News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Aksi Praja IPDN di Aceh Tamiang, Siapkan 1.141 Porsi Makan untuk Satgas, dan Bersihkan Kantor

Aksi Praja IPDN di Aceh Tamiang, Siapkan 1.141 Porsi Makan untuk Satgas, dan Bersihkan Kantor

Aceh Tamiang, PATRONNEWS.co.id - Jangan pernah berpikir bahwa siswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) hanya mengerti ilmu manajemen dan pemerintahan, tetapi mereka juga jago dalam mengkulik menu, termasuk saat bencana.

Itu bisa dilihat dari Dapur umum yang dikelola oleh siswa IPDN yang diturunkan Mendagri ke kawasan bencana, termasuk di Aceh Tamiang.

Koordinator Dapur Umum Purnomo menyebut operasional dapur umum ini sudah dimulai sejak 4 Januari 2026, tak lama setelah kloter pertama praja diterbangkan ke Aceh Tamiang pada 3 Januari 2026.

Pada hari pertama, pelayanan dilakukan sebanyak 500 porsi. Seiring dengan pengerahan praja dan Aparatur Sipil Negara (ASN) secara keseluruhan, sejak 5 Januari 2026 Dapur Umum beroperasi penuh dengan melayani 1.141 porsi untuk setiap waktu makan, yakni pagi, siang, dan malam.

"Menu sebagaimana arahan pimpinan, kami menggunakan standar pelayanan di Kesatriaan IPDN Jatinangor. Untuk makan pagi terdiri dari karbo atau nasi, kemudian ada serat melalui sayur, pemenuhan protein. Dan kalau di siang itu ada tambahan lauk hewani dan nabati, dan juga buah. Itu juga [menu] di makan malam," katanya saat ditemui di Sentra Dapur Umum IPDN, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (17/1/2026).

Purnomo menjelaskan Dapur Umum yang dikelola oleh Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Aceh Tamiang tidak hanya memastikan kebutuhan konsumsi ribuan personel Satuan Tugas (Satgas) terpenuhi, tetapi juga turut menjadi penggerak roda ekonomi warga sekitar melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.

Ia menjelaskan, bahan makanan Dapur Umum dipenuhi dari wilayah sekitar Aceh Tamiang, termasuk Langsa, Kuala Simpang, Pangkalan Brandan, hingga Medan. Bahan baku tersebut meliputi beras, minyak, bumbu, ikan, lauk-pauk, buah, dan sayuran. Upaya ini turut menghidupkan perekonomian warga di daerah terdampak bencana.

"Sebagaimana arahan pimpinan, kami untuk dapat juga berinteraksi atau mengambil bahan makanan tersebut dari masyarakat. Untuk menghidupkan ekonomi masyarakat di daerah terdampak, yaitu yang saat ini kita sama-sama berada di daerah Aceh Tamiang dan sekitar," ujarnya.

Purnomo mengungkapkan, pengelolaan Dapur Umum di lapangan memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan dapur permanen. Keterbatasan sarana, kebutuhan gas, harga bahan pokok yang relatif lebih tinggi, serta ketersediaan bahan di pasar menjadi kendala yang harus dihadapi. Oleh karena itu, penyusunan menu harus menyesuaikan kondisi lapangan. Jika bahan tertentu sulit diperoleh, maka akan dilakukan penyesuaian.

"Contoh kemarin kebutuhan kol, kentang, kemudian wortel agak susah, kita ubah menggunakan sayuran yang ada di wilayah tempat, seperti contoh sayur paku atau sayur pakis. Itu khas sini. Kita coba improvisasi dan Alhamdulillah bisa diterima oleh lidah kita semua, lidah teman-teman Satgas semua," ungkapnya.

Saat ini, Dapur Umum IPDN didukung oleh 18 kru yang bekerja secara bergantian untuk melayani kebutuhan makan pagi, siang, dan malam. Para kru bekerja hampir tanpa jeda, memanfaatkan waktu senggang untuk beristirahat sejenak sebelum kembali bertugas.

Adapun untuk persiapan makan pagi dimulai sejak pukul 22.00 WIB hingga sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Setelah itu, dilanjutkan dengan proses penyajian, pengemasan, dan distribusi. Sekitar pukul 06.30 WIB, praja dan anggota Satgas mulai mengambil jatah makan pagi dan snack.

"Ada tim yang berangkat ke pasar untuk cari bahan baku dari subuh, kemudian jam 07.30-08.00 sudah sampai di dapur umum, langsung start, dilakukan pembersihan, peracikan, pembuatan bumbu dan lain-lain," jelasnya.

Bantu Pembersihan Dinkes

Selain mengurus Dapur Umum, Praja IPDN juga ikut melakukan pembersihan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tamiang.

Dengan dukungan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), sejumlah ruangan dan fasilitas utama kini berangsur dapat difungsikan.

Pengasuh Praja IPDN Ronny M. Perangin Angin, yang memimpin proses pembersihan, mengatakan Dinkes menjadi salah satu prioritas utama target pembersihan.

"Kantor kesehatan sendiri sebenarnya sudah 80 persen itu selesai," kata Ronny saat ditemui di sela-sela kegiatan pembersihan di Kantor Dinkes Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (15/1/2026).

Menurut Ronny, tantangan terberat berada di laboratorium kesehatan milik Dinkes. Pasalnya, posisi laboratorium yang lebih rendah dibandingkan bangunan di sekitarnya menyebabkan genangan dan endapan lumpur lebih tebal.

Lumpur di dalam laboratorium sempat setinggi lutut orang dewasa. Selain itu, praja juga harus berhati-hati karena terdapat bahan kimia di area tersebut.

"Selanjutnya yang menjadi tantangan tersendiri bagi praja di Dinas Kesehatan adalah banyaknya bahan kimia dan jarum suntik di sekitar lab kesehatan," ujarnya.

Ia menambahkan, praja diminta membilas botol-botol bahan kimia yang pecah serta meningkatkan kewaspadaan terhadap paku dan pecahan kaca. Meski sebagian besar jarum suntik masih tertutup dan tersegel, faktor keselamatan tetap menjadi perhatian utama.

Sementara itu, Perencana Ahli Muda Dinkes Kabupaten Aceh Tamiang Hermanto mengapresiasi kontribusi praja IPDN dalam proses pemulihan. Ditemui di lantai dua Kantor Dinkes Aceh Tamiang, dia menyebut kondisi kantor mengalami perubahan signifikan dibandingkan saat awal pascabencana.

Dari kondisi awal yang masih berserakan, berlumpur, dan penuh sampah, kini lantai satu dan lingkungan Dinkes sudah berangsur bersih.

"Ya sekitar 80 persen lah sudah itu. Tinggal finishing akhir nanti untuk level kebersihannya. Dan Alhamdulillah adik-adik [praja] itu sangat apresiasilah saya itu kerja mereka di Dinas Kesehatan," ujarnya. 

Hermanto menambahkan, sebagian praja juga sementara tinggal di Aula Dinkes. Sejumlah fasilitas layanan, seperti Public Safety Center (PSC) Kabupaten Aceh Tamiang, telah dibersihkan dan difungsikan sebagai posko. Selain itu, dari sisi ketersediaan air serta kamar mandi, fasilitas tersebut kini juga sudah dapat digunakan.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas atensinya di Dinas Kesehatan. Sudah sangat membantu kami,” pungkasnya. (*/PN-001)

Sumber: harianindonesia.id

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment