News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dicerca Bupati Solok, Walinagari Muaro Paneh Angkat Bicara

Dicerca Bupati Solok, Walinagari Muaro Paneh Angkat Bicara

SOLOK - Wali Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumbar, Ferri Effendi, akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan dirinya menggunakan mobil ambulans nagari untuk pergi latihan fitnes. Akibat tindakannya itu, Bupati Solok Capt. Epyardi Asda, M.Mar, menarik seluruh mobil ambulans di 9 nagari di Kabupaten Solok yang berasal dari dana pokok pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kabupaten Solok periode 2014-2019. 

Bupati Epyardi Asda, bahkan membuat video khusus terkait hal itu, dan berujung pada keluarnya surat nomor: 970/406/BKD-2021 tanggal 20 Mei 2021. Surat yang ditujukan kepada 9 Wali Nagari yang memiliki ambulans nagari tersebut, berisi perintah untuk mengembalikan seluruh ambulans ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Solok. Bahkan, diikuti dengan "ultimatum", ambulans harus dikembalikan dalam waktu 2x24 jam sejak surat diterima. 

Ferri Effendi membantah apa yang dikatakan Bupati Solok, Epyardi Asda yang menyebut dirinya tidak meminjamkan mobil ambulans kepada warga yang berlawanan dengannya. Baik secara pribadi, keluarga dan sebagai Kepala Pemerintahan Nagari Muaro Paneh.

"Selaku Wali Nagari, saya mengkoreksi beberapa poin penting. Pertama, tidak benar apa yang disampaikan oleh Bupati Solok, Epyardi Asda, bahwa saya selaku Wali Nagari tidak meminjamkan mobil ambulans kepada warga yang berlawanan dengan saya, baik secara pribadi, keluarga dan sebagai Kepala Pemerintahan Nagari Muaro Paneh," katanya.

Ferri Effendi juga mengaku siap dipertemukan dengan masyarakat yang merasa atau pernah dirugikan dengan tidak meminjamkan mobil ambulans nagari tersebut. Menurutnya, ini adalah fitnahan keji terhadap dirinya.

"Saya siap dipertemukan dengan masyarakat yang merasa atau pernah dirugikan dengan tidak meminjamkan mobil ambulans dan ini saya rasakan sangat merugikan dan menyerang nama baik secara pribadi, keluarga dan selaku walinagari," katanya.

Kemudian, terkait tudingan dan tuduhan Epyardi Asda, bahwa dia sok-sok an dan petantang-petenteng di nagari, Ferri Effendi justru menyatakan seharusnya Epyardi Asda bersikap bijak. Jika dikaitkan dengan penggunaan mobil ambulans, dirinya siap dipanggil kapan saja, untul menjelaskan kronologis sebenarnya. Bukan mendengarkan keterangan sepihak, yang belum tentu kebenarannya.

"Tuduhan terhadap saya dan wali nagari lain yang sok-sokan dan petantang-petenteng di nagari, sungguh tidak benar. Apalagi jika dikaitkan dengan penggunaan mobil ambulans. Dipandang perlu saya menjelaskan kronologis secara jujur dan terbuka saat menggunakan mobil operasional ambulans," bebernya.

Terkait dengan aktivitasnya menjaga kebugaran dengan pergi ke gym, Ferri Effendi menceritakan, dalam seminggu di luar jam kerja, ia berolahraga fitnes sebanyak enam kali dalam durasi waktu 1 hingga 2 jam. Menurutnya, tujuannya bukan untuk sok-sok an ataupun dengan istilah Bupati Epyardi, petantang-petenteng.

"Biasanya, untuk menuju tempat fitnes itu, saya menggunakan kendaraan roda dua. Hanya pada saat cuaca dalam kondisi gerimis atau hujan, saya menggunakan mobil ambulans tersebut," sebutnya.

Ferri Effendi juga sangat heran, karena pada akhirnya, mobil ambulans Nagari Muaro Paneh itu ditarik oleh Bupati Solok. Naifnya, akibat perbuatannya, seluruh ambulans di 9 nagari lainnya di Kabupaten Solok juga ikut ditarik.

"Ini tentu sangat merugikan masyarakat banyak. Seharusnya, jika saya dianggap melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku menurut Bupati Solok, cukup saya yang dipanggil dan diproses. Tapi, mengapa nagari-nagari lain ikut pula terkena imbasnya? Sungguh, ini suatu tindakan bupati yang tidak bijak," tegasnya. (*/PN-001)

Sumber: khazminang.id, patronnews.co.id

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment