Video Mes*m Pejabat di Kabupaten Solok Beredar, Sosiolog: Krisis Moral dan Integritas
Solok, PATRONNEWS.co.id - Sosiolog dari Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Erianjoni, S.Sos, M.Si, meminta Pemkab Solok segera melakukan tindakan tegas dan segera, terhadap beredarnya video mesum dua pejabat di lingkungan Pemkab Solok. Menurut Erianjoni, walaupun "hanya" dilakukan oleh dua orang oknum PNS, hal ini tentunya telah mencoreng citra atau nama baik daerah. Apalagi, Kabupaten Solok selama ini dikenal sebagai daerah yang konsisten dengan implementasi Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Parahnya, kejadian tersebut, dilakukan di jam kerja kantor, di ruangan dinas dan masih berseragam dinas.
"Pemkab Solok harus cepat memprosesnya sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku kasus ini, karena jelas barang bukti berupa video rekaman kasus yang masuk ke ranah medsos. Kasus ini merupakan salah satu bentuk dari patologi birokrasi karena rendahnya integritas, krisis moral, lemahnya pengendalian diri dan nilai-nilai agama dan terjadinya jelang Ramadhan pula," ungkapnya.
Erianjoni juga menyatakan, fenomena selingkuh dalam ranah birokrasi memang telah menjadi gejala universal karena terjadi dimanapun. Kejadian ini menurutnya harus menjadi bahan evaluasi bagi pimpinan daerah untuk melakukan evaluasi lagi dalam pembinaan karir ASN, pembentukan integritas dan pendidikan karakter berbasis agama dan adat serta aktivitas yang memfasilitasi ketahanan keluarga. "Selain tindakan tegas sesuai aturan dan mekanisme kepegawaian, Pemkab Solok ke depannya juga mesti melakukan upaya pembentukan integritas dan pendidikan karakter berbasis agama dan adat serta aktivitas yang memfasilitasi ketahanan keluarga. Misalnya saja family gathering dan sebagainya. Ketahanan sosial keluarga ASN akan berdampak pada kinerja mereka dalam pekerjaan. Keluarga, secara sosiologis adalah lembaga sosial yang memilik fungsi-fungsi sosial seperti fungsi afeksi (kasih sayang) dan fungsi proteksi (perlindungan). Kalau hanya menggandalkan saling kepercayaan saja, sementara godaan duniawi kuat akhirnya ketahanan keluarga modern rapuh juga, dan perselingkugan antar ASN tak terbendung karena kohesi sosial antar mereka lebih dekat dan terbuka secara fisik di lingkungan kerja ketimbang keluarga apalagi hubungan dalam keluarga juga sudah patogenik (bermasalah)," tegasnya.
Sebelumnya, video mesum yang diduga dilakukan oleh pejabat di Pemerintahan Kabupaten Solok, Sumatera Barat, beredar luas di media sosial dan media jaringan. Diduga, hal ini dilakukan oleh seorang Sekretaris Dinas (Sekdis) dan Kepala Bidang (Kabid). Parahnya, hal itu diduga dilakukan di salah satu kantor di Kompleks Kantor Bupati Solok, di jam kerja dan kedua sejoli itu masih berpakaian Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam video yang berdurasi 57 detik tersebut, tampak wanita berjilbab yang masih berpakaian ASN, mendatangi ruangan seorang pria yang diduga seorang Sekretaris Dinas (Sekdis). Sebelum ke ruangan tersebut, sang wanita terlihat memastikan tidak ada orang di ruangannya. Setelah itu sang wanita memasuki ruang sang pria dan memeluk pria tersebut. Keduanya kemudian melakukan ciuman bibir yang "panas" dalam waktu yang cukup lama.
Beredarnya video mesum ini menjadi tamparan moral bagi pemerintahan Bupati Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH dan Wakil Bupati H. Candra, SH.I, yang mengusung jargon "Sejuk dan Damai".
Kabupaten Solok selama ini dikenal sebagai daerah yang sangat religius. Salah satunya tercatat sebagai daerah pertama di Indonesia yang menggagas Perda kewajiban berbusana muslim bagi ASN dan pelajar.
Wakil Bupati Solok H. Candra, SH.I, yang dikonfirmasi terkait video yang melibatkan pejabat Pemkab Solok di Kompleks Kantor Bupati Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang ini, mengaku dirinya belum mengetahui.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Solok Susi Sofianti Saidani, SH, MM dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (PROKOM) Kurniati, S.Si, M.Si, enggan memberikan komentar, dan mengarahkan agar mengonfirmasi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok, Medison, S.Sos, M.Si.
"Ke Sekda lah. Beliau kan petinggi ASN di Kabupaten Solok," ujar Kurniati, S.Si, M.Si, yang juga istri Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH.
Meski praktik "mesum" yang melibatkan pejabat dan ASN di Kompleks Kantor Bupati Solok, sudah berulang kali terdengar dan menjadi gunjingan, namun baru kali ini ada video yang beredar. Tempat parkir dan ruangan kantor menjadi tempat "favorit" bagi pelaku asusila. Bahkan, beberapa waktu lalu, Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Solok sempat mengamankan sepasang sejoli di salah satu ruangan di kompleks Kantor Bupati Solok, namun keduanya kemudian "dilepaskan".
Diduga Pejabat yang Lolos Selter Eselon II Pemkab Solok
Video mesum tersebut diduga dilakukan oleh salah seorang pejabat yang lolos seleksi tiga besar di Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemkab Solok, beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Tim Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemkab Solok mengumumkan hasil tiga besar yang lolos Seleksi Terbuka (Selter) JPT Pratama Pemkab Solok, Minggu (7/12/2025). Hal ini tertuang dalam pengumuman Tim Pansel JPT Pratama Pemkab Solok nomor 800/31/PANSEL-JPTPP-KAB SOLOK/2025, tentang Hasil Tiga Besar Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok tahun 2025.
Ketua Tim Pansel Drs. Bustamar, MM, mengatakan pengumuman ini merupakan hasil dari seluruh tahapan Tim Pansel sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Terkait pengisian jabatan akan ditentukan nantinya oleh Bupati dan Wakil Bupati Solok.
"Hasil ini merupakan final dan mengikat. Berikutnya, Bupati dan Wakil Bupati Solok akan memilih masing-masing satu orang untuk mengisi 13 JPT Pratama yang kosong," ujarnya.
Nama-nama yang dinyatakan lulus:
Sekretaris DPRD
1. Anton Hutavea, S.Kom, M.CIO
2. Hendriyanto, SE
3. Drs. Muhammad Alfajri
Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan
1. Nafri, ST, MT, M.Sc
2. Riswandi Bahauddin, AP. S.Sos
3. Sony Sondra, SE, M.Si
Kepala Badan Keuangan Daerah
1. Nafri, ST, MT, M.Sc
2. Sony Sondra, SE, M.Si
3. Syafnur, SE, MM
Kepala Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
1. Jufrisal, SH, MM
2. Marcos Sophan, S.Pt, M.Si
3. Martin, S.Pd. MM
Kepala Badan Pendapatan Daerah
1. Hendriyanto, SE
2. Novriandi Putra, SE. M.Ak
3. Susi Sofianti Saidani, SH, MM
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah
1. Drs. Asril, MM
2. Indra Muchsis, SKM, M.Kes
3. Khairul, S.Sos
Kepala Dinas Pertanian
1. Deslirizaldi, SP, MP
2. Muhammad Taufiq, SP, MP
3. Musmulyadi, SP
Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil
1. Achmad Ilham, S.SI
2. Jufrisal, SH, MM
3. Romi Hendrawan, S.Sos, M.Si
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
1. Acil Fasra, S.IP, MM
2. Eko Gunanto, S.Pd
3. Marcos Sophan, S.Pt, M.Si
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
1. Eko Gunanto, S.Pd
2. Safriwal, S.Si, M.CIO
3. Syafnur, SE, MM
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
1. Anton Hutavea, S.Kom, M.CIO
2. Safriwal, S.Si, M.CIO
3. Susi Sofianti Saidani, SH, MM
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari
1. Dr. Hendrianto, S.ST, MPSSp
2. Martin, S.Pd. MM
3. Riswandi Bahauddin, AP. S.Sos
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran
1. Drs. Asril, MM
2. Dr. Hendrianto, S.ST, MPSSp
3. Drs. Muhammad Alfajri
Sekda "Masih" Bermuka Tembok?
Media lokal 7.topone.id, menyatakan Sekda Medison, S.Sos, M.Si, adalah orang yang harus bertanggung jawab terhadap kacaunya birokrasi di Kabupaten Solok saat ini. Menurut 7.topone.id, Medison adalah panglima birokrat yang mendukung Emiko dan Irwan Afriadi. Bahkan, Medison, S.Sos, M.Si dituding 7.topone.id sebagai pejabat bermuka tembok, karena setelah Emiko-Irwan kalah, dirinya justru merapat ke JFP-Candra.
Medison, S.Sos, M.Si menjalani karier yang cukup gemilang. Berbekal dengan latar belakang pendidikan mumpuni, yakni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan magister di Universitas Andalas (Unand) Padang, Medison sempat menjabat sebagai Camat Kamang Baru Sijunjung, Kepala DPMN Sijunjung, Kepala DPMN Kabupaten Solok, Asisten II Pemkab Solok.
Hingga di masa kepemimpinan Bupati Solok Capt. Epyardi Asda, M.Mar dan Jon Firman Pandu, SH, Medison mencapai puncak karier kepegawaian sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok pada pertengahan tahun 2021, dan bertahan hingga kini.
Pemkab Solok Buka Selter JPT Pratama
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok melalui Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemkab Solok, mengumumkan seleksi terbuka terhadap 13 jabatan eselon II.b. Pengumuman tersebut tertuang dalam surat bernomor 800/15/PANSEL-JPTP-KAB.SOLOK/2025 yang ditandatangani oleh Ketua Panitia Seleksi, Drs. Bustamar, MM, tanggal 3 November 2025.
Pengumuman Selter itu dilakukan setelah Pansel mendapatkan Rekomendasi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor: 24376/R-AK 02.03/SD/K/2025 tanggal 29 Oktober 2025 perihal Persetujuan Pelaksanaan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kabupaten Solok dan Rekomendasi Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : 25022/R-AK 02.03/SD/K/2025 tanggal 03 November 2025 perihal Persetujuan Pelaksanaan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kabupaten Solok. (PN-001)

Post a Comment