (MYLC). Mengusung tema “Hukum Indonesia Dalam Perspektif Gen Z”, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, logika, serta keberanian dalam menyampaikan argumentasi hukum.
Rektor Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Dr. Rica Mega Sari, S.Pt, MP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap kompetisi ini tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membentuk generasi muda yang adaptif dan berdaya saing global.
"Setelah sempat lama vakum, Lomba Debat Hukum antar pelajar SLTA se-Kota Solok dan Kabupaten Solok disambut sangat antusias. Kegiatan ini, merupakan sebuah hal luar biasa yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Hukum. Kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini akan dilakukan oleh jurusan-jurusan dan Fakultas-Fakultas lainnya di UMMY Solok. Sehingga, keberadaan UMMY tidak hanya untuk mencetak lulusan berkualitas, tapi juga sudah mampu berperan untuk daerah dan masyarakat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi sarana promosi Fakultas Hukum kepada pelajar di tingkat sekolah menengah," ungkapnya.
Walikota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM yang diwakili Kepala Bagian Hukum Setdako Solok, Alex Shindo, SH, MH, saat membuka kegiatan, menyatakan dirinya sangat antusias dengan kegiatan ini. Alex Shindo menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemampuan akademik, pengalaman organisasi dan jejaring yang luas.
"Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang kritis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan hukum di masa depan," ujarnya.
Ketua panitia, Mutia Nada Kasturi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Mutia Nada Kasturi juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam mendengar berbagai sudut pandang sebelum mengambil keputusan.
"Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan pelajar, khususnya di Kota dan Kabupaten Solok, agar lebih memahami hukum. Mari belajar menyampaikan pendapat secara logis, agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain," ujar Mutia Nada Kasturi.
Mutia Nada Kasturi juga menjelaskan bahwa debat mengangkat isu-isu hukum yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti penegakan hukum, hukuman mati, sistem zonasi pendidikan, dampak penggunaan gadget, hingga pertambangan tanpa izin. Menurutnya, ajang ini dirancang untuk melatih keberanian berpikir kritis sekaligus membangun integritas generasi muda.
Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) Fakultas Hukum UMMY Solok, Farhan Setyadi, menilai masih banyak pelajar yang belum memahami hukum secara utuh. Ia berharap ajang ini mampu menjadi sarana edukasi yang berdampak luas.
Hal senada disampaikan Ketua Meester Yamin Law Center (MYLC), Rijal Islamy, yang menyebutkan bahwa 16 tim peserta yang berlaga merupakan hasil seleksi dari banyaknya pendaftar. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan.
"Targetnya adalah bagaimana pelajar, khususnya Gen Z di Solok, dapat lebih memahami dan sadar terhadap hukum. berharap melalui kompetisi ini akan lahir generasi muda yang cerdas, tangguh, serta memiliki kesadaran hukum yang tinggi," jelasnya.
Rijal Islamy juga menegaskan bahwa Meester Yamin Law Center (MYLC) mau berkolaborasi dengan HIMA Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum UMMY Solok, karena kesamaan tujuan. Terutama terhadap tiga konsep MYLC, yakni pembentukan karakter, kompetensi hukum, dan jejaring luas. Rijal menegaskan, akan banyak tantangan dan rintangan yang akan dihadapi di masa mendatang, namun dengan karakter tangguh, pemahaman hukum mumpuni dan jejaring luas, segalanya akan mampu diatasi dengan baik.
"Jangankan melakukan buruk, berbuat baik saja terkadang banyak yang tidak suka. Tapi, dengan karakter kuat, adab dan kompetensi mumpuni, serta jejaring luas, semuanya akan mampu dihadapi. Kuncinya adalah pembuktian. Karena itu, kami dengan bangga bisa berkolaborasi dengan HIMA Ilmu Hukum UMMY Solok dalam melaksanakan kegiatan ini," ungkapnya.
Seluruh peserta yang mengikuti kompetisi ini tanpa dipungut biaya, menjadikannya sebagai ruang terbuka bagi pelajar untuk berkembang, menggali potensi, dan memahami peran hukum dalam kehidupan masyarakat. Selain sebagai kesempatan emas untuk mengukir prestasi dan nama baik sekolah, panitia juga menyediakan reward berupa sertifikat, trofi dan uang tunai jutaan rupiah.
Dalam menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan tiga dewan juri yang berkompeten di bidang hukum, yakni dosen Fakultas Hukum Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Yulfa Mulyeni, SH, MH, dan Monalisa, SH, MH, yang juga merupakan alumni juara debat hukum tingkat Sumatera Barat, serta Ketua Meester Yamin Law Center (MYLC) Rijal Islamy.
8 Tim Pastikan Tiket Semifinal
Setelah menyelesaikan babak penyisihan di hari pertama, Selasa (5/5/2026), sebanyak 8 tim melaju ke babak semifinal yang akan digelar Rabu pagi (6/5/2026) dan partai final pada siang harinya. Sejumlah kejutan terjadi di babak penyisihan. Tim putra Pondok Pesantren Al Madinah Talang dengan elegan melibas salah satu favorit juara, yakni SMAN 1 Kota Solok. Sementara, "final kepagian" terjadi saat MAN 1 Solok lewat pertarungan sengit penuh tensi mengalahkan SMAN 3 Kota Solok.
Secara total, Kabupaten Solok mengirimkan lima wakilnya ke semifinal. Yakni Pondok Pesantren Al Madinah Talang, MAN 2 Solok (Singkarak) dari kategori putra. Serta SMAN 1 Kubung (Selayo), MAN 1 Solok (Kotobaru) dan SMAN 1 Bukit Sundi dari kategori putri.
Di kategori putra, babak semifinal pertama mempertemukan Pondok Pesantren Al Madinah Talang versus MAN Kota Solok dan SMAN 3 Kota Solok versus MAN 2 Solok.
Pada kategori putri, SMAN 1 Kubung akan berhadapan dengan SMAN 4 Kota Solok. Semifinalis kategori putri lainnya akan mempertemukan MAN 1 Solok versus SMAN 1 Bukit Sundi. (*/PN-001)

Post a Comment