Sumatera Berduka, Mantan Pilar Kabau Sirah Dedy Gusmawan Mengajak Insan Sepakbola Nasional Peduli
Padang, PATRONNEWS.co.id - antan pemain Kabau Sirah Semen Padang FC, Dedy Gusmawan ikut berduka atas bencana banjir dan longsor di bumi andalas dalam beberapa hari ini. Baginya bencana di Pulau Andalas duka kita sebagai anak bangsa dan setanah air .Dari Aceh hingga Padang, musibah banjir bandang dan tanah longsor sudah memakan puluhan korban jiwa dan masih ada dalam proses pencarian.Siklon tropis 95B, namanya keren tapi temperemennya dahsyat. Nama nama dalam jagat klimatologis sengaja dibuat seindah mungkin.
Ada La Nina, ada Elnino, ada Tornado. Di Amerika namanya juga keren, Badai Rita, Badai Charley, Badai Andrew, Badai Michael. Di Indonesia tak kalah cantiknya nama namanya, ada Siklon Tropis Dahlia, Siklon Tropis Cempaka, Siklon Tropis Robyn, yang sedang akan mengancam disebut Siklon Senyar. Siklon Tropis 95B terbukti membuat masyarakat di tengah pulau Andalas ini waspadaan tinggi.
"Harapan kita, federasi bisa membantu daerah yang terkena banjir, mungkin dengan penggalangan dana dari setiap tim liga 1 dan liga 2. Kami insan sepak bola berharap smoga bencana ini segera berakhir, agar tidak ada korban jiwa lagi. Aamiin," jelas Dedy Gusmawan kepada wartawan, Kamis (27/11/2025).
Pemain posisi center bek ini sudah mulai melakukan beberapa donasi untuk bencana di Sumatera. Walau masih antar info sesama pesepak bola asal Sumatera Utara, Sumatera Barat, koordinasi di grup WA tentu memberikan apresiasi dan kepedulian untuk kepedulian.
Dedy Gusmawan saat ini jadi asisten pelatih di Malut United. Bersama Hendri Susilo,sudah sejak 2024 mantan pilar PSDS Deli Serdang, PSPS Pekanbaru, Mitra Kukar, Semen Padang FC ini punya nostalgia dengan pulau tempat kelahirannya.
Dedy Gusmawan terbilang mantan pemain peduli dengan seksama. Ia mengungkapkan hal ini karena punya kenangan dan nostalgia dengan tim Indarung.
Bagi pemain yang pernah semusim bermain di Liga Myanmar, sepak bola dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari filosofi fair play.
"Semoga kita dalam kondisi selalu respon dengan bencana. Karena demi sepak bola Indonesia tidak hanya meningkatkan sportivitas di dalam lapangan hijau, juga di luar lapangan," tutupnya. (EKO/PN-001)

Post a Comment