News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Meriahkan Ulang Tahun ke-55, Kota Solok Gelar Festival Malamang

Meriahkan Ulang Tahun ke-55, Kota Solok Gelar Festival Malamang

Advertorial 

SOLOK — Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM secara resmi membuka Festival Malamang dengan tema "Malamang Gotong Royong Menyatu Kepedulian untuk Sesama", di halaman Kantor KAN Kota Solok, Senin (15/12/2025). Tema tersebut selaras dengan karakter masyarakat Minang yang lekat dengan budaya gotong royong. Seluruh hasil malamang yang diproduksi dalam kegiatan tersebut disalurkan kepada masyarakat Kota Solok yang terdampak bencana alam.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Solok, Heppy Dharmawan
Ketua Pelaksana kegiatan, Heppy Dermawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Malamang bertujuan untuk melestarikan budaya dan tradisi khas Kota Solok, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

"Festival ini sekaligus sebagai upaya merawat dan menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat, terutama bagi generasi muda Kota Solok," papar Heppy Darmawan. 

Ketua Bundo Kandung Kota Solok, Sitta Novembra (dua dari kiri).
Sementara itu, Bundo Kanduang Kota Solok, Sitta Nevembra, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kota Solok atas dukungan dan perhatian yang diberikan dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Minangkabau di Kota Solok.

"Pelestarian adat dan budaya bukan hanya menjadi tanggungjawab Lembaga dan pemangku adat, namun menjadi keharusan bagi semua pihak. Pelestarian seni budaya penting dalam merawat kekayaan budaya di tengah arus globalisasi," ungkapnya. 

Walikota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM
Dalam sambutannya, Wali Kota Solok menjelaskan bahwa rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Solok sebenarnya telah dipersiapkan dengan berbagai agenda. Namun, akibat bencana hidrometeorologi yang melanda, sejumlah kegiatan terpaksa ditunda. 

Meski demikian, Wako mengapresiasi pelaksanaan Festival Malamang yang tetap dapat dilaksanakan sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian sosial.

"Di tengah suasana duka akibat bencana hidrometeorologi, kita tetap berupaya menjaga semangat kebersamaan. Festival Malamang ini menjadi bukti bahwa masyarakat Kota Solok masih bisa bergotong royong dan berbagi kepada sesama melalui hasil masakan yang dibagikan kepada masyarakat," ujar Wali Kota Solok. 

Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, menyampaikan bahwa tradisi malamang merupakan warisan budaya leluhur Minangkabau yang sarat nilai kebersamaan dan spiritualitas.

Proses malamang melibatkan banyak pihak, mulai dari persiapan bahan, pembersihan bambu, hingga pembakaran.

"Dalam malamang, bambu menjadi simbol pemersatu, sedangkan api melambangkan semangat kebersamaan yang terus menyala," ujar Ramadhani, Selasa (16/12/2025). 

Ny. Dona Malini Ramadhani, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solok (kiri).
Ia menegaskan, Festival Malamang tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial budaya, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan.

Melalui festival ini, pemerintah daerah ingin menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi warga yang terdampak bencana.

Menurutnya, budaya harus terus dihidupkan sebagai kekuatan sosial yang relevan dengan kondisi saat ini.

Nilai gotong royong yang terkandung dalam tradisi malamang dinilai selaras dengan semangat masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.

"Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi sumber kekuatan untuk saling menguatkan, terutama di masa sulit," kata Wali Kota. 

Pemerintah Kota Solok berharap Festival Malamang dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai agenda budaya daerah, sekaligus menjadi sarana mempererat persatuan dan solidaritas masyarakat.

"Semoga kebersamaan hari ini membawa keberkahan, dan Kota Solok senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala," tutup Ramadhani. (adv)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment