Irwansyah, Pelatih Fisik Penuh Talenta dan Ingin Bawa Persinab Sang Maestro Promosi ke Liga 2
IRWANSYAH, sebagian masyarakat sepakbola Indonesia belum banyak kenal dengan sosok ini. Padahal kiprahnya di sepak bola nasional sudah ada sejak era tahun2000 an ketika bersama Persikab Kabupaten Bandung di Liga Utama Indonesia musim 2003.
Karir alumni Fakultas Ilmu Olahraga IKIP Bandung (UPI Bandung) ini cukup panjang. Pernah bersama Pelita Jaya tahun 2009, setelah itu bersama Semen Padang FC di musim 2010. Di tim kabau Sirahlah bapak dua anak ini merasakan gelar juara IPL musim 2012.
"Saat ini saya menukangi Persinab Sang Maestro Nabire. Untuk berlaga di Liga Nusantara. Saat ini posisi kita di klasemen meraih poin tujuh (7) dari enam pertandingan. Kita bisa menang atas Persika Karanganyar 3-2, sebelumnya kalah di putaran pertama 1-3 dengan Persika Karanganyar. Selanjutnya kita imbang dengan Rans, Persikutim, Persibo Bojonegoro. Peluang lolos masih terbuka lebar," jelasnya.
Saat ini Persinab Sang Maestro tergabung di grup C Liga Nusantara bersama Persika Karanganyar,Persibo Bojonegoro, Persikutim,dan Rans.
Pada selasa 30 desember nanti Persinab akan menghadapi Rans di Stadion UNS Solo.
Disamping masih aktifitas melatih jadi pelatih fisik, Irwansyah juga peduli dengan seksama untuk bencana banjir dan galodo Sumatra.
"Tentu kita peduli seksams. Apalagi kita di Sumatera saudara saya ada. Saya asal Lampung. Maka kita bantu," ucap Irwansyah.
Irwansyah juga peduli dengan yunior di kampusnya terutama pelatih fisik Madura United Rony Azani.
Pada awal karirnya kenangan bersama Irwansyah tak pernah ia lupakan.
" Salah satu orang yang sangat penting dalam perjalanan saya menjadi seorang Pelatih Sepakbola Couch Irwansyah.
Waktu itu tahun 2009, saya lihat di sebuah surat kabar ada iklan tentang Kursus Kepelatihan Lisensi D PSSI (Sertifikasi pelatih paling dasar dalam Sepakbola) di Bandung. Biaya nya bagi saya sangat mahal waktu itu sekitar 3,5jt. Jangankan untuk bayar biaya kursus, untuk biaya sehari2 sebagai anak kost saja sudah sangat pas pasan. Dalam hati bertanya: "Bagaimana cara nya agar saya bisa ikut?"
Selang dua minggu saya hanya mampu mengumpulkan uang sekitar 500rb (masih jauh dari biaya kursus), dan deadline pendaftaran sudah semakin dekat. Akhirnya saya nekad untuk menelepon nomor yang ada di iklan. Momen ini menjadi awal perkenalan dengan Pak Irwansyah yg pada saat itu menjadi Assistant Instructor. Setelah bercerita bahwa saya ingin mendaftar, beliau sangat welcome. Bahkan, beliau mempersilakan saya untuk mencicil biaya kursus nya.
Qodarulloh. Saya jadi Pelatih Sepakbola sampai sekarang salah satu awal nya karena pertolongan beliau.
Terima kasih Pak Irwansyah. Semoga Bapak sehat dan sukses selalu. Dari muridmu," jelas Rony Azani yang sebelumnya pernah melatih Bali United.
Karir sepakbolanya Irwansyah dan Rony Azani bisa dibilang kuat dan mengakar. Setiap tim dilatih punya hal berkesan diberikan. (EKO/PN-001)

Post a Comment