News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pileg DPR RI 2024, Nofi Candra Menunggu Gerakan Para Loyalis yang Kini Diam

Pileg DPR RI 2024, Nofi Candra Menunggu Gerakan Para Loyalis yang Kini Diam

Pileg DPR RI 2024, Nofi Candra Menunggu Gerakan Para Loyalis yang Kini Diam

Ini Kisah Nofi Candra di Jagat Politik Solok Raya dan Sumbar

Pileg DPR RI 14 Februari 2024, memasuki masa-masa sengit! Di waktu yang semakin kasip, "hilal" kursi DPR RI dari Kabupaten Solok kian benderang. Tidak hanya incumbent Athari Gauthi Ardi (PAN) dan Dr. H. Gusmal, SE, MM Dt Rajo Lelo yang meroket di bursa, kini, nama H. Nofi Candra, SE, kini semakin dalam berada di hati masyarakat Solok Raya, khususnya Kabupaten Solok. Bagaimana peluang Nofi Candra menatap Pileg DPR RI 14 Februari 2024?

Laporan RIJAL ISLAMY, Solok

Kabupaten Solok, menjadi salah satu daerah bersama 10 daerah (kabupaten/kota) lain yang tergabung di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Sumbar. Yakni Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Dharmasraya.

Menghadapi Pileg DPR RI yang akan dipentaskan pada 14 Februari 2024, sebanyak 10 Caleg asal Kabupaten Solok "tampil" di Daftar Calon Sementara (DCS). Mereka adalah Athari Gauthi Ardi dari Partai Amanat Nasional (PAN), Gusmal Dt Rajo Lelo dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Nofi Candra dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Suwirpen dari Partai Demokrat, Evelinda dari Partai Golongan Karya (Golkar), Edi Yosepson dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rizal Maulana dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Tiga kandidat lainnya berasal dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), yakni Irwan Afriadi, Fauzi Bahar, dan Delmeria.

Di waktu yang semakin kasip, sejatinya, nama Nofi Candra semakin meroket di bursa Pileg DPR RI 14 Februari 2024. Kiprah para loyalis dan simpatisannya akan menjadi kunci, sejauh mana Nofi Candra akan mampu melangkah. Namun, saat ini para loyalis dan simpatisan tersebut, masih dalam kondisi "hibernasi" atau diam. 

Nama Nofi Candra melejit sejak awal reformasi. Nofi Candra dikenal sebagai sosok pengusaha muda yang aktif berorganisasi. Tercatat, dirinya sempat menjadi Ketua KNPI Kota Solok, Ketua KONI Kabupaten Solok, dan menjalankan bisnis pembibitan jagung di bawah bendera PT Citra Nusantara Mandiri (CNM) bersama sanga ayah, Alm. H Syukri beserta sejumlah kolega bisnisnya. 

Keikutsertaan NC di dunia politik berawal dari kedekatannya dengan tokoh-tokoh muda yang masuk ke dunia politik. Bahkan, NC menjadi salah satu deklarator Ormas Nasional Demokrat di Sumbar, yang Ormas itu akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya Partai NasDem. Bahkan, hingga Pilkada Kabupaten Solok tahun 2020 lalu, NC menjadi kader Partai NasDem dan baru beberapa bulan lalu pindah ke Partai Gerindra.

Kiprah Nofi Candra di dunia politik semakin intens saat dirinya terpilih menjadi Senator (Anggota DPD RI) asal Sumbar pada 2014. Menjalani lima tahun di DPD RI, Nofi Candra tidak ikut di kontestasi politik di 2019 karena ingin fokus menghadapi Pilkada Kabupaten Solok 2020. Meski kalah tipis dari Epyardi Asda-Jon Firman Pandu, Nofi Candra akhirnya memutuskan pindah ke Partai Gerindra untuk Pileg DPR RI 2024 Dapil 1 Sumbar dengan nomor urut 7 di Daftar Calon Sementara (DCS). 

Awal Kiprah di Politik

Nama Nofi Candra muncul di percaturan politik Solok Raya medio 2008. Namanya langsung melejit dan menjadi idola baru. Sebagai figur anak muda, Nofi menjadi sosok kesayangan bagi berbagai lapisan masyarakat. Hal itu turut didorong oleh kepopuleran sang ayah, H. Syukri. Sebagai pengusaha sukses yang berusia muda, Nofi langsung menyedot perhatian banyak kalangan. Tak terkecuali di ranah politik. Persahabatannya dengan kalangan mahasiswa dan mantan aktivis, ditambah penampilannya yang bersahaja dan sangat merakyat, Nofi menjadi panutan bagi anak muda di Kota Solok dan Kabupaten Solok.

Nofi bersama keluarga dan sejumlah sahabatnya, sukses membangun sejumlah bisnis. Seperti pabrik jagung hibrida di bawah bendera PT Citra Nusantara Mandiri (CNM) dan PT Andalas Agroindo Mandiri, jaringan distribusi pupuk dan pestisida di bawah naungan CV Usaha Tani dan PT Putra Usaha Tani, NC Plaza di bawah bendera PT Nuansa Citra Sejati, hingga distribusi bahan baku kue dan makanan ringan di bawah bendera PT Boga Citra Mandiri dan PT Bakerindo Tetap Jaya.

Dari awal tidak mengenal politik sama sekali, Nofi akhirnya "tersesat di jalan yang benar". Kiprahnya dimulai saat dirinya terpilih menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Solok pada 2009. Di bawah komandonya, KNPI Kota Solok menjadi sangat aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Setali tiga uang, nama Nofi semakin populer. Bahkan, dirinya menjadi figur yang diharapkan tampil dalam bursa calon Walikota Solok dan Bupati Solok tahun 2010.

Puncaknya, pada Pileg DPD RI pada 2014, Nofi Candra terpilih sebagai Senator Sumbar usai meraih suara terbanyak keempat dengan raihan 169.268 suara. Terpilih sebagai senator dengan berhasil mengalahkan para "bintang" dari berbagai daerah di Sumbar, Nofi mencatatkan sejarah sebagai senator Sumbar pertama dan satu-satunya dari Solok Raya. Seperti diprediksi, basis suara di Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Solok Selatan memberi sumbangsih penting baginya.

Setengah periode (2,5 tahun) di DPD RI, Nofi Candra, dihadapkan pada kenyataan bahwa fungsi DPD adalah sebagai fundamental kenegaraan. Hal itu berbeda dengan fungsi Anggota DPR RI, yang memiliki fungsi anggaran dan kebijakan dalam undang-undang. Sehingga, peran DPD tidak seperti harapan para pemilihnya. Hal itu kemudian, menjadi "senjata" bagi sejumlah pihak yang kontra, yang menebar isu dan kebencian bahwa Nofi Candra tidak memberi manfaat usai dipilih.

Kondisi tersebut, membuat Nofi kembali berfikir keras. Akhirnya, keputusan penting dalam hidupnya kembali diambil. Yakni memilih tidak maju di kontestasi Pileg 2019. Baik ke DPD RI, maupun ke DPR RI. Nofi memantapkan dirinya maju ke kontestasi di Pilkada Kabupaten Solok tahun 2020. Pilihan tersebut, menurut Nofi telah dipikirkannya secara matang dengan berbagai pertimbangan. Hal yang paling utama menurutnya adalah keinginan untuk berbakti ke kampung halamannya. Kemudian untuk menjawab keinginan dari pemilihnya saat Pileg DPD RI tahun 2014 lalu.

"Menjemput mimpi dan menyempurnakan pengabdian. Saya bisa katakan, bahwa di DPD sebenarnya saya sudah berada di zona nyaman. Gaji Rp 200 juta perbulan, keluar negeri 8 kali setahun, nelpon atau me-WA menteri pasti ditanggapi. Namun, hal itu tidak akan memberikan banyak arti bagi mimpi dan niat pengabdian saya. Posisi operasional atau eksekutif harus saya ambil. Agar bisa memberikan efek secara langsung ke masyarakat banyak," ujarnya.

Semula, Nofi Candra sempat dikabarkan akan maju di kontestasi Pilkada Kota Solok. Namun, usai dirinya menyelesaikan "sumpah jabatan" di DPD RI pada 30 September 2019 lalu, Nofi menegaskan dirinya hanya akan bertarung di kontestasi Pilkada Kabupaten Solok.

Sejarah Hidup

Nofi Candra lahir dari keluarga yang sangat sederhana, pasangan H. Syukri, seorang petani dan Hj. Lifwarda seorang guru SD. Nofi lahir di Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok pada 23 November 1973. Meski kedua orang tuanya berasal dari Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Nofi Lahir saat ibunya sedang bertugas di sebuah SD di Nagari Cupak.

Masa kecil Nofi dihabiskan dengan berpindah-pindah. Selain ikut sang ibu, sang ayah, H. Syukri, merupakan petani penggarap yang lahannya berpindah-pindah seantero Kabupaten Solok. Bahkan hingga ke sejumlah daerah lain di Sumbar, seperti Tanah Datar, Pasaman, Dharmasraya, Limapuluh Kota, hingga ke Pesisir Selatan. Bermodalkan lahan sewaan, H. Syukri mempraktikkan berbagai elaborasi cocok tanam dan kombinasi kolaboratif bahan pupuk untuk hasil panen yang lebih baik.

Di setiap kawasan dan daerah yang dikunjunginya, H. Syukri senantiasa menyebarkan pengetahuannya ke masyarakat sekitar. Hal ini menjadi salah satu nilai penting yang tertanam di fikiran Nofi. Yakni keberadaan yang harus memberi manfaat bagi masyarakat banyak.

Masa sekolah dihabiskan Nofi di Kota Solok. Yakni di SDN 2 Solok, SMPN 2 Solok dan SMAN 2 Solok. Gelar sarjana ekonomi (SE) didapatnya dari Universitas Borobudur, Jakarta, saat sedang membuka usaha di Ibukota.

Nofi menikah dengan dengan Devi Femiyanti, gadis asal Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok yang sebelumnya adalah karyawan di Bank BNI Cabang Solok. Pasangan dari kawasan Salingka Danau Singkarak ini dikaruniai empat buah hati. Yakni Rahmadisya Hapsari, Maulana Zaki, dan kembar sepasang, Muhammad Haikal dan Siti Humaira.

Selain pernah menjadi Ketua KNPI Kota Solok dan Anggota DPD RI asal Sumbar, Nofi Candra juga pernah menduduki sejumlah jabatan strategis. Di antaranya Ketua DPP KUKMI (2001-2006), Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Solok (2012), Ketua KONI Kabupaten Solok (2012), Manajer Persis Kota Solok (2008), Ketua Perkemi Kabupaten Solok (2012-2017, 2017-sekarang), Ketua HKTI Kabupaten Solok (2010-2015), Wakil Ketua HKTI Sumbar (2015-sekarang), dan Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Bersubsidi Sumbar (2004-2009). (***)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment