Viral Foto Arteria Dahlan di Tanjakan Ekstrem Sitinjau Lawik, Polres Solok Kota Klarifikasi
Solok, PATRONNEWS.co.id - Sorotan publik terhadap video dan foto viral rombongan pengawalan yang berhenti di kawasan Sitinjau Lauik akhirnya direspons langsung oleh Kapolres Solok Kota AKBP Mas’ud Ahmad, dalam konferensi pers resmi di Aula Polres Solok Kota, Selasa (14/4/2026).Didampingi Kasat Lantas Iptu Akbar Kharisma Tanjung, Kasi Propam AKP Amrizal, serta Paminal Polda Sumbar, Kapolres mengakui adanya kesalahan komunikasi yang berujung pada munculnya persepsi publik yang dinilai kurang baik terhadap tindakan di lapangan.
Kapolres menegaskan, pengawalan terhadap rombongan PT Pusri (Pupuk Sriwijaya) dilakukan berdasarkan permintaan resmi perusahaan satu hari sebelum kegiatan, dalam rangka kunjungan kerja pengecekan aset di wilayah Kabupaten Solok.
Ia menyebut pengawalan tersebut merupakan kategori limited escort atau pengawalan terbatas, bukan pengamanan VIP/VVIP yang memiliki prosedur lebih ketat dan pengawalan berlapis.
Instruksi yang Tidak Tersampaikan Utuh
Kontroversi mencuat ketika rombongan berhenti di kawasan Sitinjau Lauik dan terlihat melakukan aktivitas foto bersama. Peristiwa ini kemudian viral di media sosial dan menuai sorotan publik.
Kapolres mengungkapkan, insiden bermula dari pesan suara pihak perusahaan yang menyampaikan instruksi “berhenti di atas”, namun tidak tersampaikan secara utuh akibat gangguan jaringan komunikasi di lapangan.
“Terjadi miss communication. Pesan tidak diterima secara jelas karena kondisi sinyal yang tidak stabil,” ujarnya.
Situasi tersebut kemudian ditafsirkan berbeda oleh petugas pengawal di lapangan, yang mengira akan ada kegiatan singgah sebagaimana kebiasaan rombongan di kawasan tersebut.
Respons di Lapangan Jadi Sorotan
Saat rombongan berhenti dan melakukan dokumentasi, personel kepolisian di lokasi turun melakukan pengaturan lalu lintas. Tindakan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan arus kendaraan, meski saat itu kondisi lalu lintas disebut relatif sepi.
Namun, momen inilah yang kemudian terekam dan menyebar luas di media sosial, memunculkan beragam persepsi publik terkait profesionalitas pengawalan.
Evaluasi dan Pemeriksaan Internal
Menanggapi polemik tersebut, Polres Solok Kota menyatakan telah melakukan pemeriksaan awal dan tidak menutup kemungkinan adanya evaluasi terhadap prosedur pengawalan di lapangan.
“Kami akan menelusuri lebih lanjut apakah terdapat pelanggaran SOP. Jika ditemukan, akan diberikan tindakan sesuai aturan,” tegas Kapolres.
Di akhir klarifikasinya, Kapolres menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat viralnya peristiwa tersebut.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan persepsi yang berkembang di media sosial. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk perbaikan ke depan,” tutupnya. (*)

Post a Comment