News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Damai di Alahan Panjang: Dari Luka Menuju Badunsanak

Damai di Alahan Panjang: Dari Luka Menuju Badunsanak

Alahan Panjang, PATRONNEWS.co.id - Udara sejuk Alahan Panjang, Jumat (10/4/2026), menjadi saksi sebuah momentum penting perdamaian atas peristiwa yang sempat menyisakan luka, sekaligus peresmian Terrace Alpa sebagai wajah baru destinasi wisata di kawasan itu. 

Hari itu bukan sekadar seremoni. Ia adalah penanda bahwa persoalan yang bermula dari insiden pengeroyokan dan pengrusakan pada 2 November 2025 akhirnya menemukan jalan damai melalui pendekatan restorative justice (RJ). Sebuah semangat baru dalam penyelesaian perkara yang kini juga diperkuat dalam arah pembaruan KUHAP. 

Kilas Balik Luka yang Kini Disembuhkan

Peristiwa akhir 2025 itu sempat menyita perhatian dan viral di jagat maya. Insiden pengeroyokan dan pengrusakan yang terjadi di salah satu kawasan wisata Alahan Panjang tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga mencoreng citra daerah yang tengah berbenah di sektor pariwisata. 

Proses hukum berjalan. Namun seiring waktu, muncul kesadaran bersama bahwa penyelesaian tidak harus selalu berakhir di ruang sidang. Ada ruang lain, yakni ruang dialog, ruang maaf, dan ruang untuk memperbaiki hubungan sosial yang sempat retak. 

Di situlah restorative justice mengambil peran. Pendekatan penyelesaian perkara ini dipilih oleh Amnasmen, SH ddk selaku penasehat hukum korban karena menempatkan pemulihan hubungan sebagai tujuan utama. Bukan sekadar menghukum, tetapi mengembalikan keseimbangan antara korban, pelaku, dan masyarakat. 

Dari Konflik Menjadi Badunsanak

Puncaknya, 10 April 2026 menjadi hari yang disepakati bersama sebagai titik akhir konflik sekaligus awal hubungan baru. 

Melalui penandatanganan kesepakatan perdamaian, kedua belah pihak sepakat mengakhiri persoalan secara damai dan menyatakan diri sebagai badunsanak atau bersaudara. 

Komitmen pun ditegaskan, tidak mengulangi perbuatan serupa baik kepada pihak yang telah berdamai maupun kepada siapa pun di masa mendatang. 

Suasana selama proses penyelesaian hukum penuh ketegangan, berubah menjadi haru. Tangan-tangan yang dulu saling berhadapan, kini saling berjabat. 

Apresiasi dan Harapan Pemerintah

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian ini. 

Mulai dari jajaran kepolisian Polres Solok Arosuka, LKAAM, seluruh tokoh masyarakat yang ikut membantu, Forkopimcam, unsur nagari, pemuda, hingga kedua belah pihak yang memilih menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin. 

“Ini bukan perkara mudah. Tapi kita bisa membuktikan bahwa persoalan bisa diselesaikan dengan baik jika semua pihak mau duduk bersama,” ujarnya. 

Ia berharap, kejadian serupa tidak terulang di masa depan. “Ambil hikmah baiknya. Dari sini kita lanjutkan menjadi hubungan kekeluargaan. Mari bersama kita rawat potensi daerah kita, apalagi saat ini Solok sedang menjadi salah satu daya tarik wisata,” tambahnya. 

Bupati Solok juga menghimbau agar masyarakat lebih selektif mendengar informasi. Jangan reaktif dan emosional. Serta selesaikan persoalan-persoaln kecil ditingkat masyarakat dengan kepala dingin dengan melibatkan pemangku adat sepeprti niniak mamak agar tidak jadi perkara besar yang bisa berujung konsekuensi hukum. 

Sementara itu, Kapolres Solok Arosuka AKBP Agung Pranajaya mengaku peristiwa tersebut sempat menyentuh sisi emosionalnya sebagai aparat penegak hukum. 

“Kejadian ini sempat membuat hati dan pikiran saya terenyuh. Apalagi Kabupaten Solok dikenal sebagai daerah yang melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa,” ujarnya. 

Namun demikian, ia melihat peristiwa tersebut sebagai momentum refleksi bersama. “Dari sebuah peristiwa, dari sebuah khilaf, mari kita jadikan ini sebagai titik balik. Sebuah lompatan untuk kemajuan. Terrace Alpa hari ini tidak hanya diresmikan, tetapi bisa menjadi simbol perdamaian bagi kita semua,” katanya. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kedua belah pihak yang telah menunjukkan itikad baik dan memilih jalan damai dalam penyelesaian perkara. 

Dari Pemilik ke Masyarakat: tentang Harapan yang Sama

Pemilik Terrace Alpa, Dr. Muhammad Syukri, Sp.JP (K) mengaku bersyukur atas perdamaian yang tercapai. 

Menurutnya, momen ini bukan hanya menyelesaikan persoalan, tetapi membuka lembaran baru hubungan yang lebih baik antara dirinya, masyarakat nagari, dan seluruh elemen di Alahan Panjang. 

“Ini menjadi titik awal kita semua untuk selanjutnya kita jalani sebagai hubungan badunsanak. Perih memang di awalnya, tetapi itikad baik dan komitment masyarajat kita disini membawa kita pada momentum yang bisa diterima semua pihak,” ujarnya. 

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan niat baik dan kejernihan hati dalam melihat persoalan yang sempat menimbulkan luka, namun kini berujung pada kebaikan. 

Hal senada ditambahkan oleh kuasa hukumnya, Amnasmen, yang menilai penyelesaian ini sebagai bentuk proses hukum yang bermartabat. 

“Tidak semua persoalan harus berakhir di meja peradilan. Ada cara-cara lain yang lebih menyejukkan dan bisa diterima semua pihak,” katanya. 

Ia berharap, pendekatan seperti ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas dalam menyelesaikan konflik sosial. 

Suara Masyarakat: Maaf dan Komitmen

Dari pihak masyarakat Galagah Nagari Alahan Panjang, Deni mewakili menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi. 

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Solok, Polres Arosuka, hingga Lantamal II Padang yang turut menjadi bagian dari proses perdamaian. 

“Semoga kejadian seperti ini tidak pernah terulang lagi, di mana pun, khususnya di kawasan wisata daerah kita,” ujarnya. 

Hikmah dan Pesan untuk Masa Depan

Perdamaian ini tidak hanya menutup sebuah konflik, tetapi juga membawa pesan penting bagi masyarakat luas. 

Bahwa penyelesaian perkara tidak selalu harus berujung pada hukuman. Ada nilai-nilai kemanusiaan yang bisa dihidupkan melalui dialog, pengakuan kesalahan, dan kesediaan untuk memaafkan. 

Di saat yang sama, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa menjaga marwah daerah terutama kawasan wisata seperti Alahan Panjang adalah tanggung jawab bersama. 

Karena sekali citra tercoreng, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh satu pihak, tetapi oleh seluruh masyarakat. 

Kini, dari luka yang pernah ada, lahir sebuah harapan baru. Alahan Panjang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga cerita tentang kedewasaan dalam menyelesaikan konflik, tentang bagaimana sebuah masalah bisa berakhir bukan dengan dendam, tetapi dengan persaudaraan. (PN-001)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment