News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Diimingi Main Game di Ponsel, Oknum Guru Pondok Pesantren M Natsir Alahan Panjang Solok Sodomi Belasan Anak

Diimingi Main Game di Ponsel, Oknum Guru Pondok Pesantren M Natsir Alahan Panjang Solok Sodomi Belasan Anak

SOLOK - Seorang guru magang asal Madura, Jawa Timur, berinisial MS (26), diduga menyodomi belasan santri di Pondok Pesantren Muhammad Natsir, Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Semua korban merupakan warga Galagah, Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Hal itu diketahui setelah sejumlah tokoh masyarakat Alahan Panjang melaporkan hal ini ke Sat Reskrim Polres Solok, beberapa waktu lalu. 

Salah seorang tokoh masyarakat yang berdomisili di sekitar pondok pesantren,  Aciak Us Dt Pangulu mewakili orang tua para korban, menyebutkan bahwa terungkapnya kejadian bejat oknum guru ini, berawal dari laporan dan pengakuan salah seorang korban kepada orang tuanya. Menurutnya, salah seorang korban mengeluhkan rasa sakit saat buang air besar. Bahkan, dirinya sampai mereka menangis karena kesakitan.

"Berdasarkan pengakuan salah seorang anak tersebut, para orang tua yang laim menindaklanjuti kejadian tersebut dengan bertanya kepada anak mereka masing-masing. Alhasil, hingga saat ini, ada sembilan anak yang mengaku telah disodomi," sebut Aciak.

Kabar tersebut kemudian menyebar dan membuat masyarakat sekitar geram. Sejumlah warga kemudian meminta keterangan dari pihak pondok pesantren. Namun, saat ditanya, pihak pondok pesantren justru mengaku bahwa pelaku sudah disuruh pergi dari pesantren tersebut. 

"Pelaku sudah lari. Kami sudah lapor ke Polsek, tapi diminta melapor ke Polres Arosuka di bagian Reskrim. Tapi sepertinya pihak Yayasan dan pengelola pondok pesantren yang menyuruh pelaku pergi," ungkapnya.

Menurut keterangan dari sejumlah warga, tindakan pelaku terjadi secara berulang-ulang dan sejak dua minggu sebelum Bulan Ramadhan lalu. Kemudian berlanjut hingga beberapa hari terakhir. Para korban diketahui merupakan siswa SD yang berada di dekat Pondok Pesantren. Diketahui, para korban sering bermain ke tempat tinggal pelaku di lokasi pondok pesantren. 

Untuk menjalankan aksi bejatnya, pelaku mengiming-imingi korban dengan game (permainan) di ponselnya. Beberapa korban juga diimingi menghisap rokok elektrik milik pelaku. Setiap selesai menjalankan aksi bejatnya, para korban juga diancam pelaku untuk tidak melapor ke orang tuanya masing-masing dan pihak manapun.

Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho, S.IK, SH, M.Si melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Yudha Ersanda, S.TK, S.IK mengakui pihaknya sudah menerima laporan dari perwakilan orang tua korban dan tokoh masyarakat yang anaknya menjadi korban atas dugaan tindakan pencabulan tersebut.

"Laporannya sudah kita terima dan sudah kita tindak lanjuti. Tadi, saat kita identifiksi keberadaan pelaku, yang bersangkutan, kemungkinan pulang ke Madura. Ini akan kita follow up terus," tuturnya.

Dari keterangan salah seorang sumber di Pondok Pesantren M Natsir, MS (26) diketahui masuk ke Pondok Pesantren M Natsir atas rekomendasi dari salah satu donatur Ponpes. MS hingga saat ini masih bujangan dan sebelumnya juga menjadi guru/pengasuh di salah satu pesantren di Jawa. Meski hingga saat ini, baru sembilan anak yang mengaku menjadi korban, namun diyakini ada belasan anak yang menjadi korban penyimpangan seksual pelaku. (PN-001)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment