News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kinerja Luar Biasa, Febri Fauza Kembali Dilantik Menjadi Dirut PDAM Kabupaten Solok 2026-2031

Kinerja Luar Biasa, Febri Fauza Kembali Dilantik Menjadi Dirut PDAM Kabupaten Solok 2026-2031

Solok, PATRONNEWS.co.id - Spekulasi terkait siapa yang akan memimpin Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Solok Nan Indah atau PDAM Kabupaten Solok periode 2026-2031, akhirnya terjawab. Kinerja luar biasa yang ditunjukkan Febri Fauza, S.Pt, MM, saat memimpin di periode 2021-2026, terutama saat terjadi bencana hidrometeorologi dan terputusnya sejumlah aliran air warga beberapa waktu lalu, membuat Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, kembali mempercayakan kepemimpinan kepadanya. 

Bupati Solok melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, S.Sos, M.Si, melantik Febri Fauza, S.Pt, MM beserta jajaran direksi PDAM Kabupaten Solok di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Arosuka, Kamis (23/4/2026). Turut hadir, Asisten II Jefrizal, S.Pt, MT, Asisten III Evanasri, SH, M.Si para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kabupaten Solok, serta sejumlah undangan lainnya.

Penunjukan kembali Febri dinilai sebagai bentuk kepercayaan pemerintah daerah terhadap kesinambungan tata kelola perusahaan serta upaya peningkatan pelayanan air minum bagi masyarakat. 

Dalam sambutannya, Medison menegaskan bahwa pelantikan ini harus menjadi momentum evaluasi dan pembenahan kinerja secara menyeluruh.

"Momentum hari ini harus kita jadikan kesempatan untuk memperbaiki, mengevaluasi, dan memperkuat komitmen seluruh jajaran PDAM dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Medison, sektor air minum merupakan bagian penting dari pelayanan publik karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Namun demikian, tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Saat ini, cakupan layanan air bersih di Kabupaten Solok baru mencapai sekitar 57 persen atau belum menyentuh angka 60 persen.

"Ini menjadi tantangan besar bagi kita. Di satu sisi, Kabupaten Solok memiliki potensi sumber air yang melimpah sebagai daerah pegunungan—mulai dari danau, sungai hingga mata air. Potensi ini harus dikelola secara profesional, terencana, dan berkelanjutan," katanya.

Selain itu, Medison juga menyoroti kondisi infrastruktur jaringan yang sudah menua. Sebagian besar jaringan pipa PDAM telah berumur antara 10 hingga 20 tahun dan membutuhkan pembaruan secara bertahap.

"Dalam lima tahun terakhir belum ada penyertaan modal dari pemerintah daerah, sehingga perbaikan signifikan belum dapat dilakukan," ungkapnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk rencana penyertaan modal guna memperluas cakupan layanan air bersih.

Medison menyebut, Bupati Solok telah memberikan sinyal dukungan anggaran untuk perbaikan jaringan serta peningkatan kapasitas layanan PDAM.

"Ke depan, pemerintah daerah akan mendukung perluasan cakupan layanan air bersih melalui penyertaan modal, seiring dengan peningkatan kinerja PDAM," ujarnya.

Pelantikan direksi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam percepatan peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Solok, sekaligus menjawab kebutuhan dasar warga di tengah melimpahnya potensi sumber daya air di daerah tersebut. (PN-001)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment