News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dari Batusangkar untuk Kebanggaan Sumatera Barat, Aksari Bararti Calon Insinyur Dirgantara

Dari Batusangkar untuk Kebanggaan Sumatera Barat, Aksari Bararti Calon Insinyur Dirgantara

Aksari Bararti, namanya terasa asing didengar publik Sumatera Barat. Tetapi soal prestasi boleh diadu,siswi SMA 3 Batusangkar ini sudah ikut konferensi level internasional baru baru Ini.Bahkan dia sudah ditawarkan mendapatkan beasiswa penuh dari salah satu universitas di India setelah tamat SMA.

"Alhamdulillah, prestasi ini merupakan anugerah Allah SWT. Saya belajar otodidak bahasa Inggris dan sebagainya. Pada mulanya saya senang berteman dengan kawan kawan di luar negeri melalui media sosial. Akhirnya ini cara saya untuk ikut acara yang memiliki dampak untuk meraih mimpi saya untuk bercita cita jadi aerospace engineer," jelas Aksari panggilan akrabnya kepada wartawan senin 27 april 2026 setelah mendarat setelah mengikuti konferensi Asia Youth Green Summit 2026.

Asia Youth Green Summit 2026 diselenggarakan di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, Indonesia, pada 25-26 April 2026. Forum ini berfokus pada peningkatan keterampilan pemuda dalam aksi hijau, kepemimpinan, negosiasi, dan pemahaman SDG. Acara ini bertujuan memberdayakan pemimpin muda dari 10+ negara untuk transisi hijau yang adil dan inklusif. 

Aksari di konferensi tersebut menceritakan banyak hal Taman Nasional Kerinci Seblat TNKS, karena baginya hutan menjadi tempat keanekaragaman hayati terus lestari.

"Di konferensi tersebut saya tentu menceritakan tentang hutan tempat tinggal saya.Pentingnya menjaga hutan untuk masa depan bumi.saya kagum dengan BJ Habibie, oleh karena itu tertarik dalam diplomasi dan kedirgantaraan," beber anak muda kelahiran Batusangkar 24 maret 2010 ini.

Riwayat pendidikan anak pertama ini dimulai di SD 07 Tanjung Pondok, selanjutnya SMPN 1 Basa Ampek Balai Pesisir Selatan dan saat ini di SMAN 3 Batusangkar.

Hobinya antara lain coding, menulis, robotik dan berdiplomasi. 

Pengalaman  pertama ikut konferensi Aksari waktu ikut  menjadi delegate Indonesia di AYIMUN Ke-18 kuala lumpur, Malaysia.Ini langkah awal menuju internasional pada oktober 2025 lalu. Dan diwaktu itu mendapat mendali perunggu da. Ikut grand final di Italia.

Ayahnya Syawalir Rosram juga jadi motivator sekaligus orangtua penuh perhatian.

"Saya punya kenangan masa kecil Aksari waktu umur 4 tahun.Ketika itu dia bisa membaca ketika sedang di mobil travel. Ibunya yang berprofesi jadi guru SD, menambah wawasan Aksari sejak umur 3 tahun dibawa ibunya di kelas, menjadikan dia jadi anak keinginan tahu nya besar terhadap ilmu pengetahuan. Sebagai orangtua tentu kita berikan terbaik. Mudah mudahan cita citanya jadi seorang ilmuwan aerospace engineer tercapai hendaknya," jelasnya. (EKO)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment