Refleksi HUT ke-113 Tahun Kabupaten Solok, Syamsu Rahim: Jangan Ada "Turbulensi" Antara Bupati dan Wakil Bupati
Solok, PATRONNEWS.co.id – Bupati Solok periode 2010-2015, Drs. H. Syamsu Rahim, mengeluarkan pernyataan mengejutkan saat didaulat memberikan pesan-pesan strategis di puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-113 Kabupaten Solok, di Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Solok, Arosuka, Kamis (9/4/2026). Mantan Ketua DPRD Kota Sawahlunto dua periode dan Walikota Solok periode 2005-2010 tersebut, mengingatkan agar Bupati Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH dan Wakil Bupati H. Candra, SH.I, tetap menjaga kesolidan dan kekompakan. Menurutnya, dengan tantangan Kabupaten Solok ke depan yang semakin kompleks, dibutuhkan fondasi kepemimpinan yang kuat dan solid."Yang paling penting adalah menjaga kekompakan dalam kepemimpinan, baik di tingkat atas maupun hingga ke bawah. Kekompakan adalah kunci utama keberhasilan pembangunan," tegasnya.
Pernyataan tersebut, sontak membuat hadirin bertanya-tanya. Apakah yang terjadi antara JFP dan Candra? Apalagi, secara kasat mata, tidak ada terlihat konflik antara Bupati dan Wakil Bupati. Namun, hal itu langsung "disterilkan" oleh Syamsu Rahim, yang menyebutkan bahwa semangat kebersamaan yang terbangun di kepemiminan JFP-Candra selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, demi mewujudkan Kabupaten Solok yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing di masa mendatang.
"Sinergi lintas sektor dan kesinambungan program pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Arah pembangunan harus tetap berpijak pada kebutuhan riil masyarakat. Jangan sampai terjadi turbulensi antara pimpinan dan wakilnya," ungkapnya.
Meski begitu, dalam forum terhormat tersebut, Syamsu Rahim menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan Kabupaten Solok yang dinilainya menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai, berbagai sektor seperti pertanian, pemerintahan, ekonomi, hingga infrastruktur telah mengalami perkembangan yang patut diapresiasi.
"Segala keberhasilan tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah. Tetaplah kompak dan solid," ungkapnya.
Syamsu Rahim juga menekankan pentingnya khususnya di sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Dalam momentum hari jadi Kabupaten Solok ke-113, jangan hanya sekadar seremonial tahunan, tetapi harus menjadi ruang refleksi bersama untuk mengevaluasi capaian dan merumuskan langkah ke depan.
"Dengan usia yang sudah mencapai 113 tahun, Kabupaten Solok harus semakin matang dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Semua pihak harus bersatu, saling mendukung, dan berkontribusi sesuai perannya masing-masing,” ujarnya. (PN-001)

Post a Comment